Advertise

KABAR RASIKA

Pilkades Pekalongan: DPRD Minta Jangan Ada Dagang Suara, 34 Desa Harus Jadi Contoh Nasional

Pilkades Pekalongan: DPRD Minta Jangan Ada Dagang Suara, 34 Desa Harus Jadi Contoh Nasional

Pilkades Pekalongan: DPRD Minta Jangan Ada Dagang Suara, 34 Desa Harus Jadi Contoh Nasional

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H. Abdul Munir menegaskan Pilkades serentak November mendatang harus berlangsung transparan, jujur dan bebas politik uang. Dari 34 desa yang menggelar Pilkades, Pekalongan didorong menjadi contoh pelaksanaan demokrasi desa yang tertib dan bermartabat (do. Bagus – Rasika FM)

KAJEN — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pekalongan yang dijadwalkan berlangsung November mendatang diminta tidak sekadar menjadi pesta demokrasi di tingkat desa. Pelaksanaannya harus bersih, transparan dan bebas politik uang.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan panitia Pilkades memegang peran penting untuk memastikan proses pemilihan berjalan jujur dan tidak memihak.

“Pilkades ini kan pelaksanaan demokrasi di tatanan pemerintah yang paling bawah. Harus sukses. Hindari money politic di desa-desa itu,” kata Abdul Munir saat ditemui di Alun-Alun Kajen, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, panitia pemilihan kepala desa harus bekerja secara transparan. Tidak boleh ada keberpihakan kepada calon tertentu.

“Yang paling pokok, panitia Pilkades itu harus transparan, jujur itu, tidak memihak,” tegasnya.

Abdul Munir juga menyoroti posisi camat dalam pelaksanaan Pilkades. Ia meminta camat yang terlibat sebagai fasilitator sudah berstatus definitif sehingga dapat menjalankan fungsi koordinasi dan menjembatani kepentingan panitia dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

“Camat harus, saya minta sudah definitif. Karena Camat sebagai fasilitator yang akan menjembatani bagaimana antara panitia dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Ia bahkan berharap Pilkades di 34 desa Kabupaten Pekalongan bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Pilkades yang akan datang diharapkan Pekalongan bisa jadi percontohan nasional. Bagaimana agar pelaksanaannya transparan, tertib, terbuka, tidak ada paksaan, tidak ada money politic,” kata Abdul Munir.

Politik Uang Jangan Dibikin Normal

Terkait potensi politik uang yang selama ini kerap muncul dalam pesta demokrasi tingkat desa, Abdul Munir menegaskan prinsipnya tetap sama: politik uang dilarang.

Ia menyerahkan pengawasan dan pengamanan pelaksanaan kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari panitia pemilihan hingga unsur keamanan.

“Nanti ada panitia P2KD, nanti di situ. Kemudian bagaimana Pak Camat memfasilitasi, ada keamanan, ada Polres, Kapolsek, Danramil. Di situ Forkopimcam bagaimana harus rapat bersama, sinkronisasi,” jelasnya.

Menurut dia, koordinasi lintas unsur tersebut penting agar potensi persoalan selama tahapan hingga pelaksanaan Pilkades bisa ditekan.

“Agar pelaksanaannya itu bisa transparan, demokrasi terlaksana dengan baik,” imbuhnya.

Soal tradisi warga desa yang menggelar makan-makan atau syukuran setelah calon dinyatakan terpilih, Abdul Munir membedakannya dengan praktik politik uang.

“Yang namanya politik uang itu kan prinsipnya kan dilarang. Silakan itu. Bagaimana demokrasi di desa itu seperti apa. Malam hari misal makan-makan, itu kan baik,” katanya.

“Kalau money politic tentu tidak baik. Tapi kalau nanti setelah jadi syukuran, itu mungkin,” sambungnya.

34 Desa, Jangan Sampai Demokrasi Cuma Jadi Nama

Abdul Munir mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkades serentak mendatang menjaga proses demokrasi agar benar-benar menghasilkan pemimpin yang dipercaya masyarakat.

“Mari 34 desa ini kita laksanakan dengan demokrasi pesta rakyat, memilih pemimpin yang baik, pemimpin yang akan mengatur desanya,” ujarnya.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama unsur terkait telah melakukan koordinasi untuk mempersiapkan pelaksanaan Pilkades.

“Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah rapat dengan Forkopimda mengharapkan agar pelaksanaan itu benar-benar terlaksana dengan baik, menghasilkan pemimpin yang bisa membangun desanya,” pungkas Abdul Munir. (gus)

Tag :

BACA JUGA :

IMG-20261002-WA0008
Laboratorium Digital Marketing ITSNU Mulai Gerakkan UMKM Pekalongan dari UMKM Center
Foto 2
TEI 2026 Jaring Buyer dari 113 Negara, 1.533 Pelaku Usaha Indonesia Siap Tembus Pasar Global
RSUD DPRD
DPRD Kawal RSUD Kraton Baru, Percepatan Pembangunan Jadi Perhatian
RSUD 1
RSUD Kraton Baru Masuk Tahap Penyempurnaan, Relokasi Ditargetkan Rampung April 2027

TERKINI

IMG-20261002-WA0008
Laboratorium Digital Marketing ITSNU Mulai Gerakkan UMKM Pekalongan dari UMKM Center
KEDUNGWUNI – Upaya mendorong pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan masuk lebih jauh ke pasar digital mulai dilakukan melalui Laboratorium Digital Marketing Program Studi S1 Bisnis Digital ITSNU Pekalongan. Laboratorium...
Foto 2
TEI 2026 Jaring Buyer dari 113 Negara, 1.533 Pelaku Usaha Indonesia Siap Tembus Pasar Global
Pekalongan – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 mulai mendapat perhatian dari pelaku usaha dan buyer internasional. Hingga 29 September 2026, buyer dari 113 negara...
RSUD DPRD
DPRD Kawal RSUD Kraton Baru, Percepatan Pembangunan Jadi Perhatian
WIRADESA – DPRD Kabupaten Pekalongan memastikan progres pembangunan RSUD Kraton Baru di Wiradesa terus mendapat pengawasan. Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H. Abdul Munir bersama Komisi C turun langsung...
RSUD 1
RSUD Kraton Baru Masuk Tahap Penyempurnaan, Relokasi Ditargetkan Rampung April 2027
WIRADESA – RSUD Kraton Baru di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, memasuki tahap penyempurnaan sebelum digunakan sebagai lokasi pelayanan rumah sakit. Pekerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian...
SKRMN
Sukirman Buka Suara soal Elite DPRD Kumpul Tertutup: “Silaturahmi, No Problem”
KAJEN — Pertemuan tertutup antara Pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan dengan sejumlah pimpinan partai politik di sebuah resto di Jalan Teuku Umar, Kajen, Sabtu (26/9/2026), mendapat tanggapan dari Plt Bupati...
Muat Lebih

POPULER

SKRMN
Sukirman Buka Suara soal Elite DPRD Kumpul Tertutup: “Silaturahmi, No Problem”
RSUD DPRD
DPRD Kawal RSUD Kraton Baru, Percepatan Pembangunan Jadi Perhatian
WhatsApp Image 2026-04-13 at 10.52
Menyusuri Jejak Sejarah Pekalongan: Dari Batik hingga Kisah Taipan Bah Zing Zong