[adinserter name="Block 1"]

Advertise

[adinserter name="Block 10"]

KABAR RASIKA

Kepala Dinas Sebut “Berita Sampah”, Saksi Tetap Ngotot: Kini Muncul Dugaan Uang untuk “Membungkam” Pemberitaan

Kepala Dinas Sebut “Berita Sampah”, Saksi Tetap Ngotot: Kini Muncul Dugaan Uang untuk “Membungkam” Pemberitaan

Kepala Dinas Sebut “Berita Sampah”, Saksi Tetap Ngotot: Kini Muncul Dugaan Uang untuk “Membungkam” Pemberitaan

Gedung Kantor Bupati Pekalongan. Di tengah sorotan dugaan hubungan khusus yang menyeret pejabat Pemkab Pekalongan, publik kini menunggu bukan sekadar bantahan, tetapi juga bukti dan klarifikasi yang terang (dok, Bagus – Rasika FM Pekalongan)

KAJEN – Bola panas dugaan hubungan khusus seorang Kepala Dinas strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan staf perempuan berinisial DL belum juga padam.

Setelah sebelumnya muncul keterangan seorang saksi yang mengaku memergoki keduanya di ruang kerja, kini Kepala Dinas berinisial M memberikan bantahan keras.

M bahkan menyebut informasi yang beredar sebagai “berita sampah” dan “hoax” karena menurutnya tidak memiliki bukti yang valid.

Namun di sisi lain, saksi yang sebelumnya memberikan keterangan kepada Rasika FM Pekalongan tetap mempertahankan kesaksiannya.

Belum selesai sampai di situ. Penelusuran lanjutan Rasika FM Pekalongan juga memperoleh informasi mengenai dugaan adanya upaya “pengkondisian” agar persoalan tersebut tidak diberitakan.

KEPALA DINAS: “SAYA DEKAT DENGAN SEMUA STAF”

M ditemui wartawan di Alun-Alun Kajen, Senin (17/8/2026).

Ketika dikonfirmasi mengenai dugaan kedekatannya dengan DL, M mengatakan dirinya memang dekat dengan seluruh staf.

“Lha saya dengan staf dekat semua, dekat semua. Enggak ada yang enggak dekat. Kalau kayak gitu itu ya mbok dibuktikannya itu valid, bukan rumor,” ujar M.

Menurut M, hubungan dekat tersebut semata-mata berkaitan dengan pekerjaan.

“Wong staf itu kalau ketemu di kantor ya semua kan kaitannya dengan pekerjaan, enggak ada yang di luar pekerjaan,” katanya.

M juga menegaskan tidak ada staf tertentu yang mendapat perlakuan istimewa.

“Saya itu tidak ada yang lebih istimewa dekat dengan siapa. Semua dekat,” ujarnya.

Ia kemudian meminta pihak yang menyampaikan tudingan menunjukkan bukti.

“Kalau ada buktinya, mana buktinya?” kata M.

SAKSI A TETAP BERTAHAN

Di tengah bantahan M tersebut, Rasika FM Pekalongan kembali mewawancarai saksi A secara terpisah pada Senin (17/08/2026).

A tetap pada keterangan sebelumnya.

Ia mengaku melihat sendiri kejadian di ruang kerja M ketika hendak menemui Kepala Dinas tersebut.

A menegaskan keterangannya bukan berasal dari cerita orang lain.

MUNCUL INFORMASI DUGAAN “PENGKONDISIAN”

Penelusuran tidak berhenti pada bantahan dan kesaksian tersebut.

Reporter Rasika FM Pekalongan memperoleh informasi langsung dari seseorang yang mengaku mengetahui proses konfirmasi terhadap M terkait persoalan ini. Narasumber menyebutkan proses konfirmasi dilakukan jauh hari sebelum berita ini muncul.

Menurut sumber tersebut, terdapat upaya agar informasi mengenai dugaan hubungan khusus itu tidak diberitakan.

Sumber mengaku bahwa upaya tersebut dilakukan melalui seseorang yang disebut sebagai tangan kanan M.

Lebih jauh, sumber tersebut menyebut adanya dugaan pemberian sejumlah uang agar informasi tersebut tidak dipublikasikan.

Informasi ini membuat persoalan berkembang ke arah yang berbeda.

Jika benar terjadi, persoalannya bukan lagi sekadar membantah atau membenarkan dugaan hubungan pribadi, melainkan menyangkut dugaan upaya memengaruhi pihak lain agar sebuah informasi tidak diberitakan.

SIAPA MEMBERI, SIAPA MENERIMA?

Pertanyaan berikutnya menjadi penting.

Benarkah ada uang yang diberikan?

Siapa yang menyerahkan?

Siapa yang menerima?

Berapa jumlahnya?

Kapan diberikan?

Dan yang paling penting, benarkah pemberian tersebut dimaksudkan agar informasi tidak diberitakan?

Rasika FM Pekalongan akan terus menelusuri.

Satu hal yang pasti: cerita ini belum selesai. (GUS)

Disclaimer : Rasika FM Pekalongan tetap membuka ruang yang seluas-luasnya bagi semua pihak yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan klarifikasi, bantahan, dan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan serta Kode Etik Jurnalistik.

Tag :

[adinserter name="Block 11"]

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-09-11 at 12.14
Skandal CCTV SDN 02 Langkap: Warga Tolak Kepsek Mesum Cuma Pindah Sekolah, PTDH Harga Mati!
KRATON AKREDIT 1
Akreditasi Bukan Sekadar Predikat, RSUD Kraton Pekalongan Didorong Perkuat Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien
kades 1jpeg
Rudi Prawiro Turun Gelanggang! Ratusan Warga Kawal Pendaftaran Pilkades Karanggondang
BMI 1
Bolone Mase Tiba-Tiba Konsolidasi di Pekalongan, Ada Apa?

TERKINI

WhatsApp Image 2026-09-11 at 12.14
Skandal CCTV SDN 02 Langkap: Warga Tolak Kepsek Mesum Cuma Pindah Sekolah, PTDH Harga Mati!
KAJEN – Kesabaran warga Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan sudah habis. Skandal dugaan asusila yang melibatkan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) dan Guru di SDN 02 Langkap sukses membuat...
KRATON AKREDIT 1
Akreditasi Bukan Sekadar Predikat, RSUD Kraton Pekalongan Didorong Perkuat Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien
PEKALONGAN – RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan kembali menjalani survei akreditasi. Namun, proses ini tidak diarahkan sekadar mengejar predikat, melainkan menjadi momentum rumah sakit untuk membenahi mutu...
kades 1jpeg
Rudi Prawiro Turun Gelanggang! Ratusan Warga Kawal Pendaftaran Pilkades Karanggondang
KARANGANYAR — Ini bukan pendaftaran calon kepala desa yang berlangsung biasa-biasa saja. Ratusan warga, relawan, dan pendukung mengawal Rudi Prawiro saat mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Karanggondang,...
BMI 1
Bolone Mase Tiba-Tiba Konsolidasi di Pekalongan, Ada Apa?
KAJEN — Relawan Bolone Mase Indonesia kembali merapatkan barisan. Konsolidasi organisasi digelar di Pendopo Wakil Bupati Pekalongan, Kajen, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Namun jangan buru-buru mengaitkannya...
WATUSALAM 1
Jalan Watusalam yang Sempat Viral Akhirnya Dibedah: DPRD Turun, Spek Beton Bakal Diuji
PEKALONGAN – Jalan Watusalam yang sempat menjadi sorotan karena kondisinya rusak kini mulai dibenahi. Senin (7/9/2026), Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir dan wakil ketua DPRD Sumar Rosul...
Muat Lebih

POPULER

BMI 1
Bolone Mase Tiba-Tiba Konsolidasi di Pekalongan, Ada Apa?
WATUSALAM 1
Jalan Watusalam yang Sempat Viral Akhirnya Dibedah: DPRD Turun, Spek Beton Bakal Diuji
REVIT 1
Revitalisasi SMPN 1 Buaran Telan Rp571 Juta, Halaman Sekolah Diuruk Gara-gara Banjir