Advertise

KABAR RASIKA

“Rp2,9 Miliar Baru Masuk Rp290 Juta”: FORMASI Desak Pemkab Putus Kontrak Pengelola Pendopo Nusantara

“Rp2,9 Miliar Baru Masuk Rp290 Juta”: FORMASI Desak Pemkab Putus Kontrak Pengelola Pendopo Nusantara

“Rp2,9 Miliar Baru Masuk Rp290 Juta”: FORMASI Desak Pemkab Putus Kontrak Pengelola Pendopo Nusantara

FORMASI Pekalongan buka suara dan mendesak adanya tindakan tegas terhadap pengelolaan aset daerah di kawasan Pendopo Nusantara (dok. ilustrasi AI)

Ketua DPP FORMASI Pekalongan menilai terjadi wanprestasi dalam kerja sama sewa aset daerah di kawasan eks Pendopo Kabupaten Pekalongan.

PEKALONGAN – Polemik sewa kawasan eks Pendopo Kabupaten Pekalongan di Jalan Nusantara, Kota Pekalongan, kembali memanas. Kali ini, sorotan datang dari Ketua DPP FORMASI (Forum Masyarakat Sipil) Pekalongan, Mustadjirin, yang menilai pengelola kawasan telah melakukan wanprestasi atau ingkar janji terhadap perjanjian sewa aset daerah bernilai miliaran rupiah.

Dalam keterangannya pada Kamis (7/5/2026), Mustadjirin menyoroti realisasi pembayaran yang dinilai jauh dari kewajiban yang seharusnya dipenuhi berdasarkan kontrak kerja sama.

“Kontraknya senilai Rp2,9 miliar untuk lima tahun. Pembayaran tiap tahun seharusnya Rp580 juta. Sekarang sudah berjalan tahun kedua, mestinya sudah terbayar Rp1,160 miliar, tapi faktanya baru Rp290 juta. Ini jelas-jelas bentuk pengingkaran terhadap perjanjian,” tegasnya.

Surat Peringatan Dilayangkan

Mustadjirin mengaku memperoleh informasi dari pejabat berwenang di lingkungan DPPKAD Kabupaten Pekalongan bahwa langkah administratif sebenarnya sudah dilakukan sesuai prosedur.

“Informasi yang saya dapat, pihak pemerintah daerah sudah melakukan penagihan sesuai aturan. Bahkan surat peringatan kedua juga sudah dilayangkan, namun belum ada respons,” katanya.

Menurutnya, jika hingga surat peringatan ketiga tidak juga direspons, maka proses berikutnya akan melibatkan pejabat dengan kewenangan yang lebih tinggi.

Dinilai Merugikan PAD

FORMASI menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut potensi pendapatan daerah.

“Di saat pemerintah daerah sedang berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), persoalan seperti ini justru sangat merugikan daerah,” ujar Mustadjirin.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Pekalongan, khususnya Sekretaris Daerah selaku pihak yang menandatangani perjanjian, untuk mengambil langkah tegas.

“Harapan saya Sekda bisa mengambil tindakan tegas terhadap pengelola kawasan tersebut, termasuk melakukan pemutusan kontrak kerja sama karena jelas terjadi wanprestasi atau ingkar janji,” lanjutnya.

Kontrak dan Pembayaran Jadi Sorotan

Sebelumnya, dokumen perjanjian sewa kawasan eks Pendopo Kabupaten Pekalongan sempat menjadi perhatian publik setelah rincian nilai kontrak dan mekanisme pembayaran beredar luas.

Dalam dokumen tersebut disebutkan nilai kerja sama sebesar Rp2,9 miliar dengan masa sewa lima tahun dan pembayaran dilakukan secara berkala setiap enam bulan.

Namun hingga memasuki tahun kedua, pembayaran disebut baru terealisasi satu kali sebesar Rp290 juta.

Menunggu Langkah Tegas

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyangkut pengelolaan aset daerah strategis di pusat Kota Pekalongan.

Di tengah dorongan transparansi dan optimalisasi PAD, masyarakat menunggu langkah konkret pemerintah daerah dalam menyikapi persoalan tersebut.

Apakah kontrak akan tetap berjalan, atau justru berujung pada pemutusan kerja sama, kini menjadi pertanyaan yang terus mengemuka.

Tim Redaksi Rasika Radionetwork

Tag :

BACA JUGA :

SPELING
RSUD Kraton Layani 102 Warga Lewat Speling di Rowoyoso, Akses Dokter Spesialis Kian Dekat
OBESTITAS 1
Pemuda 180 Kilogram di Kajen Berjuang Melawan Luka dan Keterbatasan
WhatsApp Image 2026-06-21 at 16.02
Mobil Terjun ke Jurang di Lebakbarang, Tiga Orang Dilarikan ke RSUD Kajen
WhatsApp Image 2026-06-21 at 07.49
Diduga Kompor Gas Meledak, Rumah Warga Yosorejo Siwalan Terbakar

TERKINI

SPELING
RSUD Kraton Layani 102 Warga Lewat Speling di Rowoyoso, Akses Dokter Spesialis Kian Dekat
PEKALONGAN – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat terus diwujudkan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan melalui Program Spesialis Keliling (Speling). Kali ini, layanan kesehatan...
OBESTITAS 1
Pemuda 180 Kilogram di Kajen Berjuang Melawan Luka dan Keterbatasan
KAJEN – Nasib berat tengah dijalani Mujahidin (25), warga Dukuh Karagan Selatan, Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Sejak Desember 2025, pemuda dengan bobot tubuh mencapai 180 kilogram...
WhatsApp Image 2026-06-21 at 16.02
Mobil Terjun ke Jurang di Lebakbarang, Tiga Orang Dilarikan ke RSUD Kajen
PEKALONGAN – Sebuah mobil mengalami kecelakaan hingga terperosok ke jurang di ruas jalan menuju Dukuh Pulosari, Desa Wonosido, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Minggu (21/6/2026) sekitar pukul...
WhatsApp Image 2026-06-21 at 07.49
Diduga Kompor Gas Meledak, Rumah Warga Yosorejo Siwalan Terbakar
KAJEN – Sebuah rumah milik warga Desa Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan mengalami kebakaran pada Sabtu (20/6/2026) petang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian...
WhatsApp Image 2026-06-18 at 06.38
Peredaran Rokok Ilegal Masih Ditemukan, Pemkab Pekalongan Minta Masyarakat Aktif Melapor
KAJEN – Peredaran rokok ilegal masih menjadi persoalan yang mendapat perhatian serius di Kabupaten Pekalongan. Selain merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, praktik tersebut juga berpotensi menimbulkan...
Muat Lebih

POPULER

DPRD Kabupaten Pekalongan Lantik PAW Fraksi PPP
WhatsApp Image 2023-01-02 at 11.05
Bupati Fadia dan Ashraff Tinjau Pengungsi
WhatsApp Image 2023-03-29 at 12.36
Polisi Tangkap 4 Orang Dan Sita 3,5 Kg Bahan Mercon