Lahir Normal di Hari Kemerdekaan, Bayi Pertama Pasangan Muda Hadir di RSUD Kraton Pekalongan

PEKALONGAN — Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini menjadi kenangan yang tak akan terlupakan bagi pasangan muda asal Desa Krasak Ageng, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Pada Senin, 17 Agustus 2026, tepat saat Indonesia memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, anak pertama pasangan tersebut lahir secara normal di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Proses persalinan berlangsung lancar dengan … Read more

Mini Soccer Alun-Alun Kajen Resmi Dibuka, OPD Tahan DPRD 2-2

KAJEN — Lapangan mini soccer di kompleks Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, resmi digunakan, Selasa (18/8/2026). Uji coba lapangan langsung panas. Bukan cuma rumput yang diuji, gengsi antarinstansi ikut dipertaruhkan. Laga eksibisi mempertemukan sejumlah instansi dan kelompok masyarakat. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah duel OPD Kabupaten Pekalongan melawan DPRD Kabupaten Pekalongan. Tim OPD yang … Read more

Pilkades Pekalongan: DPRD Minta Jangan Ada Dagang Suara, 34 Desa Harus Jadi Contoh Nasional

KAJEN — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pekalongan yang dijadwalkan berlangsung November mendatang diminta tidak sekadar menjadi pesta demokrasi di tingkat desa. Pelaksanaannya harus bersih, transparan dan bebas politik uang. Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan panitia Pilkades memegang peran penting untuk memastikan proses pemilihan berjalan jujur dan tidak memihak. “Pilkades … Read more

Sukirman Kasih Warning Keras: Pejabat Tak Berintegritas, Siap-Siap Digeser!

KAJEN – Penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan masuk babak baru. Setelah proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) rampung, Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan tidak ingin sekadar mengganti nama pejabat. Integritas dan kinerja bakal menjadi ukuran. Hal itu disampaikan Sukirman saat ditemui wartawan di Alun-Alun Kajen, Senin (17/8/2026). Menurut Sukirman, proses pengisian JPT sudah … Read more

Kepala Dinas Sebut “Berita Sampah”, Saksi Tetap Ngotot: Kini Muncul Dugaan Uang untuk “Membungkam” Pemberitaan

KAJEN – Bola panas dugaan hubungan khusus seorang Kepala Dinas strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan staf perempuan berinisial DL belum juga padam. Setelah sebelumnya muncul keterangan seorang saksi yang mengaku memergoki keduanya di ruang kerja, kini Kepala Dinas berinisial M memberikan bantahan keras. M bahkan menyebut informasi yang beredar sebagai “berita sampah” dan … Read more

Duh..!! KEPALA DINAS DIDUGA “MAIN HATI” DENGAN STAF, SAKSI BONGKAR ADEGAN DI RUANG KERJA

KAJEN – Ada apa dengan Kepala Dinas yang satu ini?

Di tengah kesibukan mengurus roda pemerintahan dan pelayanan publik, muncul cerita yang bikin telinga panas. Seorang Kepala Dinas strategis dengan serapan anggaran jumbo di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan diduga memiliki hubungan khusus dengan seorang staf perempuan berinisial DL.

Bukan kabar yang baru berembus kemarin sore. Informasi yang dihimpun menyebut, dugaan kedekatan keduanya sudah menjadi buah bibir sejak lebih dari dua tahun lalu.

Sejumlah pihak disebut pernah mencoba mengingatkan. Caranya pun tidak langsung “main tabrak”, melainkan secara halus. Namun kabar mengenai kedekatan keduanya disebut masih terus berjalan.

Yang membuat cerita ini makin panas, Kepala Dinas maupun DL disebut sama-sama telah memiliki pasangan sah.

Lantas, apa sebenarnya yang terjadi?

SAKSI: SAYA PERNAH MEMERGOKI

Seorang saksi berinisial A mengaku pernah mengalami sendiri momen yang membuatnya memilih mundur teratur.

Kepada reporter Rasika FM pada Sabtu (15/8/2026), A menceritakan pengalamannya ketika hendak menemui Kepala Dinas di ruang kerjanya.

Saat pintu dibuka, A mengaku kaget melihat Kepala Dinas bersama seorang perempuan yang disebutnya memiliki ciri mengarah pada seseorang berinisial DL.

“Saya waktu itu berniat menemui pak kepala, namun saat membuka pintu saya kaget karena di dalam ada perempuan yang diduga dalam posisi “sangat dekat” dengan kepala dinas. Akhirnya saya langsung balik badan dan tidak jadi masuk ruangan,” ujar A.

A mengaku bukan baru kali itu mendengar kabar mengenai kedekatan keduanya.

Namun selama ini ia memilih diam.

“Saya sudah lama tahu,” kata A, tanpa menjelaskan lebih jauh kapan dan berapa kali dirinya mengetahui kedekatan tersebut.

RUMAH KONTRAKAN JUGA JADI SOROTAN

Cerita tak berhenti di ruang kerja.

Sumber lain menyebut Kepala Dinas tersebut pernah bertamu ke rumah kontrakan DL hingga larut malam.

Kedatangan tamu hingga malam itu bahkan disebut sempat menjadi perhatian lingkungan sekitar dan berujung teguran dari ketua RT setempat.

Namun saat dilakukan penelusuran, DL ternyata sudah tidak tinggal di rumah kontrakan tersebut.

Seorang tetangga membenarkan bahwa DL telah pindah.

“Sudah pindah dan tidak mengetahui ke mana pindahnya,” ujar tetangga tersebut.

Tetangga itu juga membenarkan bahwa suami DL bekerja di luar kota.

Ke mana DL pindah setelah meninggalkan rumah kontrakan tersebut? Tetangga mengaku tidak mengetahuinya.

LEGISLATOR: “BUKAN HAL BARU”

Menariknya, isu mengenai dugaan kedekatan Kepala Dinas tersebut ternyata juga sampai ke telinga seorang legislator.

Menurut legislator tersebut, kabar mengenai Kepala Dinas itu bukan sesuatu yang mengejutkan.

Ia bahkan mengaku pernah mendengar informasi mengenai kedekatan Kepala Dinas dengan seorang rekanan yang selama ini bekerja sama dengan dinas tersebut.

“Bukan hal baru. Saya tidak kaget. Ada rekanan yang menjalin asmara dengan kepala dinas itu. Tapi wong rekanan itu kan orang luar jadi saya gak begitu kaget. Tapi kalau yang ASN saya baru dengar dan saya pikir itu kurang sehat dan bagus dalam sistem kerja kedinasan,” ujarnya.

KALAU BENAR MELIBATKAN BAWAHAN, BEDA CERITA

Dugaan hubungan pribadi antara dua orang dewasa tentu merupakan ranah privat.

Namun ceritanya menjadi berbeda apabila salah satu pihak merupakan pejabat dan pihak lainnya berada dalam lingkungan kerja yang sama, terlebih jika terdapat hubungan atasan dan bawahan.

Di titik inilah persoalan profesionalitas, potensi konflik kepentingan, objektivitas dalam pekerjaan, hingga kepatuhan terhadap aturan kedinasan menjadi penting untuk diperiksa.

Tetapi sekali lagi, dugaan tetaplah dugaan.

Tidak fair jika seseorang langsung dinyatakan bersalah hanya berdasarkan cerita, pengakuan saksi, atau informasi yang beredar. Karena itu, diperlukan klarifikasi dan, bila memang ada laporan resmi, pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.

WHATSAPP DIBACA? JAWABAN BELUM ADA

Rasika FM Pekalongan telah berupaya meminta klarifikasi langsung kepada Kepala Dinas yang dimaksud.

Konfirmasi disampaikan melalui sambungan pesan singkat WhatsApp, termasuk akan mempertanyakan dugaan kedekatan dengan DL, keterangan saksi yang mengaku pernah melihat keduanya di ruang kerja, serta informasi mengenai kunjungan ke rumah kontrakan.

Namun hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas tersebut belum memberikan tanggapan. Pesan sudah terkirim “centang dua”, namun saat ditelepon tiba-tiba dalam kondisi “memanggil”.

Belum diketahui apakah yang bersangkutan belum sempat membaca pesan, masih menyiapkan klarifikasi, atau memilih tidak memberikan komentar.

Yang jelas, bola kini berada di tangan pihak yang disebut.

Benarkah hanya sebatas isu?

Benarkah ada hubungan khusus seperti yang dituturkan sejumlah sumber?

Atau ada penjelasan lain yang selama ini belum terdengar?

Rasika FM Pekalongan masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Kepala Dinas, DL, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini. (gus)

Read more

DPRD-Pemkab Pekalongan Sepakati Arah Anggaran 2026 dan 2027

KAJEN — DPRD Kabupaten Pekalongan bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyepakati perubahan arah anggaran 2026 sekaligus kerangka awal APBD 2027. Kesepakatan itu dituangkan dalam Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 dan KUA-PPAS APBD 2027 dalam rapat paripurna, Jumat (14/8/2026). Dalam pembahasan Perubahan APBD 2026, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp2,409 triliun, sedangkan belanja daerah sebesar Rp2,536 triliun. … Read more

Sukirman Dorong PKK Pekalongan Tak Sekadar Seremonial: Fokus Stunting, Pernikahan Dini hingga Literasi

KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.H., meminta Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan memperkuat peran di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Pesan itu disampaikan Sukirman saat membuka rapat konsultasi TP PKK Kabupaten Pekalongan bersama para pembina dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pekalongan di Aula Lantai … Read more

Plt Bupati Pekalongan Ikut Main, Setda Menang Dramatis Lewat Adu Penalti

KAJEN — Turnamen Sepak Bola Mini U40+ antar-ASN OPD, instansi vertikal, TNI/Polri, dan BUMD Kabupaten Pekalongan 2026 langsung menyajikan pertandingan ketat. Tim Sekretariat Daerah (Setda) harus melewati adu penalti untuk mengalahkan Dinas Sosial (Dinsos) dengan skor 3-2. Yang menarik, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.H., ikut memperkuat tim Setda dalam laga pembuka … Read more

Pramuka Pekalongan Didorong Tak Sekadar Berkegiatan, Tapi Ikut Menjawab Persoalan Nyata

KAJEN – Gerakan Pramuka di Kabupaten Pekalongan didorong tidak berhenti pada kegiatan perkemahan dan pembentukan karakter. Organisasi kepanduan itu diharapkan mampu membekali generasi muda dengan keterampilan, jiwa kewirausahaan, kreativitas, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sekaligus penutupan Perkemahan Raimuna Cabang IX Kwartir … Read more