KAJEN – Sebanyak 267 mahasiswa Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan resmi diterjunkan ke 26 desa di Kabupaten Pekalongan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke-5 dan KKN Tematik ke-2 Tahun 2026.
Mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di desa-desa yang tersebar di Kecamatan Karanganyar, Doro, dan Paninggaran setelah mengikuti pembekalan yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITSNU Pekalongan di Aula ITSNU Pekalongan.
Program tersebut mengusung tema “Sinergi Kearifan Lokal dan Teknologi Masa Depan untuk Membangun Masyarakat Mandiri yang Tangguh dan Berkelanjutan”. Melalui tema itu, ITSNU Pekalongan mendorong mahasiswa mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rektor ITSNU Pekalongan, Dr. M. H. Ali Imron, S.E., M.Si., menegaskan KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung bersama masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan desa.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat, menghadirkan solusi yang inovatif, serta mengabdikan ilmu pengetahuan demi kemajuan desa. Jadilah duta ITSNU Pekalongan yang menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi akhlakul karimah, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ali Imron.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh pembekalan mengenai arah pembangunan daerah dari perwakilan Bapperida Kabupaten Pekalongan. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penyelarasan program kerja mahasiswa dengan prioritas pembangunan desa di Kabupaten Pekalongan.

Selain itu, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, K.H. Tiqrar, memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai ke-NU-an, etika bermasyarakat, semangat gotong royong, moderasi, serta pentingnya membangun pengabdian yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Kepala LPPM ITSNU Pekalongan, Aria Mulyapradan, S.Psi., M.A., memberikan arahan teknis terkait pelaksanaan KKN, mulai dari koordinasi dengan pemerintah desa, penyusunan program kerja, administrasi kegiatan hingga mekanisme pelaporan selama masa pengabdian.
KKN Reguler ke-5 akan dilaksanakan di 21 desa yang berada di Kecamatan Doro, Karanganyar, dan Paninggaran. Adapun KKN Tematik ke-2 akan berlangsung di lima desa, yakni Desa Doro, Sawangan, dan Kutosari di Kecamatan Doro serta Desa Karangsari dan Kayugeritan di Kecamatan Karanganyar.
Berbeda dengan KKN reguler, KKN Tematik difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi, UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi sesuai potensi lokal.
Dalam sesi pembekalan KKN Tematik, mahasiswa juga menerima materi dari Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan mengenai strategi pengembangan koperasi dan UMKM serta peluang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk memperkuat ekonomi desa.
Melalui dua skema KKN tersebut, ITSNU Pekalongan menargetkan mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja selama masa pengabdian, tetapi juga mampu meninggalkan dampak yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, Nahdlatul Ulama, dan masyarakat. (Gus)