Advertise

KABAR RASIKA

10 Tahun Andalkan BPJS Kesehatan: 4 Kali Persalinan dan Pengobatan Keluarga Nur Kholilah Terjamin

10 Tahun Andalkan BPJS Kesehatan: 4 Kali Persalinan dan Pengobatan Keluarga Nur Kholilah Terjamin

10 Tahun Andalkan BPJS Kesehatan: 4 Kali Persalinan dan Pengobatan Keluarga Nur Kholilah Terjamin

Dok. Istimewa

Rasika Pekalongan – Selama 10 tahun, Nur Kholilah (36) telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Sebagai pegawai swasta dan ibu dari empat anak, ia merasakan betul manfaat keanggotaan BPJS Kesehatan dalam kehidupannya. Terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang didaftarkan oleh perusahaannya sejak 2014, Kholilah mengaku sangat terbantu dalam mengakses layanan kesehatan, baik untuk persalinan anak-anaknya maupun pengobatan berbagai penyakit

Kholilah saat ini tengah menanti kesembuhan anak keempatnya, Muhammad Amiruddin, yang baru berusia 10 bulan. Amiruddin dirawat di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan karena terserang campak. Ia merasa bersyukur karena seluruh biaya pengobatan dan perawatan anaknya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sehingga ia tidak perlu mengkhawatirkan beban biaya yang besar.

“Keberadaan BPJS Kesehatan membuat kami merasa tenang. Saya tidak perlu khawatir dengan pengeluaran besar karena semua biaya sudah terbantu dan terjamin dengan baik. Tanpa asuransi, biaya kesehatan bisa sangat memberatkan. Dengan BPJS Kesehatan, segala kebutuhan menjadi lebih mudah. Mulai dari persalinan, pengobatan di rumah sakit, hingga perawatan anak-anak, semuanya berjalan lancar tanpa tambahan biaya atau iuran lainnya,” ujarnya.

Nur Kholilah menceritakan bahwa setiap kali ia melahirkan, ia merasa lebih tenang karena tidak perlu memikirkan biaya besar, berkat BPJS Kesehatan yang menanggung semua kebutuhan medis. Ia juga menambahkan bahwa dalam proses persalinan anak keempatnya, layanan di klinik maupun rumah sakit berjalan lancar tanpa biaya tambahan.

“Saya sangat bersyukur, empat kali persalinan saya menggunakan BPJS Kesehatan tanpa biaya sama sekali. Anak pertama saya lahir secara normal pada tahun 2015 di sebuah klinik. Untuk persalinan anak kedua pada tahun 2017, saya harus melahirkan di rumah sakit karena mengalami ketuban pecah dini (KPD). Persalinan anak ketiga berlangsung pada tahun 2021, dan anak keempat lahir pada tahun 2023. Semua proses persalinan berjalan lancar, dan seluruh biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” kenangnya.

Persalinan anak keempat menjadi tantangan lebih besar bagi Khalilah karena ia harus menjalani operasi caesar akibat kondisi polihidramnion, yaitu penumpukan cairan ketuban yang berlebihan. Namun, Khalilah merasa bersyukur karena seluruh biaya operasi persalinan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan.

“Persalinan anak keempat saya harus melalui operasi caesar. Meskipun biayanya besar, semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sehingga kami tidak perlu khawatir. Tanpa BPJS, mungkin kami harus memikirkan biaya yang tidak sedikit untuk operasi dan perawatan setelahnya,” tambahnya.

Selain untuk persalinan, Nur Kholilah juga memanfaatkan BPJS Kesehatan saat anak kedua dan keempatnya mengalami sakit serius. Beberapa waktu lalu, anak keduanya terkena campak dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Berkat BPJS Kesehatan, seluruh biaya pengobatan anaknya terjamin sepenuhnya.

“Anak kedua saya pernah dirawat karena campak, dan kami tidak perlu mengeluarkan biaya sendiri. Sekarang anak keempat saya juga terkena campak, tapi saya tidak khawatir lagi. Semua proses administrasi berjalan mudah dan cepat, tanpa ada tambahan biaya. Itulah yang membuat saya semakin percaya dengan BPJS Kesehatan,” katanya.

Khalilah menambahkan bahwa layanan BPJS Kesehatan dapat diakses dengan mudah. Menurutnya, kualitas pelayanan tetap terjaga dengan baik, tanpa ada perbedaan meskipun menggunakan fasilitas BPJS.

“Pelayanannya sama baik di rumah sakit, klinik, maupun puskesmas. Tidak ada tambahan biaya dan semua prosedur berjalan lancar tanpa kendala. Dengan BPJS Kesehatan, kami tidak hanya mendapatkan kemudahan akses, tetapi juga terbebas dari kekhawatiran akan beban biaya yang besar,” ujarnya.

Selama 10 tahun menggunakan BPJS Kesehatan, Khalilah mengaku puas dengan layanan yang diterimanya. Ia juga menekankan pentingnya kemudahan akses dan proses administrasi yang efisien dalam layanan BPJS Kesehatan.

“Sampai saat ini, kami tidak pernah merasa kesulitan dengan antrean atau urusan berkas. Semua proses berjalan dengan mudah dan lancar. Semoga ke depannya BPJS Kesehatan bisa terus mempertahankan kualitas pelayanan seperti ini,” terangnya.

Bagi Kholilah dan keluarganya, BPJS Kesehatan bukan hanya sekadar program asuransi, tetapi juga menjadi andalan utama dalam memenuhi setiap kebutuhan kesehatan. Ia pun berharap program ini dapat terus berjalan dan bertahan selamanya.

“Dengan BPJS, kami merasa tenang. Kami tidak perlu khawatir dengan biaya besar, baik untuk persalinan maupun pengobatan anak-anak. BPJS Kesehatan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan kami. Semoga layanan ini dapat terus ada dan berkembang, agar bisa membantu lebih banyak orang,” tutupnya. (ns)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-03-04 at 11.51
Pasca OTT KPK, Wabup Sukirman Pastikan Gaji ke-13 dan THR ASN Pemkab Pekalongan Aman
WhatsApp Image 2026-03-04 at 11.28
Usai OTT KPK, Sukirman: Pemerintahan Tetap Jalan, Kita Hormati Proses Hukum
WhatsApp Image 2026-03-03 at 14.18
OTT KPK di Pekalongan Meluas, 8 Mobil Termasuk Denza D9 Disegel di Rumah Dinas Bupati
WhatsApp Image 2026-03-03 at 12.35
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Sejumlah Kantor dan Rumah Dinas Disegel

TERKINI

WhatsApp Image 2026-03-04 at 11.51
Pasca OTT KPK, Wabup Sukirman Pastikan Gaji ke-13 dan THR ASN Pemkab Pekalongan Aman
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, memastikan pembayaran gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam kondisi aman...
WhatsApp Image 2026-03-04 at 11.28
Usai OTT KPK, Sukirman: Pemerintahan Tetap Jalan, Kita Hormati Proses Hukum
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, memastikan roda pemerintahan di Kabupaten Pekalongan tetap berjalan normal pasca penangkapan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam operasi tangkap tangan (OTT)...
WhatsApp Image 2026-03-03 at 14.18
OTT KPK di Pekalongan Meluas, 8 Mobil Termasuk Denza D9 Disegel di Rumah Dinas Bupati
KAJEN – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terus berkembang. Selain penyegelan sejumlah ruang kantor di lingkungan Sekretariat...
WhatsApp Image 2026-03-03 at 12.35
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Sejumlah Kantor dan Rumah Dinas Disegel
KAJEN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026). Dalam operasi tersebut, KPK menyegel sedikitnya tiga...
WhatsApp Image 2026-03-02 at 11.49
RSUD Kraton Turun ke Desa, Bawa Dokter Spesialis Edukasi Bahaya Obesitas bagi Perempuan
PEKALONGAN – Akses layanan kesehatan spesialis tak lagi harus menunggu antrean panjang di rumah sakit. RSUD Kraton Pekalongan kembali menegaskan perannya dalam menyehatkan masyarakat melalui program SPELING...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-03-04 at 11.51
Pasca OTT KPK, Wabup Sukirman Pastikan Gaji ke-13 dan THR ASN Pemkab Pekalongan Aman
YULIAN
Dituding Ada Selisih Hibah 3 Miliar, Yulian Akbar: ‘KPK Tidak Temukan Itu'
Fadia 2
Rotasi Senyap 9 Pejabat Eselon II : Kenapa Fadia Menunggu Tiga Bulan untuk Menekan Tombol Pelantikan?