PEKALONGAN – Transformasi besar tengah dilakukan RSUD Kraton. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan ini bersiap meninggalkan gedung lama di wilayah Kota Pekalongan dan beralih ke fasilitas baru yang lebih modern di Wiradesa.
Langkah ini bukan sekadar pindah lokasi, melainkan upaya serius meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Direktur RSUD Kraton, Dr. dr. Henny Rosita, Sp.KJ., M.Kes., dalam wawancara pada Rabu (15/4/2026) diruang kerjanya, menjelaskan bahwa proses perpindahan masih menunggu rampungnya pembangunan tahap akhir.
“Pembangunan tahap ketiga ditargetkan selesai November 2026. Untuk perpindahan operasional, diperkirakan akhir Desember 2026 atau awal 2027,” jelasnya.
Keterbatasan Lahan hingga Masalah Rob
Menurut Henny Rosita, ada sejumlah faktor yang mendorong relokasi ini. Selain keterbatasan lahan di lokasi lama, kondisi geografis yang kerap terdampak banjir dan rob juga menjadi kendala serius dalam pengembangan layanan.
“Lokasi lama memang sudah tidak memungkinkan untuk pengembangan optimal. Selain itu, secara administratif RSUD Kraton adalah milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan, sehingga lebih ideal berada di wilayah kabupaten,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, lokasi baru di jalur Pantura memberikan nilai strategis karena memudahkan akses masyarakat, termasuk pasien rujukan dari wilayah sekitar.

Tak hanya itu, persoalan kepemilikan lahan di lokasi lama juga menjadi pertimbangan. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang telah inkrah, sebagian lahan diketahui milik Kesusteran Santa Bunda Maria.
Fasilitas Lebih Modern dan Terintegrasi
Perubahan paling mencolok terlihat pada konsep bangunan dan fasilitas. Jika sebelumnya layanan tersebar di berbagai titik bangunan lama, kini seluruh unit akan terintegrasi dalam satu sistem yang lebih modern.
Gedung baru juga telah disesuaikan dengan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai Perpres Nomor 59 Tahun 2024. Dalam skema ini, satu kamar maksimal diisi empat pasien, lebih nyaman dibanding sebelumnya yang bisa mencapai enam hingga tujuh pasien.
Selain itu, fasilitas penunjang seperti IGD, radiologi, dan laboratorium akan hadir dengan kapasitas lebih luas dan teknologi yang lebih mutakhir.
Meski luas lahan relatif sama, sekitar dua hektare, luas bangunan di lokasi baru jauh lebih besar dan dirancang lebih efisien. Area parkir yang luas serta ruang terbuka hijau juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan pasien dan keluarga.
Proyek Ratusan Miliar, Dikerjakan Bertahap
Pembangunan RSUD Kraton di Wiradesa dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama dan kedua telah rampung 100 persen.
Sementara tahap ketiga dijadwalkan mulai akhir bulan Mei atau awal Juni 2026, setelah proses lelang pada bulan April sampai dengan Mei, dengan target selesai akhir November 2026.
“Total anggaran dari tahap satu sampai tiga sekitar Rp195,5 miliar, dan masih dimungkinkan bertambah sesuai kebutuhan pengembangan fasilitas,” terang Henny.
Menuju Rumah Sakit Rujukan Pantura
Dengan seluruh pengembangan tersebut, RSUD Kraton menargetkan diri menjadi rumah sakit rujukan unggulan di wilayah Pantura.
Manajemen berharap kehadiran gedung baru di Wiradesa mampu memberikan layanan yang lebih nyaman, aman, dan manusiawi bagi masyarakat, sekaligus memperluas akses layanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan.
Transformasi ini menjadi sinyal kuat bahwa RSUD Kraton tidak ingin berjalan di tempat, melainkan siap “naik kelas” menjawab tantangan layanan kesehatan yang terus berkembang. (Gus)