Advertise

KABAR RASIKA

SKNC 2026 Bikin Heboh, PCNU Pekalongan Ungkap Ogoh-ogoh Sudah Dilarang Sejak Awal

SKNC 2026 Bikin Heboh, PCNU Pekalongan Ungkap Ogoh-ogoh Sudah Dilarang Sejak Awal

SKNC 2026 Bikin Heboh, PCNU Pekalongan Ungkap Ogoh-ogoh Sudah Dilarang Sejak Awal

Sejumlah kiai dan tokoh agama Kabupaten Pekalongan berkumpul membahas polemik Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 serta pentingnya pendampingan dan edukasi terhadap kreativitas generasi muda agar tetap sejalan dengan nilai agama dan norma masyarakat (dok. istimewa)

PEKALONGAN – Polemik Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 ikut mendapat sorotan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan. PCNU menilai kreativitas anak muda tetap harus diberi ruang, tetapi tidak boleh lepas dari nilai agama dan norma masyarakat.

Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH Muslih Khudori, menyebut munculnya sejumlah tampilan dalam SKNC 2026 tidak terlepas dari keinginan generasi muda mengekspresikan kreativitas.

Namun, keterbatasan literasi dan pemahaman terhadap norma dinilai menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

“Pada dasarnya mereka itu anak muda yang mungkin tidak tahu atau kurang literasi. Sehingga mereka ingin mengekspresikan dengan model yang heboh bagi mereka. Mereka tidak tahu apakah nilai yang ditampilkan itu bersinggungan dengan nilai-nilai yang tidak sopan dan lain sebagainya,” kata KH Muslih saat diwawancarai dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh agama dan pemangku kepentingan, Selasa malam, 15 September 2026.

PCNU mendorong edukasi dan pendampingan terhadap generasi muda dilakukan secara berkelanjutan, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan kreativitas.

“Kami dari PCNU berharap agar selalu mengantarkan edukasi dalam segala kegiatan yang menyangkut kreativitas anak muda, khususnya di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

KH Muslih mengungkapkan, imbauan agar ogoh-ogoh atau patung-patung besar tidak ditampilkan dalam kegiatan sebenarnya telah disampaikan sebelumnya.

“Kalau saya pribadi sudah menyampaikan, karena saya juga terlibat di desa itu. Bahkan untuk kegiatan yang menampilkan patung-patung besar (ogoh-ogoh) itu pun sudah disampaikan agar tidak dilakukan lagi,” jelasnya.

Ia mengaku tidak menyangka dalam pelaksanaan SKNC 2026 kembali muncul tampilan yang kemudian menjadi sorotan. Menurutnya, sejumlah norma dan imbauan sebelumnya sudah disampaikan kepada masyarakat maupun panitia.

“Bahkan kumpul muda-mudi juga sudah tidak diperbolehkan oleh ulama-ulama setempat. Kemudian menampilkan ogoh-ogoh juga sudah tidak diperbolehkan. Ada norma bagi mereka yang ingin menampilkan kreativitas,” katanya.

PCNU berharap persoalan tersebut menjadi evaluasi bersama. Pengawasan, menurut KH Muslih, perlu dilakukan sejak awal persiapan kegiatan, bukan ketika persoalan sudah muncul.

“Yang sudah terjadi, kita harap ke depan tidak terjadi lagi. Kita ganti dengan kegiatan yang lebih islami. Paling tidak kita ikut memantau dari awal kegiatan, sehingga jangan sampai kecolongan di akhir,” tegasnya.

Ia menilai koordinasi antara panitia dengan tokoh agama dan masyarakat perlu dilakukan lebih awal agar bentuk kreativitas yang ditampilkan tidak menimbulkan persoalan.

“Di luar kemampuan panitia karena merasa ingin menampilkan yang lain daripada yang lain, itu yang terjadi,” pungkasnya. (Gus)

Tag :

BACA JUGA :

PKB 2
Carnival Simbang Kulon Disorot Gegara Dikira Ritual Setan, PKB dan Para Kiai Turun Tangan
WhatsApp Image 2026-09-15 at 16.00
Jalan Bukur - Ponolawen Kesesi Rampung, Sukirman Cek Ketebalan Langsung Pakai Meteran
WhatsApp Image 2026-09-15 at 09.44
Pilkades Kabupaten Pekalongan 2026 Masuk Tahap Verifikasi
WhatsApp Image 2026-09-15 at 09.07
Kejurkab 404 Pekalongan Digelar, Puluhan SMP Adu Kekuatan: Bibit Atlet Muda Mulai Diburu

TERKINI

PKB 2
Carnival Simbang Kulon Disorot Gegara Dikira Ritual Setan, PKB dan Para Kiai Turun Tangan
PEKALONGAN – Polemik Simbang Kulon Night Carnival 2026 yang sempat meledak di media sosial akhirnya dibawa ke meja evaluasi. Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama sejumlah kiai, tokoh...
WhatsApp Image 2026-09-15 at 16.00
Jalan Bukur - Ponolawen Kesesi Rampung, Sukirman Cek Ketebalan Langsung Pakai Meteran
KAJEN — Pembangunan ruas jalan Bukur–Ponolawen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, telah rampung. Namun, jalan tersebut belum bisa langsung digunakan karena masih menunggu masa waktu teknis sebelum...
WhatsApp Image 2026-09-15 at 09.44
Pilkades Kabupaten Pekalongan 2026 Masuk Tahap Verifikasi
KAJEN — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Pekalongan 2026 mulai memasuki proses verifikasi berkas pendaftaran bakal calon kepala desa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)...
WhatsApp Image 2026-09-15 at 09.07
Kejurkab 404 Pekalongan Digelar, Puluhan SMP Adu Kekuatan: Bibit Atlet Muda Mulai Diburu
KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai membidik bibit atlet muda melalui Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) 404 Pekalongan. Ajang olahraga tingkat SMP/MTs/sederajat ini mempertandingkan bola voli dan...
WhatsApp Image 2026-09-11 at 12.14
Skandal CCTV SDN 02 Langkap: Warga Tolak Kepsek Mesum Cuma Pindah Sekolah, PTDH Harga Mati!
KAJEN – Kesabaran warga Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan sudah habis. Skandal dugaan asusila yang melibatkan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) dan Guru di SDN 02 Langkap sukses membuat...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-09-15 at 16.00
Jalan Bukur - Ponolawen Kesesi Rampung, Sukirman Cek Ketebalan Langsung Pakai Meteran
WhatsApp Image 2026-09-07 at 11.30
Viral Video Dua Guru di Langkap, Sukirman Buka Suara: Bisa Berujung Dipecat!
WhatsApp Image 2026-09-07 at 10.55
Video Guru SD Langkap Bikin Geger, Dindikbud Pekalongan Siapkan Sanksi hingga Pencabutan Jabatan