KAJEN – Upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pekalongan terus diperkuat. Di tengah masih tingginya jumlah kasus dan belum optimalnya pelacakan pasien, RSUD Kraton memanfaatkan teknologi X-Ray Portable berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat skrining dan deteksi dini TBC.
Teknologi tersebut digunakan dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining TBC yang digelar di Aula Setia Polres Pekalongan, Rabu (3/6/2026). Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari pelatihan tracer TBC bagi jajaran Bhabinkamtibmas yang nantinya akan membantu pelacakan kasus di tingkat desa.
Dokter RSUD Kraton, dr. Rosita, mengatakan kegiatan skrining TBC dilakukan secara berkala sebagai bagian dari program kesehatan yang didukung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kali ini, sasaran pemeriksaan adalah para Bhabinkamtibmas yang dinilai memiliki peran strategis dalam membantu penemuan kasus TBC di masyarakat.
“Sebanyak 76 personel mengikuti pemeriksaan guna memastikan kondisi kesehatan mereka sekaligus mendukung upaya penemuan kasus TBC secara aktif di masyarakat,” ujar dr. Rosita.
Ia menjelaskan, para Bhabinkamtibmas nantinya akan bertugas sebagai tracer di wilayah desa masing-masing di bawah koordinasi Kapolsek setempat.

Dalam kegiatan tersebut, RSUD Kraton menerjunkan perangkat X-Ray Portable terbaru bantuan Kementerian Kesehatan. Alat tersebut memungkinkan pemeriksaan paru dilakukan lebih cepat dan praktis dibandingkan metode konvensional.
Menurut dr. Rosita, hasil foto rontgen dapat langsung dianalisis menggunakan teknologi AI yang terhubung dengan laptop sehingga proses pembacaan hasil berlangsung sangat singkat.
“Kalau alat sudah siap digunakan, proses pembacaan hasilnya tidak sampai satu menit. Ini sangat membantu karena tidak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui hasil awal pemeriksaan,” katanya.
Meski demikian, kapasitas pemeriksaan alat masih terbatas sekitar 100 orang per hari. Namun keberadaan teknologi tersebut dinilai efektif untuk mendukung percepatan penemuan kasus TBC secara dini.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf menegaskan bahwa TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius dan kerja sama lintas sektor.
“TB paru masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan kerja sama dan sinergi seluruh pihak,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polres Pekalongan siap mendukung program pemerintah melalui keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tracing, screening, edukasi, hingga pendampingan pasien TBC di wilayah binaan masing-masing.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan periode Januari hingga Mei 2026 menunjukkan terdapat 628 kasus TBC paru yang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 613 kasus merupakan TBC sensitif obat, sedangkan 15 kasus lainnya TBC resistan obat.
Namun, dari total kasus yang teridentifikasi, baru 251 kasus atau sekitar 40 persen yang telah mendapatkan kunjungan, pelacakan kontak erat, dan pendampingan. Sementara 377 kasus atau sekitar 60 persen lainnya belum mendapatkan kunjungan dan pelacakan secara optimal.
Melihat kondisi tersebut, Kapolres memerintahkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi petugas kesehatan puskesmas dalam melakukan pelacakan kontak erat, skrining, dan kunjungan kepada pasien TBC.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus, pelacakan kontak erat, serta pendampingan pengobatan masih perlu ditingkatkan. Saya perintahkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi petugas kesehatan puskesmas dalam melakukan tracking, screening, dan kunjungan kasus TB paru,” tegasnya.
Menurut AKBP Rachmad, jaringan Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan menjadi kekuatan strategis untuk membantu tenaga kesehatan menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan ratusan kasus yang belum terlacak dapat segera ditangani sehingga rantai penularan TBC bisa ditekan dan keberhasilan pengobatan semakin meningkat.
Selain pelatihan tracer TBC, kegiatan juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining TBC bagi peserta sebagai langkah deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan atas sinergi yang selama ini terjalin dalam berbagai program kesehatan masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan kepolisian, kami optimistis target penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, dan eliminasi TB paru di Kabupaten Pekalongan dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya. (Gus)