[adinserter name="Block 1"]

Advertise

[adinserter name="Block 10"]

KABAR RASIKA

Nurdiansyah Apresiasi Kehadiran Petugas BPJS SATU, Kurangi Keluhan dan Tingkatkan Kepuasan Peserta

Nurdiansyah Apresiasi Kehadiran Petugas BPJS SATU, Kurangi Keluhan dan Tingkatkan Kepuasan Peserta

Nurdiansyah Apresiasi Kehadiran Petugas BPJS SATU, Kurangi Keluhan dan Tingkatkan Kepuasan Peserta

Dok. Istimewa

Pekalongan, Rasika FM– Nurdiansyah (33), seorang pegawai swasta yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas 1, mengapresiasi pengalaman positifnya dalam memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan untuk keluarganya. Salah satu pengalaman berkesan baginya adalah saat mengantar putranya, Muhammad Rajendra Nur Daffa (7), untuk berobat di poli anak RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan.

Nurdiansyah mengaku bahwa setiap kali keluarganya membutuhkan perawatan, ia selalu memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan. Selama ini, ia merasa puas dengan pelayanan yang diberikan dan tidak pernah mengalami kendala.

“Pelayanannya sangat bagus, dan kami dilayani dengan ramah serta profesional.Tidak ada perbedaan perlakuan antara peserta BPJS dan pasien umum, semuanya mendapatkan kualitas layanan yang sama. Yang paling penting, tidak ada biaya tambahan selama perawatan, sehingga kami merasa tenang dan nyaman,” tuturnya.

Dok. Istimewa

Saat mengantar anaknya berobat, Nurdiansyah didatangi oleh Hauna Anja, seorang petugas BPJS Satu, yang sedang berkeliling menyapa pasien di rumah sakit. Ia memberikan informasi terkait tata cara pendaftaran antrean online melalui aplikasi mobile, yang bertujuan memudahkan peserta dalam mendapatkan layanan.

“Petugas BPJS Satu memberi saya informasi tentang cara mendaftar antrean online melalui aplikasi mobile. Dia juga menjelaskan bahwa jika ada kendala, peserta bisa langsung menghubungi petugas BPJS Satu di rumah sakit,” jelas Nurdiansyah.

Nurdiansyah merasa kehadiran petugas BPJS SATU sangat membantu, terutama bagi peserta yang belum sepenuhnya memahami prosedur layanan BPJS. Selain itu, kehadiran petugas ini memungkinkan keluhan peserta ditangani dengan cepat dan tepat, tanpa harus menunggu atau mencari solusi sendiri.

“Dengan adanya petugas BPJS Satu seperti ini, peserta bisa langsung bertanya, dan keluhan mereka dapat ditangani di tempat. Ini jauh lebih efektif dibandingkan mengeluh di media sosial, yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan dampak negatif,” ujarnya.

Nurdiansyah juga menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang pasien yang lebih memilih layanan umum daripada BPJS karena merasa prosedurnya terlalu ribet. Ia menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan, agar peserta lebih memahami alur layanan BPJS dan tidak langsung menilai negatif berdasarkan pengalaman pribadi yang kurang menyenangkan.

“Saya pernah bertemu dengan tetangga istri saya yang saat berobat memilih layanan umum. Dia mengatakan bahwa BPJS ribet, mungkin karena pernah mengalami kendala yang belum ia ceritakan, sehingga langsung menilai BPJS sulit digunakan,” ceritanya.

Menurut Nurdiansyah, edukasi tentang prosedur BPJS Kesehatan sangat penting agar masyarakat tidak salah paham atau merasa kesulitan saat mengakses layanan. Kehadiran petugas BPJS Satu di rumah sakit sangat membantu dalam memberikan informasi dan pemahaman yang tepat kepada peserta, sehingga mereka bisa menggunakan layanan dengan lebih mudah dan lancar.

“Jika peserta memahami prosedurnya dengan baik, mereka tidak akan lagi menganggap BPJS ribet. Kehadiran petugas BPJS Satu sangat efektif dalam memberikan edukasi sekaligus menangani keluhan secara langsung,” jelasnya.

Nurdiansyah mengapresiasi langkah proaktif BPJS Kesehatan melalui program BPJS Satu yang menempatkan petugas di setiap rumah sakit. Menurutnya, program ini tidak hanya memudahkan peserta dalam mendapatkan informasi dan layanan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit secara keseluruhan.

“Program ini sangat bagus karena keluhan peserta bisa langsung ditangani di tempat, tanpa harus menunggu lama. Keluhan-keluhan yang disampaikan juga dapat menjadi masukan positif bagi rumah sakit dan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan begitu, peserta merasa lebih nyaman dan puas, tanpa perlu mengadu di media sosial,” pungkasnya. (ns)

Tag :

[adinserter name="Block 11"]

BACA JUGA :

TJG_4664
TEI 2026 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar, Lampaui Target 31,1 Persen
WhatsApp Image 2026-10-19 at 09.34
Pilkades Serentak Pekalongan 2026, 350 Polisi Disiagakan, Politik Uang Jadi Sorotan
WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.28
DPRD Kabupaten Pekalongan Tetapkan Perda Pendidikan, Targetnya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
MUS FMPB
Mustofa Amin Tantang Usut Kasus Mobil Dinas Bupati Pekalongan: “Akan Kami Lawan!”

TERKINI

TJG_4664
TEI 2026 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar, Lampaui Target 31,1 Persen
KABUPATEN TANGERANG — Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencatat potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar atau 31,1 persen di atas target USD 17,5 miliar. Menteri Perdagangan Budi Santoso menutup pameran...
WhatsApp Image 2026-10-19 at 09.34
Pilkades Serentak Pekalongan 2026, 350 Polisi Disiagakan, Politik Uang Jadi Sorotan
KAJEN – Sebanyak 350 personel Polres Pekalongan disiapkan untuk mengamankan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Pekalongan. Pengamanan diperkuat TNI, Linmas, Satpol PP, Dinas Perhubungan,...
KONI
Porprov Jateng 2026, Kabupaten Pekalongan Bidik 5 Emas, KONI Keluhkan Anggaran Minim
KAJEN – Kontingen Kabupaten Pekalongan membidik minimal lima medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Namun, target tersebut dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Ketua...
WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.28
DPRD Kabupaten Pekalongan Tetapkan Perda Pendidikan, Targetnya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna di Kajen, Kamis (15/10/2026). Ketua...
MUS FMPB
Mustofa Amin Tantang Usut Kasus Mobil Dinas Bupati Pekalongan: “Akan Kami Lawan!”
KAJEN – Ketua LSM Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB), Mustofa Amin, melancarkan gerakan moral untuk mendesak pengusutan tuntas kasus dugaan pengrusakan mobil dinas Bupati Pekalongan. Ia bahkan...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-10-19 at 09.34
Pilkades Serentak Pekalongan 2026, 350 Polisi Disiagakan, Politik Uang Jadi Sorotan
WhatsApp Image 2022-09-29 at 12.42
Executive Karaoke Pekalongan, Tempat Karaoke Terbaik di Jalur Pantura
WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.28
DPRD Kabupaten Pekalongan Tetapkan Perda Pendidikan, Targetnya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah