Advertise

KABAR RASIKA

Tak Ada Diskriminasi, Pasien JKN Nikmati Makanan Selezat Restoran di RS Siti Khodijah Pekalongan

Tak Ada Diskriminasi, Pasien JKN Nikmati Makanan Selezat Restoran di RS Siti Khodijah Pekalongan

Tak Ada Diskriminasi, Pasien JKN Nikmati Makanan Selezat Restoran di RS Siti Khodijah Pekalongan

(Dok. Istimewa)

Di tengah persepsi negatif yang masih kerap melekat di masyarakat terkait pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), RS Siti Khodijah Pekalongan justru tampil mematahkan stigma tersebut. Rumah sakit milik Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyyah ini menerapkan prinsip kesetaraan dalam memberikan layanan medis tanpa membedakan antara pasien umum dan peserta JKN.

Nana Riskyta Asiana (23), seorang pasien peserta JKN yang baru saja menjalani operasi di RS Siti Khodijah, memberikan testimoni positif terhadap layanan rumah sakit tersebut. Ia mengaku takjub dengan pelayanan yang ia terima selama dirawat, mulai dari perawatan medis, keramahan tenaga kesehatan, hingga sajian makanan yang menurutnya lebih dari sekadar menu rumah sakit.

“Disini nyaman, pelayanannya bagus, terutama makanannya enak dan estetik penyajiannya. Saya merasa seperti dirawat di rumah sakit premium, padahal saya menggunakan BPJS. Semua petugas ramah dan tidak ada perbedaan perlakuan,” ungkap Nana saat ditemui di ruang perawatan, Jumat (21/3).

Meski masih dalam masa pemulihan, senyum tetap menghiasi wajah Nana saat menceritakan pengalamannya menjalani perawatan di rumah sakit. Ia mengaku sangat terkesan dengan pelayanan, khususnya penyajian makanan. Saking terkesannya, Nana sempat mengunggah foto makan siangnya ke status WhatsApp, dan tak disangka, banyak teman yang mengira dirinya sedang menikmati hidangan di restoran atau kafe.

“Baru kemarin saya sempat memotret menu mi, bagus sekali tampilan penyajiannya. Lalu teman-teman saya langsung komentar, ‘Kok makanannya kayak di kafe?’ Padahal itu makanan dari rumah sakit,” tambahnya dengan tawa ringan.

Testimoni Nana hanyalah salah satu dari sekian banyak pengalaman pasien yang menggambarkan pelayanan di RS Siti Khodijah Pekalongan. Rumah sakit ini berupaya memberikan layanan yang setara kepada seluruh pasien, termasuk dalam aspek non-medis seperti penyediaan makanan.

Untuk mendukung hal tersebut, RS Siti Khodijah menunjuk seorang executive chef profesional, Sutarno Suwandi. Sutarno bertanggung jawab menyusun menu harian yang seimbang dan mengatur tampilan makanan agar menggugah selera. Ia bahkan memilih sendiri wadah dan piring saji yang digunakan agar tampilan menu setara dengan sajian restoran.

“Kami ingin pasien, siapa pun mereka, merasa dihargai. Salah satu caranya adalah lewat makanan yang baik, bukan sekadar bergizi, tapi juga memanjakan mata dan hati,” ujar Sutarno yang rutin berkeliling ruangan pasien untuk meminta masukan.

Direktur Pelayanan RS Siti Khodijah, Ayyub Thalib, menjelaskan bahwa makanan merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pasien. Oleh karena itu, pihak rumah sakit memutuskan untuk mengelola sendiri penyediaan makanan demi memastikan kualitas dan ketercukupan gizi yang lebih optimal.

“Penurunan sisa makanan setelah kami kelola sendiri menjadi indikator keberhasilan. Pasien lebih lahap makan karena tampilannya menarik dan rasanya juga disesuaikan dengan selera, tapi tetap memenuhi standar gizi,” ujarnya.

Data rumah sakit mencatat, pada September 2024 saat masih menggunakan layanan katering luar, sisa makanan pasien mencapai 8,99%. Angka ini meningkat pada Oktober menjadi 10,95%. Setelah penerapan sistem swakelola pada Desember 2024, angka tersebut turun drastis menjadi 5,09%, dan terus menurun hingga 1,62% pada Februari 2025.

Menurut Ayyub, penurunan sisa makanan menunjukkan bahwa hidangan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga sesuai dengan selera pasien. Ia menilai bahwa aspek rasa dan tampilan turut berperan penting dalam meningkatkan nafsu makan pasien selama masa perawatan.

“Dengan makanan yang lezat dan menarik, pasien jadi lebih berselera makan. Hal ini sangat membantu mempercepat proses penyembuhan, terutama pada pasien anak,” sambungnya.

Misi pelayanan tanpa diskriminasi pun diterapkan dalam semua aspek. RS Siti Khodijah menegaskan bahwa seluruh pasien baik umum maupun peserta JKN mendapat perlakuan dan fasilitas yang sama. Tidak ada perbedaan dalam perawatan, pelayanan kamar, hingga perhatian dari tim medis.

“Kami melayani semua pasien dengan sepenuh hati. Tidak ada pembedaan karena semua manusia berhak atas layanan kesehatan terbaik,” tegas Ayyub. (ns)

Tag :

BACA JUGA :

SONY
DPRD “Disentil” Soal Pengawasan, Koalisi Transparansi Ajak Benahi Pekalongan Pasca Kasus KPK
WhatsApp Image 2026-04-15 at 13.03
RSUD Kraton “Move On” ke Wiradesa, Tinggalkan Keterbatasan, Siap Jadi Rumah Sakit Modern
BLUD 1
Beda Pilihan, Langsung Dibuang: Dugaan ‘Pembersihan Politik’ Hantam Bidan BLUD Pekalongan
IMG-20260414-WA0010
Polisi Kawal Ketat Evakuasi 15 ABK Kapal Tenggelam di Perairan Batang, Semua Selamat

TERKINI

SONY
DPRD “Disentil” Soal Pengawasan, Koalisi Transparansi Ajak Benahi Pekalongan Pasca Kasus KPK
KAJEN – Audiensi antara Koalisi Transparansi Pekalongan dan DPRD Kabupaten Pekalongan berlangsung dinamis, Senin siang (13/4/2026). Bertempat di ruang rapat komisi DPRD, forum ini diwarnai kritik...
WhatsApp Image 2026-04-15 at 13.03
RSUD Kraton “Move On” ke Wiradesa, Tinggalkan Keterbatasan, Siap Jadi Rumah Sakit Modern
PEKALONGAN – Transformasi besar tengah dilakukan RSUD Kraton. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan ini bersiap meninggalkan gedung lama di wilayah Kota Pekalongan dan beralih ke fasilitas...
BLUD 1
Beda Pilihan, Langsung Dibuang: Dugaan ‘Pembersihan Politik’ Hantam Bidan BLUD Pekalongan
KAJEN — Dugaan tekanan politik pasca Pilkada 2024 di Kabupaten Pekalongan mulai mencuat ke publik. Dua bidan berstatus karyawan BLUD di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama mengaku kehilangan pekerjaan...
IMG-20260414-WA0010
Polisi Kawal Ketat Evakuasi 15 ABK Kapal Tenggelam di Perairan Batang, Semua Selamat
PEKALONGAN – Aparat kepolisian dari Polsek Wiradesa bergerak cepat mengawal proses evakuasi hingga penyerahan 15 anak buah kapal (ABK) KM Gajah Mada yang menjadi korban kecelakaan kapal tenggelam di perairan...
WhatsApp Image 2026-04-14 at 12.41
20 Tim Bertarung di Sinangohprendeng Cup 2026, Ajang Berburu Bibit Unggul Sepak Bola Pelajar
KAJEN – Atmosfer kompetisi sepak bola pelajar mulai memanas. Sebanyak 20 kesebelasan ambil bagian dalam Kompetisi Sepak Bola Pelajar Sinangohprendeng Cup 2026 yang resmi dibuka di Lapangan Desa Sinangohprendeng,...
Muat Lebih

POPULER

RATU 1
RSUD Kraton Pekalongan Perkuat Dukungan Penyintas Kanker Payudara Lewat Halal Bihalal Ratu Sembara Kasih
RAPAT 1
DPRD Pekalongan Warning OPD Tak Jalan Sendiri, Abdul Munir Serukan “Super Team”, Bukan Superhero
IMG-20260411-WA0005
“KPU Mengajar” Masuk Sekolah, Cetak Pemilih Cerdas di Pekalongan