KEDUNGWUNI – Trofi Open Turnamen Bhayangkara Cup 2026 akhirnya menemukan pelabuhan terakhirnya. Setelah pertarungan sengit yang berlangsung bak partai hidup-mati, AWON FC Wonoyoso sukses merobohkan perlawanan Pandawa Lima FC Kedungwuni melalui drama adu penalti 7-6 pada laga final di Stadion Widya Manggala Krida, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jumat (31/7/2026) sore.
Sekitar 3.000 pasang mata memadati tribun stadion dan menjadi saksi duel dua tim terbaik yang saling mengunci ruang gerak sejak menit pertama. Bola terus bergulir dari satu kotak penalti ke kotak penalti lain, tetapi rapatnya barisan pertahanan membuat setiap peluang gagal berubah menjadi gol.
Hingga peluit panjang mengakhiri waktu normal, papan skor tetap membisu di angka 0-0. Ketegangan pun mencapai puncaknya ketika pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti, arena yang kerap disebut sebagai panggung keberanian terakhir.
Di bawah tekanan tinggi, para algojo AWON FC tampil lebih dingin. Satu demi satu tendangan berhasil bersarang ke gawang hingga akhirnya kemenangan 7-6 memastikan tim asal Wonoyoso mengangkat trofi juara Bhayangkara Cup 2026.
Pandawa Lima FC harus puas mengakhiri perjalanan sebagai runner-up setelah memberikan perlawanan tanpa kompromi sepanjang pertandingan. Sementara Persaga FC dan Regen FC menutup turnamen sebagai juara ketiga bersama.

Turnamen yang berlangsung sejak 30 Juni hingga 31 Juli 2026 itu menjadi salah satu kompetisi sepak bola paling bergengsi di Kabupaten Pekalongan. Selama sebulan penuh, puluhan pertandingan tersaji dengan tensi tinggi namun tetap berjalan lancar hingga laga puncak usai dimainkan.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen, mulai panitia, peserta, suporter hingga personel yang bertugas di lapangan.
“Kami mengucapkan selamat kepada AWON FC yang berhasil menjadi juara Open Turnamen Bhayangkara Cup 2026. Terima kasih kepada seluruh tim peserta, panitia, stakeholder, serta masyarakat yang telah menjaga sportivitas dan keamanan selama turnamen berlangsung. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Semoga turnamen ini menjadi wadah pembinaan atlet sepak bola sekaligus mempererat silaturahmi dan persatuan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Berakhirnya Bhayangkara Cup 2026 tidak sekadar menutup rangkaian pertandingan. Kompetisi ini menjadi penanda bahwa atmosfer sepak bola di Kabupaten Pekalongan terus hidup, melahirkan persaingan sehat, membuka ruang pembinaan pemain, dan menghadirkan tontonan yang mampu menyatukan ribuan pencinta sepak bola di bawah semangat sportivitas.
Sumber : Humas Polres Pekalongan