Advertise

KABAR RASIKA

Wartawan Dilarang Masuk Saat Gubernur Jateng Serahkan SK Plt Bupati Pekalongan

Wartawan Dilarang Masuk Saat Gubernur Jateng Serahkan SK Plt Bupati Pekalongan

Wartawan Dilarang Masuk Saat Gubernur Jateng Serahkan SK Plt Bupati Pekalongan

Puluhan kartu identitas pers diletakkan di depan pintu Aula Setda Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk protes awak media setelah dilarang meliput agenda penyerahan SK Plt Bupati Pekalongan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Senin (9/3/2026 – dok. Bagus Rasika FM Pekalongan)

KAJEN – Puluhan wartawan yang hendak meliput agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan justru dilarang masuk oleh petugas saat kegiatan berlangsung di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (9/3/2026).

Kegiatan tersebut merupakan agenda penyerahan SK Plt Bupati Pekalongan sekaligus pembinaan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kepada Wakil Bupati Pekalongan yang ditunjuk sebagai Plt Bupati pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Bupati Pekalongan.

Gubernur Jawa Tengah tiba di Kantor Pemkab Pekalongan sekitar pukul 13.30 WIB. Saat rombongan gubernur turun dari kendaraan dan hendak memasuki Aula Setda, puluhan wartawan yang sudah menunggu untuk meliput kegiatan tersebut mendadak dihadang oleh petugas.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pekalongan bersama sejumlah pejabat Pemkab Pekalongan serta protokol dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menutup akses masuk bagi awak media yang hendak mengambil gambar kegiatan.

Salah seorang staf yang diduga berasal dari tim protokoler gubernur sempat menyampaikan akan mengkomunikasikan persoalan tersebut. Namun setelah itu yang bersangkutan justru meninggalkan lokasi dan tidak kembali menemui para wartawan.

Akibatnya, para jurnalis tidak diperkenankan masuk ke dalam ruangan aula untuk meliput secara langsung agenda penyerahan SK Plt Bupati Pekalongan tersebut.

Suryono, wartawan MNC TV, menyayangkan pembatasan akses peliputan tersebut. Menurutnya, media hadir hanya untuk mengambil gambar dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Ini kasus korupsi di tingkat kabupaten. Kami sebagai media seharusnya bisa meliput di dalam. Apa sebenarnya yang ditutup-tutupi dari kasus ini?” ujar Suryono di lokasi.

Ia menegaskan bahwa kehadiran media tidak berkaitan dengan substansi perkara yang tengah ditangani oleh KPK, melainkan untuk memberikan informasi kepada publik terkait kegiatan pemerintahan.
“Kalau kami tidak bisa meliput seperti ini tentu menjadi pertanyaan besar. Kenapa kami tidak bisa masuk, padahal hanya untuk mengambil gambar. Itu tidak ada kaitannya dengan substansi kasus, tetapi untuk menjelaskan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Suryono, pembatasan akses tersebut menimbulkan tanda tanya besar, baik di kalangan jurnalis maupun masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini informasi yang diterima media hanya sebatas penunjukan Wakil Bupati sebagai Plt Bupati Pekalongan.

Ia menilai persoalan tersebut bukan sekadar kekecewaan media, tetapi berkaitan langsung dengan hak publik untuk memperoleh informasi secara transparan dari pemerintah.

“Ini bukan soal kecewa, tapi soal hak. Hak publik untuk mendapatkan informasi yang seharusnya bisa diakses,” tegasnya.

Sebagai bentuk protes, sejumlah wartawan yang berada di lokasi kemudian meletakkan kartu pers mereka di depan pintu Aula Setda Kabupaten Pekalongan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Pekalongan maupun protokol Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait alasan pembatasan akses peliputan terhadap awak media dalam kegiatan tersebut. (Gus)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-06-07 at 10.36
DPRD Kab. Pekalongan Disorot : Giliran Kunker Lengkap, Giliran Rapat Kok Banyak Kursi Kosong?
WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.06
RSUD Kraton Terjunkan X-Ray Portable AI, Deteksi TBC Kini Tak Sampai Satu Menit

TERKINI

WhatsApp Image 2026-06-07 at 10.36
DPRD Kab. Pekalongan Disorot : Giliran Kunker Lengkap, Giliran Rapat Kok Banyak Kursi Kosong?
KAJEN – Agenda kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Kabupaten Pekalongan kembali menuai sorotan dari sejumlah elemen masyarakat sipil. Di tengah berbagai persoalan daerah, mulai dari infrastruktur rusak...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
KAJEN – Perselisihan keluarga yang berujung pada perusakan kaca jendela rumah di Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, berhasil diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan perangkat lingkungan...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara
KAJEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan memberikan pembinaan kepada sejumlah relawan pengatur lalu lintas atau yang kerap disebut “Pak Ogah” di beberapa titik jalan strategis...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.06
RSUD Kraton Terjunkan X-Ray Portable AI, Deteksi TBC Kini Tak Sampai Satu Menit
KAJEN – Upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pekalongan terus diperkuat. Di tengah masih tingginya jumlah kasus dan belum optimalnya pelacakan pasien, RSUD Kraton memanfaatkan teknologi...
ITS NU
Job Fair ITS NU Pekalongan : 21 Perusahaan Buka 400 Lowongan
KAJEN – Antusiasme masyarakat mencari pekerjaan terlihat dalam pelaksanaan Job Fair 2026 yang digelar Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Pekalongan, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 1.184 pencari...
Muat Lebih

POPULER

UNDIP 3 A
Mahasiswa KKN Undip Ajak UMKM Bertransformasi Melakui Akselerasi Kebijakan
WhatsApp Image 2025-12-26 at 19.04
Squad Nusantara Pantura Pekalongan Dikukuhkan, Siap Bergerak Sosial
WhatsApp Image 2025-12-31 at 11.49
Kasus Kejahatan di Pekalongan Naik Tipis Sepanjang 2025, Kecelakaan Lalu Lintas Justru Menurun