Advertise

KABAR RASIKA

DPRD Kab. Pekalongan Disorot : Giliran Kunker Lengkap, Giliran Rapat Kok Banyak Kursi Kosong?

DPRD Kab. Pekalongan Disorot : Giliran Kunker Lengkap, Giliran Rapat Kok Banyak Kursi Kosong?

DPRD Kab. Pekalongan Disorot : Giliran Kunker Lengkap, Giliran Rapat Kok Banyak Kursi Kosong?

“Giliran kunker kursi selalu penuh, giliran rapat publik mulai bertanya. Kritik terhadap agenda perjalanan dinas DPRD Kabupaten Pekalongan kian menguat di tengah tuntutan perbaikan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Warga menunggu hasil nyata, bukan sekadar agenda tahunan.”

KAJEN – Agenda kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Kabupaten Pekalongan kembali menuai sorotan dari sejumlah elemen masyarakat sipil. Di tengah berbagai persoalan daerah, mulai dari infrastruktur rusak hingga kondisi ekonomi warga yang masih berat, perjalanan dinas para wakil rakyat dinilai belum menunjukkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kritik tersebut disampaikan Ketua Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Kabupaten Pekalongan, Mustajirin, dan Ketua Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB), Mustofa Amin, saat ditemui di Kajen beberapa waktu lalu.

Mustajirin menilai kunker yang dilakukan DPRD selama ini belum memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan perhatian terhadap persoalan infrastruktur dan kebutuhan dasar dibanding agenda perjalanan dinas yang menghabiskan anggaran.

“Masyarakat butuh infrastruktur yang baik. Seharusnya wakil rakyat lebih peka terhadap kondisi masyarakat,” ujar Mustajirin.

Ia mempertanyakan hasil konkret dari berbagai kunjungan kerja yang dilakukan, terutama jika tidak disertai sinergi dengan pemerintah daerah maupun organisasi perangkat daerah terkait.
Menurut Mustajirin, jika memang diperlukan, pelaksanaan kunker sebaiknya melibatkan OPD dan unsur masyarakat agar hasil yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di Kabupaten Pekalongan.

Senada dengan itu, Ketua FMPB Mustofa Amin menilai DPRD seharusnya lebih fokus menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di daerah.

“Kunker itu tidak ada manfaatnya buat masyarakat. Dewan seharusnya menjalankan fungsi pengawasan terhadap kondisi daerah yang masih banyak persoalan,” kata Mustofa.

Ia menyoroti kondisi infrastruktur yang masih rusak di sejumlah wilayah serta persoalan lapangan pekerjaan yang menurutnya membutuhkan perhatian lebih serius dari para wakil rakyat.

“Kami melihat masyarakat kecewa karena banyak persoalan yang belum terselesaikan, sementara yang sering terlihat justru agenda kunker,” tambahnya.

Sorotan juga mengarah pada tingkat kehadiran sejumlah anggota DPRD dalam kegiatan kedewanan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pihak yang mengikuti dinamika rapat DPRD, terdapat anggota legislatif yang disebut-sebut tidak rutin menghadiri rapat maupun pembahasan tertentu, namun tercatat hampir selalu mengikuti agenda kunjungan kerja.

Kondisi tersebut memunculkan persepsi dan kecurigaan di kalangan masyarakat bahwa sebagian anggota dewan lebih antusias mengikuti perjalanan dinas dibanding menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan di daerah. Sejumlah elemen masyarakat bahkan menduga kunker dimanfaatkan untuk memperoleh hak keuangan perjalanan dinas yang melekat pada kegiatan tersebut. Walaupun dugaan tersebut belum pernah dibuktikan melalui pemeriksaan ataupun temuan resmi dari lembaga yang berwenang.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pekalongan tidak banyak menghasilkan tanggapan. Beberapa legislator memilih tidak memberikan komentar dengan alasan khawatir terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian pernyataan.

Namun demikian, terdapat anggota DPRD yang mengakui bahwa perjalanan dinas memang disertai hak keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, seorang anggota DPRD senior yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa kunjungan kerja merupakan bagian dari rencana kerja tahunan yang telah disusun sebelumnya.

“Kunker itu bagian dari rencana kerja selama setahun. Kalau memang jadwalnya kunjungan, ya dilaksanakan sesuai agenda yang sudah ditetapkan,” ujarnya pada Sabtu (06/06/2026).

Ia juga membantah anggapan bahwa kunker dijadikan sarana mencari tambahan penghasilan. Menurutnya, fasilitas yang diterima dalam perjalanan dinas hanya berupa hak yang telah diatur dalam ketentuan resmi, seperti uang harian dan uang makan sebagaimana berlaku dalam sistem perjalanan dinas pemerintahan.

Perdebatan mengenai efektivitas kunjungan kerja DPRD ini kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana hasil perjalanan dinas mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan, terutama di tengah tuntutan perbaikan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan warga. (Gus)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.06
RSUD Kraton Terjunkan X-Ray Portable AI, Deteksi TBC Kini Tak Sampai Satu Menit
ITS NU
Job Fair ITS NU Pekalongan : 21 Perusahaan Buka 400 Lowongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
KAJEN – Perselisihan keluarga yang berujung pada perusakan kaca jendela rumah di Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, berhasil diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan perangkat lingkungan...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara
KAJEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan memberikan pembinaan kepada sejumlah relawan pengatur lalu lintas atau yang kerap disebut “Pak Ogah” di beberapa titik jalan strategis...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.06
RSUD Kraton Terjunkan X-Ray Portable AI, Deteksi TBC Kini Tak Sampai Satu Menit
KAJEN – Upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pekalongan terus diperkuat. Di tengah masih tingginya jumlah kasus dan belum optimalnya pelacakan pasien, RSUD Kraton memanfaatkan teknologi...
ITS NU
Job Fair ITS NU Pekalongan : 21 Perusahaan Buka 400 Lowongan
KAJEN – Antusiasme masyarakat mencari pekerjaan terlihat dalam pelaksanaan Job Fair 2026 yang digelar Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Pekalongan, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 1.184 pencari...
KONI 1
Suryono Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Kabupaten Pekalongan, Usung Tata Kelola Transparan dan Pembinaan Atlet Berkelanjutan
KAJEN – Suryono resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan periode berikutnya dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) 2026 yang digelar di Hotel Indonesia...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2025-12-26 at 19.04
Squad Nusantara Pantura Pekalongan Dikukuhkan, Siap Bergerak Sosial
ya
BPJS Kesehatan Gelar Sertifikasi Kompetensi untuk Tingkatkan Layanan Faskes Mitra
WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi