Advertise

KABAR RASIKA

Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Menggema di DPRD, KTP : “Biang Keroknya Sekda!”

Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Menggema di DPRD, KTP : “Biang Keroknya Sekda!”

Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Menggema di DPRD, KTP : “Biang Keroknya Sekda!”

Mustofa Amin bersama sejumlah anggota Koalisi Transparansi Pekalongan (KTP) membentangkan kertas bertuliskan “Mosi Tidak Percaya Kepada Sekda” saat audiensi dengan DPRD Kabupaten Pekalongan di Ruang Rapat Komisi A, Senin (15/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas tidak hadirnya Sekretaris Daerah dalam pembahasan polemik revitalisasi eks Pendopo Nusantara. (Dok. Bagus – Rasika FM Pekalongan)

KAJEN – Audiensi antara Koalisi Transparansi Pekalongan (KTP) dengan DPRD Kabupaten Pekalongan di Ruang Rapat Komisi A, Senin (15/6/2026), berlangsung panas. Ketegangan memuncak saat salah satu perwakilan KTP, Mustofa Amin, menggebrak meja dan bersama sejumlah rekannya membentangkan kertas bertuliskan “Mosi Tidak Percaya Kepada Sekda”.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan KTP terhadap belum hadirnya Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan dan pihak penyewa dalam forum yang membahas polemik rehabilitasi dan revitalisasi eks Pendopo Nusantara.

Sejak awal audiensi, KTP mendesak agar DPRD lebih serius mengusut berbagai persoalan yang dinilai masih menyelimuti proyek tersebut. Suasana rapat beberapa kali memanas ketika peserta audiensi meminta kejelasan mengenai langkah DPRD serta alasan belum dihadirkannya pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menegaskan bahwa DPRD akan menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, hasil audiensi akan dibahas lebih lanjut melalui rapat pimpinan sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Nanti akan kami rapatkan di pimpinan. Apakah dibentuk Pokja atau Pansus, itu akan diputuskan dalam rapat pimpinan. Setelah itu kami akan mengundang pihak eksekutif yang memiliki kompetensi terkait pendopo, baik menyangkut aset, Setda maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan penyerahan kepada pihak ketiga. Hasilnya nanti akan kami publikasikan kepada masyarakat,” kata Abdul Munir.

Ia menegaskan dukungan masyarakat justru menjadi dorongan bagi DPRD untuk lebih berani mengawal persoalan tersebut.

“Dukungan panjenengan seperti ini akan menjadi suplemen, menjadi vitamin bagi kami untuk lebih berani. Saya mohon dukungan agar pendopo yang kita miliki bisa kita selamatkan,” ujarnya.

Munir juga menegaskan DPRD tidak akan mengintervensi proses yang saat ini menjadi perhatian aparat penegak hukum.

“Kejaksaan Tinggi tentu sudah mempelajari itu. Kami tidak akan intervensi kepada Kejaksaan,” tegasnya.

Terkait tuntutan KTP agar Sekda dihadirkan dalam forum tersebut, Munir menjelaskan bahwa audiensi hari itu merupakan pertemuan antara KTP dengan DPRD sehingga belum ada agenda pemanggilan terhadap Sekda.

“Ini audiensi dari KTP kepada DPRD. Masukan-masukan masyarakat akan kami tindak lanjuti. Untuk urusan pemanggilan nanti menjadi ranah DPRD,” katanya.

Dalam audiensi itu, Plt Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Pekalongan, Kistoro, mengaku pihaknya sejak awal tidak dilibatkan dalam proses yang sedang dipersoalkan.

“Betul apa yang disampaikan pimpinan rapat, dari awal Bagian Hukum tidak dilibatkan. Sampai sekarang saya sebagai Plt baru mengikuti prosedurnya. Sebaiknya menunggu keputusan pimpinan dan menunggu pihak-pihak yang terkait diundang,” kata Kistoro.

Ia juga menyebut dirinya tidak memiliki banyak informasi mengenai proses awal karena bukan pihak yang terlibat langsung.

Sementara itu, Mustofa Amin yang mewakili KTP tetap menunjukkan sikap keras terhadap Sekda Kabupaten Pekalongan. Usai rapat, ia secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil audiensi.

“Biang keroknya Sekda. Sudah jelas yang tanda tangan (surat perjanjian sewa) itu enggak mau hadir,” ujar Mustofa kepada wartawan.

Menurutnya, audiensi belum menghasilkan jawaban yang diharapkan karena pihak yang dianggap paling mengetahui persoalan tersebut belum hadir memberikan penjelasan.

“Hasilnya menurut saya ya nunggu Sekda. Komentar dari Sekda,” katanya.

Mustofa juga menyinggung persoalan yang menurutnya berkaitan dengan dokumen lingkungan dan dampaknya terhadap pelaku usaha.

“Tadi sudah disinggung, Amdal enggak ada. Padahal korbannya UMKM. Korban semua nantinya kalau memang ini diambil alih,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah puas dengan hasil audiensi yang difasilitasi DPRD, Mustofa menjawab singkat namun tegas.

“Belum puas.”

Bahkan jawaban itu ia ulang beberapa kali ketika kembali ditanya wartawan mengenai hasil pertemuan tersebut.

“Belum puas. Sebelum Sekda hadir di depan saya, saya belum puas,” tegasnya.

KTP juga meminta agar agenda lanjutan segera digelar dengan menghadirkan Sekda Kabupaten Pekalongan untuk memberikan penjelasan secara langsung di hadapan publik dan DPRD.

Hingga audiensi berakhir, DPRD Kabupaten Pekalongan menyatakan akan menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan KTP melalui mekanisme rapat pimpinan sebelum menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan pembentukan Pokja maupun Panitia Khusus (Pansus) untuk mendalami polemik eks Pendopo Nusantara. (gus)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-06-10 at 12.11
34 Kades Segera Turun Tahta, Pilkades Serentak Pekalongan Mulai Dipanaskan
WhatsApp Image 2026-06-07 at 10.36
DPRD Kab. Pekalongan Disorot : Giliran Kunker Lengkap, Giliran Rapat Kok Banyak Kursi Kosong?
WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara

TERKINI

IMG-20260613-WA0009
Kerumunan Pemuda Diduga Hendak Tawuran di Kajen Dibubarkan, Tiga Orang Diamankan
KAJEN – Sejumlah pemuda yang berkumpul di kawasan Taman Pendopo Kajen, Kabupaten Pekalongan, dibubarkan aparat kepolisian pada Jumat (12/6/2026) dini hari setelah muncul laporan masyarakat mengenai potensi...
WhatsApp Image 2026-06-10 at 12.11
34 Kades Segera Turun Tahta, Pilkades Serentak Pekalongan Mulai Dipanaskan
KAJEN – Persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Pekalongan mulai dibahas serius. DPRD Kabupaten Pekalongan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Bagian Hukum, serta...
WhatsApp Image 2026-06-07 at 10.36
DPRD Kab. Pekalongan Disorot : Giliran Kunker Lengkap, Giliran Rapat Kok Banyak Kursi Kosong?
KAJEN – Agenda kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Kabupaten Pekalongan kembali menuai sorotan dari sejumlah elemen masyarakat sipil. Di tengah berbagai persoalan daerah, mulai dari infrastruktur rusak...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 11.35
Kaca Rumah Mertua Dipecahkan, Perselisihan Keluarga di Duwet Berakhir Lewat Mediasi
KAJEN – Perselisihan keluarga yang berujung pada perusakan kaca jendela rumah di Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, berhasil diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan perangkat lingkungan...
WhatsApp Image 2026-06-04 at 10.43
Dishub Kab. Pekalongan Turun Tangan, Pak Ogah di Simpang Padat Lalu Lintas Dibina Usai Dikeluhkan Pengendara
KAJEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan memberikan pembinaan kepada sejumlah relawan pengatur lalu lintas atau yang kerap disebut “Pak Ogah” di beberapa titik jalan strategis...
Muat Lebih

POPULER

IMG-20260127-WA0009
Tiga Pemuda di Talun Diamankan, Diduga Terlibat Peredaran Bibit Tembakau Sintetis
Fadia 2
Rotasi Senyap 9 Pejabat Eselon II : Kenapa Fadia Menunggu Tiga Bulan untuk Menekan Tombol Pelantikan?
LOGO HARI JADI 403 (1)
Makna dan Filosofi Logo Hari Jadi Kabupaten Pekalongan 2025