KAJEN – Antusiasme masyarakat mencari pekerjaan terlihat dalam pelaksanaan Job Fair 2026 yang digelar Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Pekalongan, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 1.184 pencari kerja memadati Aula ITS NU Pekalongan untuk mengakses peluang kerja yang ditawarkan oleh 21 perusahaan peserta.
Kegiatan bertajuk “Peluang Karier yang Adaptif di Era Digital” tersebut menjadi sarana mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri, sekaligus membuka akses informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang.
Job Fair ITS NU Pekalongan yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, didampingi Rektor ITS NU Pekalongan, Dr. Ali Imron. Setelah pembukaan, rombongan meninjau stan-stan perusahaan peserta.
Puluhan perusahaan dari berbagai sektor ambil bagian dalam kegiatan tersebut, mulai dari perbankan, telekomunikasi, ritel, manufaktur hingga jasa. Di antaranya BRI, BTPN Syariah, Indomaret, Indosat, Mie Gacoan, XL Smart, FIF, TBS Food, Batang Alum, Multi Garmen Jaya, Kopena dan sejumlah perusahaan lainnya.
Rektor ITS NU Pekalongan, Dr. Ali Imron, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi lowongan kerja masih sangat besar.
“Alhamdulillah, Job Fair ITS NU Pekalongan hari ini diikuti oleh 21 perusahaan dengan 61 formasi jabatan dan menyediakan sekitar 400 lowongan pekerjaan. Jumlah pencari kerja yang hadir mencapai 1.184 orang. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan membantu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” ujarnya.
Menurut Ali Imron, selain membuka lowongan kerja, kegiatan tersebut juga memberi kesempatan lebih luas kepada peserta untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan. Dari total peserta perusahaan, sembilan di antaranya menyediakan layanan walk-in interview atau wawancara langsung di lokasi.
Ia berharap pencari kerja yang belum berhasil memperoleh pekerjaan tidak berhenti berupaya meningkatkan kemampuan diri. Menurutnya, peningkatan kompetensi melalui program upskilling dan reskilling menjadi kebutuhan penting agar mampu memenuhi tuntutan dunia kerja yang terus berubah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, menilai tantangan lulusan saat ini bukan sekadar menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan industri yang semakin dinamis.
“Tantangan terbesar bagi lulusan bukan hanya lulus kuliah, tetapi bagaimana mereka siap kerja dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia industri,” katanya.
Ia mengungkapkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Pekalongan saat ini berada di bawah rata-rata provinsi dan termasuk yang terendah. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak lepas dari kontribusi dunia usaha yang terus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Data menunjukkan TPT Kabupaten Pekalongan termasuk yang terendah dan jauh di bawah angka provinsi. Ini semua berkat partisipasi para pengusaha yang terus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat,” jelasnya.
Siti menambahkan, job fair menjadi salah satu instrumen yang efektif untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan ketersediaan tenaga kerja. Karena itu, pihaknya mengapresiasi ITS NU Pekalongan yang secara konsisten menghadirkan ruang temu antara pencari kerja dan pelaku industri.
“Kami mengapresiasi ITS NU Pekalongan karena melalui forum job fair ini manfaat yang diberikan sangat besar. Para pencari kerja diharapkan tidak hanya memanfaatkan kesempatan untuk melamar pekerjaan, tetapi juga menggali informasi mengenai kompetensi dan potensi yang dibutuhkan oleh perusahaan,” tuturnya.
Meski jumlah lowongan yang tersedia sekitar 400 posisi, jauh lebih sedikit dibanding jumlah pencari kerja yang hadir, kegiatan tersebut tetap menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperluas akses kerja sekaligus memahami keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri di era digital. (gus)