Advertise

KABAR RASIKA

Bupati Fadia Diisukan Berangkat Haji Melalui TPHD, Ini Penjelasannya

Bupati Fadia Diisukan Berangkat Haji Melalui TPHD, Ini Penjelasannya

Bupati Fadia Diisukan Berangkat Haji Melalui TPHD, Ini Penjelasannya

FURODAH – Plt. Kabag. Kesra, Fatiroh memberikan penjelasan soal isu Bupati Fadia berangkat haji melalui jalur TPHD (dok. Rasika Pekalongan)

KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Kesra, Fatiroh menanggapi serius adanya isu Fadia Arafiq dan suami, Ashraf Abu ditahun 2023 lalu berangkat  melalui Tim Petugas Haji Daerah (TPHD). Dirinya menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Karena Fadia dan Ashraff berangkat menggunakan jalur haji Furodah secara mandiri. Hal itu dikatakannya saat diwawancarai media pada Sabtu (23/11/2024) lalu.

“Terkait dengan isu yang berkembang berkaitan dengan Ibu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Pak Ashraf yang dikatakan oleh oknum bahwa masuk dalam TPHD itu adalah tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Artinya tidak bisa dibenarkan karena beliau berdua berangkat haji melalui PT. Biro Dream Tour Jakarta bahkan melalui Haji Furodah. Jadi sekali lagi beliau berdua bukan masuk di dalam TPHD atau TKHD. Jadi pernyataan yang diberikan oleh oknum itu tidak dibenarkan,” tegasnya.

Pihaknya menyampaikan klarifikasi mengenai isu yang telah berkembang di masyarakat bahwa video yang ramai, viral terkait dengan Penyelenggaraan Haji frame yang harus memfasilitasi dari Kesra. Sehingga selaku Plt Kesra dirinya memberikan tanggapan sesuai dasar hukum dengan penyelenggaraan haji, pendamping haji sesuai dasar hukum Undang Undang no 8 tahun 2022 tengah penyelenggaraan Haji dan Umroh.

Pihaknya juga sudah melaksanakan teknis pelaksanaan haji di Kabupaten Pekalongan sudah sesuai dengan putusan menteri dalam negeri mengenai tahun 2021 tentang penyelenggaraan ibadah haji reguler. Selain itu ada keputusan Dirjen pelayanan haji dan umroh no 91 tahun 2023. Tentang pedoman seleksi petugas haji daerah. Dan yang terakhir adalah sesuai dengan surat gubernur nomor 005 / 110 tanggal 12 Februari 2023 perihal Rapat Koordinasi seleksi petugas haji daerah tahun 1444 Hijriyah atau tahun 2023 Masehi.

“Jadi disitu kita bahas terkait dengan formasi PHD tahun 2023 di Kabupaten Pekalongan untuk formasi mendapat sebanyak 6 orang. Terbagi yaitu PHD Kesehatan pendamping haji Kesehatan 2 orang kemudian pendamping ibadah 2 orang dan PHD umum ada 2 orang,” terangnya.

Adapun petugas haji yang diusulkan, lanjut dia, memang sudah sesuai dan sudah memenuhi kriteria dan persyaratan yang ada. Karena para peserta di samping mendapatkan seleksi administrasi juga mereka mengikuti seleksi tertulis, seleksi wawancara serta kelulusannya pun ditentukan oleh Kemenag RI.

Kenapa dua orang, jelas dia, karena di Kabupaten Pekalongan ditahun 2023 jumlah ada 2 kloter penerbangan. Sehingga masing masing membutuhkan 2 petugas 2 petugas yaitu di Kloter 39 jumlahnya ada 352 kemudian terdiri Kabupaten Pekalongan 313 dan Kabupaten Pemalang itu jumlah 39 itu didampingi oleh 3 orang. Untuk yang pertama oleh pendamping Kesehatan dr Sustyabudi, Pendamping Ibadah KH. M Zupar, pendamping umum H. Subagyo.

Untuk kloter 40 jumlahnya sama 352 itu didampingi oleh 3 orang. Pendamping yang pertama dari Kesehatan Burhanudin, pendamping ibadah KH Muhtarom, dan pendamping umum adalah Ruben R Prabu Faza. Disamping pendamping dari TPHD, pemerintah pusat juga menyiapkan TPHI ( Pendamping Kesehatan, Pendamping ibadah dan pendamping umum) yang akan mendampingi calon jemaah haji mulai dari Embarkasi Donohudan. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-04-16 at 08.16
BPJS Kesehatan Gaspol 100 Hari! PANDAWA 24 Jam Jadi Senjata Baru Layani Peserta JKN
SONY
DPRD “Disentil” Soal Pengawasan, Koalisi Transparansi Ajak Benahi Pekalongan Pasca Kasus KPK
WhatsApp Image 2026-04-15 at 13.03
RSUD Kraton “Move On” ke Wiradesa, Tinggalkan Keterbatasan, Siap Jadi Rumah Sakit Modern
BLUD 1
Beda Pilihan, Langsung Dibuang: Dugaan ‘Pembersihan Politik’ Hantam Bidan BLUD Pekalongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-04-16 at 08.16
BPJS Kesehatan Gaspol 100 Hari! PANDAWA 24 Jam Jadi Senjata Baru Layani Peserta JKN
Jakarta – Peluncuran 8 Program Quick Wins oleh BPJS Kesehatan dilakukan pada Rabu, 15 April 2026 di Jakarta oleh jajaran Direksi periode 2026 – 2031 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas...
SONY
DPRD “Disentil” Soal Pengawasan, Koalisi Transparansi Ajak Benahi Pekalongan Pasca Kasus KPK
KAJEN – Audiensi antara Koalisi Transparansi Pekalongan dan DPRD Kabupaten Pekalongan berlangsung dinamis, Senin siang (13/4/2026). Bertempat di ruang rapat komisi DPRD, forum ini diwarnai kritik...
WhatsApp Image 2026-04-15 at 13.03
RSUD Kraton “Move On” ke Wiradesa, Tinggalkan Keterbatasan, Siap Jadi Rumah Sakit Modern
PEKALONGAN – Transformasi besar tengah dilakukan RSUD Kraton. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan ini bersiap meninggalkan gedung lama di wilayah Kota Pekalongan dan beralih ke fasilitas...
BLUD 1
Beda Pilihan, Langsung Dibuang: Dugaan ‘Pembersihan Politik’ Hantam Bidan BLUD Pekalongan
KAJEN — Dugaan tekanan politik pasca Pilkada 2024 di Kabupaten Pekalongan mulai mencuat ke publik. Dua bidan berstatus karyawan BLUD di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama mengaku kehilangan pekerjaan...
IMG-20260414-WA0010
Polisi Kawal Ketat Evakuasi 15 ABK Kapal Tenggelam di Perairan Batang, Semua Selamat
PEKALONGAN – Aparat kepolisian dari Polsek Wiradesa bergerak cepat mengawal proses evakuasi hingga penyerahan 15 anak buah kapal (ABK) KM Gajah Mada yang menjadi korban kecelakaan kapal tenggelam di perairan...
Muat Lebih

POPULER

RATU 1
RSUD Kraton Pekalongan Perkuat Dukungan Penyintas Kanker Payudara Lewat Halal Bihalal Ratu Sembara Kasih
IMG-20260411-WA0005
“KPU Mengajar” Masuk Sekolah, Cetak Pemilih Cerdas di Pekalongan
SONY
DPRD “Disentil” Soal Pengawasan, Koalisi Transparansi Ajak Benahi Pekalongan Pasca Kasus KPK