[adinserter name="Block 1"]

Advertise

[adinserter name="Block 10"]

KABAR RASIKA

Duh..!! KEPALA DINAS DIDUGA “MAIN HATI” DENGAN STAF, SAKSI BONGKAR ADEGAN DI RUANG KERJA

Duh..!! KEPALA DINAS DIDUGA “MAIN HATI” DENGAN STAF, SAKSI BONGKAR ADEGAN DI RUANG KERJA

Duh..!! KEPALA DINAS DIDUGA “MAIN HATI” DENGAN STAF, SAKSI BONGKAR ADEGAN DI RUANG KERJA

Di balik aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik, muncul dugaan hubungan khusus yang menyeret seorang kepala dinas dengan staf perempuan berinisial DL. Informasi tersebut masih dalam penelusuran dan menunggu klarifikasi pihak terkait.

KAJEN – Ada apa dengan Kepala Dinas yang satu ini?

Di tengah kesibukan mengurus roda pemerintahan dan pelayanan publik, muncul cerita yang bikin telinga panas. Seorang Kepala Dinas strategis dengan serapan anggaran jumbo di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan diduga memiliki hubungan khusus dengan seorang staf perempuan berinisial DL.

Bukan kabar yang baru berembus kemarin sore. Informasi yang dihimpun menyebut, dugaan kedekatan keduanya sudah menjadi buah bibir sejak lebih dari dua tahun lalu.

Sejumlah pihak disebut pernah mencoba mengingatkan. Caranya pun tidak langsung “main tabrak”, melainkan secara halus. Namun kabar mengenai kedekatan keduanya disebut masih terus berjalan.

Yang membuat cerita ini makin panas, Kepala Dinas maupun DL disebut sama-sama telah memiliki pasangan sah.

Lantas, apa sebenarnya yang terjadi?

SAKSI: SAYA PERNAH MEMERGOKI

Seorang saksi berinisial A mengaku pernah mengalami sendiri momen yang membuatnya memilih mundur teratur.

Kepada reporter Rasika FM pada Sabtu (15/8/2026), A menceritakan pengalamannya ketika hendak menemui Kepala Dinas di ruang kerjanya.

Saat pintu dibuka, A mengaku kaget melihat Kepala Dinas bersama seorang perempuan yang disebutnya memiliki ciri mengarah pada seseorang berinisial DL.

“Saya waktu itu berniat menemui pak kepala, namun saat membuka pintu saya kaget karena di dalam ada perempuan yang diduga dalam posisi “sangat dekat” dengan kepala dinas. Akhirnya saya langsung balik badan dan tidak jadi masuk ruangan,” ujar A.

A mengaku bukan baru kali itu mendengar kabar mengenai kedekatan keduanya.

Namun selama ini ia memilih diam.

“Saya sudah lama tahu,” kata A, tanpa menjelaskan lebih jauh kapan dan berapa kali dirinya mengetahui kedekatan tersebut.

RUMAH KONTRAKAN JUGA JADI SOROTAN

Cerita tak berhenti di ruang kerja.

Sumber lain menyebut Kepala Dinas tersebut pernah bertamu ke rumah kontrakan DL hingga larut malam.

Kedatangan tamu hingga malam itu bahkan disebut sempat menjadi perhatian lingkungan sekitar dan berujung teguran dari ketua RT setempat.

Namun saat dilakukan penelusuran, DL ternyata sudah tidak tinggal di rumah kontrakan tersebut.

Seorang tetangga membenarkan bahwa DL telah pindah.

“Sudah pindah dan tidak mengetahui ke mana pindahnya,” ujar tetangga tersebut.

Tetangga itu juga membenarkan bahwa suami DL bekerja di luar kota.

Ke mana DL pindah setelah meninggalkan rumah kontrakan tersebut? Tetangga mengaku tidak mengetahuinya.

LEGISLATOR: “BUKAN HAL BARU”

Menariknya, isu mengenai dugaan kedekatan Kepala Dinas tersebut ternyata juga sampai ke telinga seorang legislator.

Menurut legislator tersebut, kabar mengenai Kepala Dinas itu bukan sesuatu yang mengejutkan.

Ia bahkan mengaku pernah mendengar informasi mengenai kedekatan Kepala Dinas dengan seorang rekanan yang selama ini bekerja sama dengan dinas tersebut.

“Bukan hal baru. Saya tidak kaget. Ada rekanan yang menjalin asmara dengan kepala dinas itu. Tapi wong rekanan itu kan orang luar jadi saya gak begitu kaget. Tapi kalau yang ASN saya baru dengar dan saya pikir itu kurang sehat dan bagus dalam sistem kerja kedinasan,” ujarnya.

KALAU BENAR MELIBATKAN BAWAHAN, BEDA CERITA

Dugaan hubungan pribadi antara dua orang dewasa tentu merupakan ranah privat.

Namun ceritanya menjadi berbeda apabila salah satu pihak merupakan pejabat dan pihak lainnya berada dalam lingkungan kerja yang sama, terlebih jika terdapat hubungan atasan dan bawahan.

Di titik inilah persoalan profesionalitas, potensi konflik kepentingan, objektivitas dalam pekerjaan, hingga kepatuhan terhadap aturan kedinasan menjadi penting untuk diperiksa.

Tetapi sekali lagi, dugaan tetaplah dugaan.

Tidak fair jika seseorang langsung dinyatakan bersalah hanya berdasarkan cerita, pengakuan saksi, atau informasi yang beredar. Karena itu, diperlukan klarifikasi dan, bila memang ada laporan resmi, pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.

WHATSAPP DIBACA? JAWABAN BELUM ADA

Rasika FM Pekalongan telah berupaya meminta klarifikasi langsung kepada Kepala Dinas yang dimaksud.

Konfirmasi disampaikan melalui sambungan pesan singkat WhatsApp, termasuk akan mempertanyakan dugaan kedekatan dengan DL, keterangan saksi yang mengaku pernah melihat keduanya di ruang kerja, serta informasi mengenai kunjungan ke rumah kontrakan.

Namun hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas tersebut belum memberikan tanggapan. Pesan sudah terkirim “centang dua”, namun saat ditelepon tiba-tiba dalam kondisi “memanggil”.

Belum diketahui apakah yang bersangkutan belum sempat membaca pesan, masih menyiapkan klarifikasi, atau memilih tidak memberikan komentar.

Yang jelas, bola kini berada di tangan pihak yang disebut.

Benarkah hanya sebatas isu?

Benarkah ada hubungan khusus seperti yang dituturkan sejumlah sumber?

Atau ada penjelasan lain yang selama ini belum terdengar?

Rasika FM Pekalongan masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Kepala Dinas, DL, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini. (gus)

Disclaimer: Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan sejumlah sumber di lapangan. Media tidak menyimpulkan bahwa telah terjadi perselingkuhan maupun pelanggaran disiplin sebelum terdapat bukti dan klarifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tag :

[adinserter name="Block 11"]

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-09-11 at 12.14
Skandal CCTV SDN 02 Langkap: Warga Tolak Kepsek Mesum Cuma Pindah Sekolah, PTDH Harga Mati!
KRATON AKREDIT 1
Akreditasi Bukan Sekadar Predikat, RSUD Kraton Pekalongan Didorong Perkuat Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien
kades 1jpeg
Rudi Prawiro Turun Gelanggang! Ratusan Warga Kawal Pendaftaran Pilkades Karanggondang
BMI 1
Bolone Mase Tiba-Tiba Konsolidasi di Pekalongan, Ada Apa?

TERKINI

WhatsApp Image 2026-09-11 at 12.14
Skandal CCTV SDN 02 Langkap: Warga Tolak Kepsek Mesum Cuma Pindah Sekolah, PTDH Harga Mati!
KAJEN – Kesabaran warga Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan sudah habis. Skandal dugaan asusila yang melibatkan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) dan Guru di SDN 02 Langkap sukses membuat...
KRATON AKREDIT 1
Akreditasi Bukan Sekadar Predikat, RSUD Kraton Pekalongan Didorong Perkuat Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien
PEKALONGAN – RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan kembali menjalani survei akreditasi. Namun, proses ini tidak diarahkan sekadar mengejar predikat, melainkan menjadi momentum rumah sakit untuk membenahi mutu...
kades 1jpeg
Rudi Prawiro Turun Gelanggang! Ratusan Warga Kawal Pendaftaran Pilkades Karanggondang
KARANGANYAR — Ini bukan pendaftaran calon kepala desa yang berlangsung biasa-biasa saja. Ratusan warga, relawan, dan pendukung mengawal Rudi Prawiro saat mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Karanggondang,...
BMI 1
Bolone Mase Tiba-Tiba Konsolidasi di Pekalongan, Ada Apa?
KAJEN — Relawan Bolone Mase Indonesia kembali merapatkan barisan. Konsolidasi organisasi digelar di Pendopo Wakil Bupati Pekalongan, Kajen, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Namun jangan buru-buru mengaitkannya...
WATUSALAM 1
Jalan Watusalam yang Sempat Viral Akhirnya Dibedah: DPRD Turun, Spek Beton Bakal Diuji
PEKALONGAN – Jalan Watusalam yang sempat menjadi sorotan karena kondisinya rusak kini mulai dibenahi. Senin (7/9/2026), Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir dan wakil ketua DPRD Sumar Rosul...
Muat Lebih

POPULER

BMI 1
Bolone Mase Tiba-Tiba Konsolidasi di Pekalongan, Ada Apa?
WATUSALAM 1
Jalan Watusalam yang Sempat Viral Akhirnya Dibedah: DPRD Turun, Spek Beton Bakal Diuji
REVIT 1
Revitalisasi SMPN 1 Buaran Telan Rp571 Juta, Halaman Sekolah Diuruk Gara-gara Banjir