Advertise

KABAR RASIKA

Alun-Alun Kajen Disorot! Kondom Ditemukan, DPRD Desak Penertiban

Alun-Alun Kajen Disorot! Kondom Ditemukan, DPRD Desak Penertiban

Alun-Alun Kajen Disorot! Kondom Ditemukan, DPRD Desak Penertiban

Taman Asmaul Khusna di kawasan Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan. Ruang publik yang menjadi ikon pusat pemerintahan ini kini menjadi sorotan setelah muncul keluhan terkait kondisi kebersihan serta dugaan lemahnya pengawasan di sejumlah titik kawasan tersebut (dok. Istimewa)

KAJEN – Temuan alat kontrasepsi di kawasan Taman Baperida, tepat di sebelah utara Kantor Arsipus Kabupaten Pekalongan, memantik perhatian DPRD Kabupaten Pekalongan. Di saat yang sama, kondisi Gapura Asma’ul Khusna di Alun-Alun Kajen yang dikeluhkan warga karena tercium bau pesing juga dinilai menjadi persoalan yang harus segera ditangani pemerintah daerah.

Menanggapi informasi tersebut, Pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben R. Prabu Faza, mengaku baru menerima kabar tersebut. Meski demikian, ia menyayangkan apabila ruang publik yang berada di pusat pemerintahan justru menjadi lokasi ditemukannya barang-barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas yang melanggar norma.

“Sebenarnya saya baru mendengar. Tapi kalau memang informasi itu sudah berdasarkan pengecekan di lapangan, kami tentu sangat menyayangkan. Kok sampai di kawasan alun-alun ditemukan botol-botol minuman keras, bahkan alat kontrasepsi,” ujar Ruben saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, DPRD akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar pengawasan di kawasan tersebut diperketat.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP supaya ada pengamanan dan patroli rutin di kawasan alun-alun. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait penerangan. Kalau kondisi terang, tentu orang akan berpikir dua kali untuk melakukan aktivitas seperti minum-minuman keras ataupun tindakan yang mengarah pada perbuatan asusila,” katanya.

Selain menyoroti persoalan keamanan, Ruben juga menanggapi fenomena menjamurnya angkringan di sekitar kawasan Alun-Alun Kajen, termasuk istilah yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat, yakni “angkringan tobrut”.

Ia menegaskan, DPRD mendukung pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, menurutnya, keberadaan para pedagang tetap perlu ditata agar tidak mengganggu fungsi kawasan maupun ketertiban umum.

“Kalau angkringan dan UMKM, kami sangat mendukung. Tumbuhnya UMKM harus kita dorong. Tetapi memang ini menjadi PR pemerintah daerah agar ada penataan. Ke depan bisa dipikirkan adanya pusat kuliner sehingga tidak mengganggu lalu lintas maupun kawasan sekitar,” jelasnya.

Ruben mengaku baru mendengar istilah “angkringan tobrut”. Meski tidak mempersoalkan siapa yang berjualan, ia berharap penampilan para pedagang tetap memperhatikan norma yang berlaku di lingkungan sekitar.

“Kalau penjualnya sebenarnya bebas. Tetapi nanti kami akan mengimbau melalui Satpol PP agar berpakaian lebih sopan. Karena kita berada di lingkungan yang menjunjung nilai-nilai syar’i. Kalau bisa berpakaian yang normal, tidak terlalu terbuka,” ujarnya.

Sementara itu, pegiat aktivis Kabupaten Pekalongan, Mustofa Amin, meminta pemerintah daerah tidak hanya merespons temuan tersebut secara sesaat, tetapi menjadikannya sebagai bahan evaluasi dalam pengawasan ruang publik.

Menurutnya, Satpol PP perlu meningkatkan intensitas patroli di titik-titik yang dinilai rawan, terutama taman, ruang terbuka, dan kawasan yang minim aktivitas pada malam hari.

Selain itu, ia juga mendorong Dinas Perhubungan untuk menambah penerangan jalan umum, khususnya di taman dan lokasi yang sepi.

“Pengawasan harus lebih ditingkatkan di daerah-daerah rawan. Penerangan jalan umum juga perlu ditambah, terutama di taman dan tempat-tempat yang sepi agar tidak menjadi lokasi tindak kejahatan maupun perbuatan asusila,” kata Mustofa.

Persoalan kebersihan, keamanan, dan penataan kawasan publik di pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan kini menjadi sorotan. Harapannya, langkah koordinasi antarinstansi yang disampaikan DPRD dapat segera diwujudkan agar ruang publik kembali nyaman, aman, dan layak digunakan masyarakat sesuai fungsinya. (Gus)

Tag :

[nama-tag]

BACA JUGA :

SUNAT 1
Rumah Khitan Ibadurrahman Gelar Seminar Parenting, Sekaligus Undi Hadiah Umrah untuk Alumni Khitan
WhatsApp Image 2026-09-03 at 10.49
Sebulan di KPU Kabupaten Pekalongan, Mahasiswa KPI UIN Gusdur Disebut Lampaui Target Tugas
WhatsApp Image 2026-09-03 at 08.21
RSUD Kraton Pekalongan Uji Kesiapan PONEK, Respons Darurat Ibu dan Bayi Ditempa Lewat Drill
PADEL
Komunitas Obonato Padel Club Salurkan Bantuan untuk Pasangan Lansia di Karanganyar

TERKINI

SUNAT 1
Rumah Khitan Ibadurrahman Gelar Seminar Parenting, Sekaligus Undi Hadiah Umrah untuk Alumni Khitan
PEKALONGAN — Rumah Khitan Ibadurrahman bersama Klinik Karya Medika Sejahtera menggelar seminar parenting sekaligus pengundian hadiah utama umrah bagi alumni khitan, Ahad (6/9/2026). Kegiatan yang berlangsung...
WhatsApp Image 2026-09-03 at 10.49
Sebulan di KPU Kabupaten Pekalongan, Mahasiswa KPI UIN Gusdur Disebut Lampaui Target Tugas
KAJEN – Sebulan menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL) di KPU Kabupaten Pekalongan, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN K.H....
WhatsApp Image 2026-09-03 at 08.21
RSUD Kraton Pekalongan Uji Kesiapan PONEK, Respons Darurat Ibu dan Bayi Ditempa Lewat Drill
PEKALONGAN – Kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal dan neonatal tidak cukup hanya mengandalkan prosedur tertulis. Kecepatan mengambil keputusan, ketepatan tindakan, komunikasi antarprofesi, hingga...
PADEL
Komunitas Obonato Padel Club Salurkan Bantuan untuk Pasangan Lansia di Karanganyar
KARANGANYAR – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh komunitas olahraga Obonato Padel Club Kota Pekalongan. Mereka turun langsung menyalurkan bantuan kepada pasangan lansia yang sedang tertimpa...
WhatsApp Image 2026-09-01 at 13.55
Macan Kumbang dan Macan Tutul Terekam Kamera Tersembunyi di Hutan Mendolo Lebakbarang
​LEBAKBARANG – Keberadaan satwa langka di kawasan Hutan Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, terbukti bukan sekadar mitos. Dua ekor kucing besar, yakni macan kumbang dan macan tutul, terekam...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-09-03 at 10.49
Sebulan di KPU Kabupaten Pekalongan, Mahasiswa KPI UIN Gusdur Disebut Lampaui Target Tugas
PADEL
Komunitas Obonato Padel Club Salurkan Bantuan untuk Pasangan Lansia di Karanganyar
WhatsApp Image 2024-03-26 at 09.56
Toko Klontong Jadi Gudang Ratusan Botol Miras