Advertise

KABAR RASIKA

Target Triliunan, Realisasi “Recehan”: Ada Apa dengan Kesadaran Bayar Iuran BPJS di Kab. Pekalongan?

Target Triliunan, Realisasi “Recehan”: Ada Apa dengan Kesadaran Bayar Iuran BPJS di Kab. Pekalongan?

Target Triliunan, Realisasi “Recehan”: Ada Apa dengan Kesadaran Bayar Iuran BPJS di Kab. Pekalongan?

Capaian iuran BPJS Kesehatan di Kabupaten Pekalongan menjadi yang terendah dibandingkan daerah tetangga. Menanggapi hal ini, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu, mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi dan kesadaran membayar iuran (Dok. Bagus – Rasika FM Pekalongan)

BATANG – Di balik megahnya fasilitas kesehatan yang disediakan, tersimpan rapor merah yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data terbaru penerimaan iuran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), wilayah Pekalongan Raya sedang menghadapi tantangan besar dalam kepatuhan pembayaran.

Juru Kunci di Tengah Mundurnya Status UHC

Data menunjukkan angka yang cukup kontras. Kabupaten Pekalongan kini berada di posisi “juru kunci” dalam capaian target iuran, yakni hanya menyentuh angka 14,84% dari target Rp38 miliar. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan Kota Pekalongan yang mencapai 23,71%.

Kondisi ini diperparah dengan perubahan status kepesertaan di awal tahun 2026. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu—atau yang akrab disapa Cici—mengungkapkan bahwa Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Pemalang resmi mundur dari status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

“Karena kemampuan Pemda masing-masing yang berbeda, di awal tahun 2026 tiga Pemda tersebut mengundurkan diri dari UHC Prioritas. Sekarang tinggal Kota Pekalongan saja,” ujar Cici dalam wawancara usai kegiatan Media Gathering di Batang (07/05/2026).

Krisis Kesadaran: Antara Dompet dan Kemauan

Rendahnya capaian ini disebut-sebut bukan hanya karena faktor ekonomi, melainkan juga masalah mentalitas peserta. Cici menekankan adanya tiga pemicu utama: faktor ekonomi, willingness to pay (kemauan membayar), dan awareness to pay (kesadaran membayar).

“Kalau kepatuhan pembayaran yang paling bagus memang di Kota (Pekalongan), mungkin karena literasi penduduknya lebih bagus,” tambah Cici. Ia juga mencatat bahwa secara nominal, Kabupaten Pemalang justru mencatatkan angka kepatuhan yang paling rendah.

Obral Kemudahan: New Rehab 2.0 dan Antrean Online

Padahal, BPJS Kesehatan telah mengepung masyarakat dengan berbagai kemudahan untuk meningkatkan literasi dan kepatuhan:

  • Aplikasi New Rehab 2.0: Memberikan keringanan bagi peserta PBPU/BP yang menunggak untuk mencicil pembayaran secara mudah, bahkan bagi mereka yang sudah beralih segmen.

  • Strategi Jemput Bola: Menggalakkan peran Kader JKN dan Telekolekting untuk mengingatkan kewajiban peserta.

  • Akses Luas: Bekerja sama dengan 28 Rumah Sakit di wilayah Pemalang, Batang, Kota, dan Kabupaten Pekalongan.

  • Digitalisasi: Mengoptimalkan fitur Antrean Mobile JKN agar warga tidak perlu lagi mengantre fisik di rumah sakit.

  • Kanal Pembayaran: Membuka akses melalui perbankan, e-commerce, hingga minimarket (retail merchant).

Simalakama Jaminan Kesehatan

Jika fasilitas sudah lengkap, kanal pembayaran sudah dipermudah, dan keringanan cicilan sudah diberikan melalui New Rehab 2.0, mengapa kesadaran masih rendah?

Cici berharap di tahun 2026 ini, keaktifan peserta bisa kembali meningkat seperti akhir tahun sebelumnya. Namun, semua itu kembali kepada masyarakat. Masyarakat seolah lupa bahwa keberlangsungan pelayanan di 28 rumah sakit tersebut sangat bergantung pada gotong royong iuran peserta.

Sudahkah Anda membayar iuran bulan ini, atau hanya ingin menikmati fasilitasnya saat sakit saja? (gUS).

Tag :

BACA JUGA :

KPU 1
Bukan Sekadar Pilih Ketua OSIS, KPU Pekalongan Tanamkan Antipolitik Uang Sejak Sekolah
DPRD 2
45 Kursi, Cuma 15 Terisi! Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan Kembali "Bolong"
RSUD 1
RSUD Kraton Dipercepat, Pemkab Pekalongan Siapkan Rp80 Miliar
WhatsApp Image 2026-08-01 at 09.42
Mobil Feroza Masuk Jurang di Hutan Sirewog Pekalongan, Balita 3 Tahun Meninggal Dunia

TERKINI

KPU 1
Bukan Sekadar Pilih Ketua OSIS, KPU Pekalongan Tanamkan Antipolitik Uang Sejak Sekolah
KESESI – Demokrasi tidak cukup diajarkan lewat teori. Cara memilih calon, menilai visi dan program, hingga menolak politik uang justru perlu dikenalkan sejak seseorang pertama kali belajar menentukan pilihan. Pesan...
DPRD 2
45 Kursi, Cuma 15 Terisi! Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan Kembali "Bolong"
KAJEN – Pemandangan yang memantik tanda tanya publik kembali terjadi di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Perubahan...
RSUD 1
RSUD Kraton Dipercepat, Pemkab Pekalongan Siapkan Rp80 Miliar
KAJEN – RSUD Kraton semakin mendekati tahap operasional yang lebih optimal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memastikan penyempurnaan rumah sakit milik daerah tersebut melalui dukungan pembiayaan...
WhatsApp Image 2026-08-01 at 09.42
Mobil Feroza Masuk Jurang di Hutan Sirewog Pekalongan, Balita 3 Tahun Meninggal Dunia
LEBAKBARANG – Kecelakaan tunggal terjadi di jalur perbukitan Hutan Sirewog, Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jumat (31/7/2026) siang. Sebuah mobil Daihatsu Feroza bernomor polisi...
WhatsApp Image 2026-08-01 at 08.50
AWON FC Taklukkan Pandawa Lima Lewat Adu Penalti Dramatis
KEDUNGWUNI – Trofi Open Turnamen Bhayangkara Cup 2026 akhirnya menemukan pelabuhan terakhirnya. Setelah pertarungan sengit yang berlangsung bak partai hidup-mati, AWON FC Wonoyoso sukses merobohkan perlawanan...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-06-10 at 12.11
34 Kades Segera Turun Tahta, Pilkades Serentak Pekalongan Mulai Dipanaskan
KEJAKSAAN 1
Kredit Bank Plat Merah di Sragi Berujung Tersangka, Kejari Pekalongan Tahan "S" dalam Kasus Korupsi Rp1 Miliar Lebih
RSUD 1
RSUD Kraton Dipercepat, Pemkab Pekalongan Siapkan Rp80 Miliar