Advertise

KABAR RASIKA

Polemik Sewa Eks Pendopo : FORMASI Desak APH Turun Tangan, Pengelola Pendopo Nusantara Buka Suara

Polemik Sewa Eks Pendopo : FORMASI Desak APH Turun Tangan, Pengelola Pendopo Nusantara Buka Suara

Polemik Sewa Eks Pendopo : FORMASI Desak APH Turun Tangan, Pengelola Pendopo Nusantara Buka Suara

Kawasan eks Pendopo Kabupaten Pekalongan yang kini wajahnya berubah lebih modern setelah renovasi dan penataan kawasan (dok. istimewa).

Polemik tunggakan sewa Pendopo Nusantara terus memanas. Ketua FORMASI Kabupaten Pekalongan mendesak tindakan tegas, sementara pihak pengelola mengaku hanya menjalankan operasional lapangan.

PEKALONGAN – Polemik tunggakan pembayaran sewa kawasan Pendopo Nusantara atau eks Pendopo Kabupaten Pekalongan di Jalan Nusantara, Kota Pekalongan, terus menjadi sorotan publik. Nilai kontrak kerja sama yang mencapai Rp2,9 miliar kini memunculkan pertanyaan serius setelah pembayaran yang masuk disebut baru sekitar Rp290 juta, padahal masa kontrak telah berjalan memasuki tahun kedua.

Sorotan terbaru datang dari Ketua FORMASI (Forum Masyarakat Sipil) Kabupaten Pekalongan, Mustajdirin, yang mendesak Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan aparat penegak hukum mengambil langkah tegas terkait persoalan tersebut.

“Kalau saya intinya, Sekda dalam hal ini Bapak Dr. Julian Akbar untuk tegaslah melakukan pemanggilan. Karena ini sudah di tahun kedua. Yang notabene harus masuk ke kas daerah sesuai kesepakatan itu Rp1,16 miliar, tapi baru masuk sekitar Rp290 juta,” ujarnya pada Senin (11/05/2026).

Menurut Mustajdirin, selisih pembayaran tersebut dinilai terlalu jauh dari kewajiban yang seharusnya dipenuhi berdasarkan isi kontrak.

“Itu kan terlalu jauh dalam hitungan. Potensi kerugian negara atau daerah itu sekitar Rp800-an juta,” tegasnya.

Dinilai Berdampak pada PAD

Mustajdirin menilai persoalan ini tidak sekadar menyangkut wanprestasi kontrak, tetapi juga berpotensi memengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Seharusnya uang itu bisa digunakan sebagai Pendapatan Asli Daerah untuk membangun Kabupaten Pekalongan. Akhirnya Kabupaten Pekalongan mengalami kebocoran anggaran,” katanya.

Ia meminta persoalan tersebut tidak lagi dipandang sekadar hubungan kerja sama biasa antara pemerintah dan pihak rekanan.

“Ini sudah tidak menyangkut istilahnya teman, kawan, atau rekanan. Karena ini sudah menyangkut masalah hukum,” lanjutnya.

Desak Kejaksaan dan Kepolisian Turun Tangan

FORMASI juga meminta aparat penegak hukum ikut mengawal persoalan tersebut.

“Saya minta selaku penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan maupun pihak Kepolisian supaya turun tangan. Jangan tutup mata dan tutup telinga,” ujar Mustajdirin.

Meski demikian, ia mengaku masih menyiapkan sejumlah bukti tambahan sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.

“Insyaallah dalam waktu dekat ini saya akan mencari bukti-bukti untuk melengkapi pelaporan ke aparat penegak hukum. Mau itu pidana atau perdata saya tidak masalah, yang penting ada konsekuensi hukumnya,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan demi penyelamatan keuangan daerah.

“Intinya penyelamatan uang negara, atau dalam hal ini uang daerah,” tandasnya.

Pengelola Lapangan Akui Pembayaran Baru Rp290 Juta

Di tengah menguatnya sorotan publik, pihak pengelola kawasan Pendopo Nusantara akhirnya ikut memberikan penjelasan.

Mubarok, yang mengaku pernah ditugaskan sebagai pelaksana pengelolaan kawasan di bawah CV Pendopo Bangun Bersama, menyatakan dirinya tidak berada pada posisi pengambil keputusan dalam perjanjian utama sewa aset daerah tersebut.

“Secara prinsip itu antar pihaknya Pemkab sama Penyewa. Jadi kalau terkait masalah sewa-menyewa saya nggak berani komentar, takut salah,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon, Senin (11/05/2026).

Namun demikian, Mubarok membenarkan bahwa pembayaran yang masuk disebut baru sekitar Rp290 juta.

Saat ditanya apakah pembayaran seharusnya sudah memasuki angsuran ketiga atau keempat, ia menjawab, “Ketiga… iya, jalan keempat.”

Pernyataan tersebut memperkuat informasi sebelumnya mengenai belum terpenuhinya kewajiban pembayaran sesuai mekanisme kontrak.

Tagihan Disebut Pernah Dititipkan Lewat Pengelola

Mubarok juga mengungkapkan bahwa dirinya beberapa kali menerima titipan informasi penagihan dari pihak aset pemerintah daerah untuk diteruskan kepada pihak penyewa utama.

“Kadang dititipkan ke saya nanti saya kirimkan ke penyewa utama, ‘ini Mas, tagihan’, begitu,” katanya.

Ia menduga langkah tersebut dilakukan karena pihak terkait mengalami kesulitan berkomunikasi langsung dengan pihak penyewa.

“Mungkin kalau (bagian) aset mau menghubungi penyewa utama susah atau gimana, dititipkan ke saya,” lanjutnya.

Mengaku Sudah Tidak Punya Kewenangan

Meski namanya disebut sebagai bagian dari pengelola kawasan, Mubarok menegaskan dirinya kini tidak lagi memiliki kewenangan penuh dalam operasional Pendopo Nusantara.

“Sekarang saya sudah nggak dikasih kewenangan lagi di situ,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan saat ini telah ditangani admin baru dan tim hukum yang ditunjuk pihak penyewa utama.

“Pihak penyewa sudah kasih admin di sana, terus juga sudah ada tim hukum atau apa ya namanya untuk meng-handle sana,” pungkasnya.

 

Tim Redaksi Rasika Radionetwork

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-06-18 at 06.38
Peredaran Rokok Ilegal Masih Ditemukan, Pemkab Pekalongan Minta Masyarakat Aktif Melapor
KTP 3
Kejati Sudah Turun, BPK Sudah Temukan, Kini Pengakuan Kistoro Bikin Publik Makin Bingung
KTP 2
Masuk Radar Kejati! KTP Kibarkan Mosi Tidak Percaya, DPRD: Kami Kini Lebih Berani
KTP 1
Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Menggema di DPRD, KTP : "Biang Keroknya Sekda!"

TERKINI

WhatsApp Image 2026-06-18 at 06.38
Peredaran Rokok Ilegal Masih Ditemukan, Pemkab Pekalongan Minta Masyarakat Aktif Melapor
KAJEN – Peredaran rokok ilegal masih menjadi persoalan yang mendapat perhatian serius di Kabupaten Pekalongan. Selain merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, praktik tersebut juga berpotensi menimbulkan...
KTP 3
Kejati Sudah Turun, BPK Sudah Temukan, Kini Pengakuan Kistoro Bikin Publik Makin Bingung
KAJEN – Polemik sewa-menyewa eks Pendopo Nusantara Kabupaten Pekalongan terus bergulir dan memunculkan pertanyaan baru. Setelah persoalan tersebut diketahui menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)...
KTP 2
Masuk Radar Kejati! KTP Kibarkan Mosi Tidak Percaya, DPRD: Kami Kini Lebih Berani
KAJEN – Polemik sewa-menyewa eks Pendopo Nusantara Kabupaten Pekalongan semakin memanas. Di tengah desakan publik yang terus menguat, DPRD Kabupaten Pekalongan mengungkapkan bahwa persoalan tersebut kini...
KTP 1
Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Menggema di DPRD, KTP : "Biang Keroknya Sekda!"
KAJEN – Audiensi antara Koalisi Transparansi Pekalongan (KTP) dengan DPRD Kabupaten Pekalongan di Ruang Rapat Komisi A, Senin (15/6/2026), berlangsung panas. Ketegangan memuncak saat salah satu perwakilan...
IMG-20260613-WA0009
Kerumunan Pemuda Diduga Hendak Tawuran di Kajen Dibubarkan, Tiga Orang Diamankan
KAJEN – Sejumlah pemuda yang berkumpul di kawasan Taman Pendopo Kajen, Kabupaten Pekalongan, dibubarkan aparat kepolisian pada Jumat (12/6/2026) dini hari setelah muncul laporan masyarakat mengenai potensi...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-06-10 at 12.11
34 Kades Segera Turun Tahta, Pilkades Serentak Pekalongan Mulai Dipanaskan
WhatsApp Image 2026-06-07 at 10.36
DPRD Kab. Pekalongan Disorot : Giliran Kunker Lengkap, Giliran Rapat Kok Banyak Kursi Kosong?
WhatsApp Image 2026-04-13 at 10.52
Menyusuri Jejak Sejarah Pekalongan: Dari Batik hingga Kisah Taipan Bah Zing Zong