KAJEN — Pembangunan ruas jalan Bukur–Ponolawen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, telah rampung. Namun, jalan tersebut belum bisa langsung digunakan karena masih menunggu masa waktu teknis sebelum dibuka untuk kendaraan.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman turun langsung mengecek hasil pekerjaan pada Selasa (15/9/2026). Tidak hanya melihat kondisi jalan, Sukirman juga melakukan pengecekan ukuran secara langsung menggunakan meteran untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
Menurut Sukirman, jalan yang baru selesai dibangun tersebut masih membutuhkan waktu sebelum dapat dilalui masyarakat.
“Alhamdulillah, pembangunan ruas jalan Bukur Ponolawen telah selesai. Tinggal menunggu secara teknis, periode waktu untuk bisa dilalui,” kata Sukirman.
Ia menjelaskan, jalan tidak bisa langsung digunakan setelah pekerjaan selesai karena dikhawatirkan memengaruhi konstruksi yang baru dikerjakan.
“Karena kalau jadi langsung dilalui, pasti ada konstruksi-konstruksi yang berubah. Maka sesuai pengawas, sesuai dengan kesepakatan, memang sesuai aturannya begitu. Baru nanti setelah 21 hari baru bisa dilalui. Ini baru seminggu,” ujarnya.
Sukirman juga meminta masyarakat ikut menjaga jalan yang baru dibangun tersebut. Menurutnya, perawatan jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian warga.
“Nah, terus saya juga meminta tolong ini kepada warga. Yang pertama, tentu saja kita rawat jalan ini baik-baik,” katanya.
Selain perawatan, ia meminta warga yang berada di depan rumah maupun warung untuk sementara membuat oprit atau penghubung menuju badan jalan secara mandiri.
“Yang kedua, bikin apa namanya, Pak Kades? Oprit, ya sementara secara mandiri. Tetapi kalau yang di ruas-ruas pertigaan, pasti nanti juga akan dibikinkan oprit atau ruas penghubungnya begitu,” jelas Sukirman.
Dalam pengecekan tersebut, Sukirman juga memastikan ukuran fisik jalan. Ia menyebut panjang ruas yang dibangun sekitar 300 meter dengan lebar sekitar 5 meter dan ketebalan 30 sentimeter.
“Kalau panjangnya ini kurang lebih 300 meter. Terus kalau lebarnya, 5 meter. Terus kalau tingginya 30 sentimeter,” ungkapnya.
Bahkan, dari hasil pengecekan langsung di lapangan, Sukirman menyebut terdapat space yang menurutnya mencapai lebih dari 10 sentimeter, baik pada ukuran lebar maupun ketebalan.
“Bahkan tadi ada space yang kira-kira sampai 10 sentimeter lebih, baik lebar maupun dari ketebalan,” katanya.
Pengecekan langsung menggunakan meteran tersebut dilakukan untuk melihat kondisi hasil pekerjaan di lapangan secara lebih detail, sekaligus memastikan ukuran jalan yang telah dibangun sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.
Untuk sementara, masyarakat diminta bersabar dan tidak melintasi ruas jalan tersebut sebelum masa teknis yang ditentukan terpenuhi. (Gus)