KESESI – SMAN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mulai memperkuat budaya integritas di lingkungan sekolah dengan meluncurkan sejumlah langkah konkret, salah satunya penerapan sistem absensi siswa secara daring yang mewajibkan seluruh peserta didik sudah berada di ruang kelas tepat pukul 07.00 WIB.
Kebijakan tersebut diperkenalkan bersamaan dengan Deklarasi Sekolah Berintegritas yang digelar di halaman sekolah, Senin (20/7/2026). Kegiatan diikuti seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa sebagai bentuk komitmen bersama membangun budaya pendidikan yang mengedepankan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat meraih prestasi.
Deklarasi dipimpin Kepala SMAN 1 Kesesi, Sri Murwaningsih, didampingi Kasi SMA dan SLB Cabang Dinas Wilayah XII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Lebdo Wiharso, serta Komite Sekolah. Seluruh peserta kemudian membacakan komitmen bersama untuk menerapkan nilai-nilai integritas dalam setiap aktivitas di lingkungan sekolah.

Usai deklarasi, para siswa menampilkan flashmob sebagai simbol dukungan terhadap penguatan budaya integritas. Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan siswa.
Kepala SMAN 1 Kesesi, Sri Murwaningsih, mengatakan deklarasi tahun ini mengusung tema JUJUR, akronim dari Jaga Kedisiplinan, Bertanggung Jawab, Jaga Lingkungan, dan Raih Prestasi. Tema tersebut menjadi pedoman bagi seluruh warga sekolah dalam membangun karakter peserta didik.
“Hari ini kami melaksanakan Deklarasi Sekolah Berintegritas dengan tema JUJUR, yaitu Jaga Kedisiplinan, Bertanggung Jawab, Jaga Lingkungan, dan Raih Prestasi. Tujuan utamanya bukan hanya prestasi yang baik, tetapi bagaimana budaya integritas benar-benar tertanam di SMAN 1 Kesesi,” ujar Sri.
Menurutnya, penguatan integritas tidak cukup berhenti pada deklarasi, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan yang dapat diterapkan setiap hari. Karena itu, sekolah meluncurkan beberapa program pendukung, termasuk sistem absensi online untuk meningkatkan disiplin kehadiran siswa.
“Kami launching beberapa program, salah satunya absensi secara online. Anak-anak harus sudah masuk ruang kelas tepat pukul 07.00 WIB. Melalui sistem ini akan terpantau apabila ada siswa yang datang melebihi pukul 07.00 WIB sehingga dapat dilakukan pembinaan terkait kedisiplinan,” jelasnya.
Sri berharap program tersebut mampu membentuk peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, dan terus meningkatkan prestasi. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga karakter yang dimiliki setiap lulusan.
Sementara itu, Kasi SMA dan SLB Cabang Dinas Wilayah XII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Lebdo Wiharso, mengapresiasi langkah SMAN 1 Kesesi dalam membangun Sekolah Berintegritas. Ia mengingatkan agar komitmen yang telah dideklarasikan benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Siswa harus memiliki nilai-nilai integritas dalam bersekolah. Jadikan sekolah sebagai pusat pendidikan yang berkarakter, menjunjung tinggi kejujuran, disiplin, transparansi, dan akuntabilitas sebagai landasan Sekolah Berintegritas,” pungkasnya. (gus)