Advertise

KABAR RASIKA

DPRD Kabupaten Pekalongan Tinjau Angkringan Alun-alun Kajen, UMKM Tetap Didukung Asal Tertib dan Patuhi Aturan

DPRD Kabupaten Pekalongan Tinjau Angkringan Alun-alun Kajen, UMKM Tetap Didukung Asal Tertib dan Patuhi Aturan

DPRD Kabupaten Pekalongan Tinjau Angkringan Alun-alun Kajen, UMKM Tetap Didukung Asal Tertib dan Patuhi Aturan

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H. Abdul Munir meninjau langsung kawasan angkringan UMKM di Alun-Alun Kajen, Rabu (29/7) malam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pedagang tetap bisa mengais rezeki dengan tertib, aman, dan kondusif (dok. Bagus – Rasika FM Pekalongan)

KAJEN – Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan bersama Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan melakukan monitoring terhadap sejumlah angkringan yang beroperasi di kawasan Alun-alun Kajen dan lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Rabu (29/7/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan adanya minuman keras dan alat kontrasepsi yang ditemukan di sekitar kawasan taman Alun-alun Kajen. Selain melakukan pengecekan di lapangan, rombongan juga berdialog dengan para pedagang untuk memastikan aktivitas usaha tetap berjalan sesuai aturan serta tidak mengganggu ketertiban umum.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, mengatakan pihaknya bersama Ketua DPRD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan jajaran Polres Pekalongan turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi yang sebenarnya.

“Hari ini, malam ini, kita melakukan sidak ke area Alun-alun Kajen berkaitan dengan adanya laporan masyarakat atas temuan miras maupun alat kontrasepsi di sekitar taman area Alun-alun. Tadi kami bersama Ketua, Dishub, Satpol PP dan Polres mengecek langsung ke lokasi,” kata Sumar Rosul.

Dari hasil peninjauan, menurutnya masih terdapat beberapa titik yang sebelumnya minim penerangan. Namun kondisi tersebut mulai dibenahi melalui pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan lampu taman sehingga kawasan menjadi lebih terang.

“Ada beberapa sisi lingkungan yang gelap. Namun sudah mendapat perhatian dari Dinas Perhubungan dengan penambahan lampu PJU dan lampu taman. Dengan penerangan yang cukup, potensi tempat itu dimanfaatkan untuk aktivitas negatif dapat diminimalkan,” ujarnya.

Di sela monitoring, rombongan DPRD juga berdialog langsung dengan para pedagang angkringan. Salah seorang pedagang, Nanda, memastikan lapak yang dikelolanya tidak menjual minuman keras.

“Di sini tidak ada minuman keras. Yang kami jual hanya kopi, teh, minuman sachet, dan minuman biasa lainnya. Dan saya disini hanya sebagai pelayan mas, ada bosnya yang jadi pemilik lapak,” katanya.

Ia menjelaskan, angkringan yang dijaganya buka hingga sekitar pukul 02.00 WIB untuk melayani pengunjung yang menikmati suasana malam di Alun-alun Kajen.

Selain menyediakan aneka minuman, lapaknya juga menjual berbagai makanan seperti bakaran dan shuki-shuki yang menjadi pilihan pelanggan.

Nanda menegaskan dirinya berkomitmen mematuhi aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban selama menjalankan usaha.

“Kami ingin tetap berjualan dengan tertib, mengikuti aturan yang ada, dan menjaga lingkungan supaya tetap aman dan nyaman untuk semua,” ujarnya.

Sementara itu, Sumar Rosul menegaskan DPRD mendukung keberadaan UMKM, termasuk para pedagang angkringan, karena menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Prinsip kami tetap mendorong dan menggerakkan UMKM yang ada di sekitar Alun-alun maupun di tempat lain. UMKM menjadi salah satu sarana untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Banyak anak muda yang membuka angkringan, gerobak minuman maupun usaha kecil lainnya. Ini patut diapresiasi karena menjadi alternatif mencari penghasilan,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kegiatan usaha dijalankan secara tertib dan tidak dimanfaatkan untuk aktivitas yang melanggar hukum maupun meresahkan masyarakat.

“Kita berharap proses bisnisnya berjalan tertib. Tidak ada gangguan maupun hal-hal negatif. Pemerintah daerah bersama DPRD harus hadir agar UMKM tetap berkembang, tetapi ketertiban juga tetap terjaga. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak,” tegasnya.

Selain aspek pengawasan, DPRD juga mendorong penataan kawasan kuliner di sekitar Alun-alun Kajen agar lebih rapi dan terpusat. Menurut Sumar, rancangan teknis atau Detail Engineering Design (DED) kawasan kuliner sebenarnya telah tersedia.

Ia menjelaskan konsep tersebut menempatkan para pelaku UMKM dalam satu kawasan sehingga lebih mudah ditata, diawasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.

“DED kawasan kuliner sebenarnya sudah ada. Nantinya UMKM ditempatkan di satu lokasi sehingga lebih tertib, lebih mudah dikontrol, kebersihannya terjaga, dan lebih rapi. Lokasinya direncanakan di sebelah selatan Masjid Al-Muhtarom,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan kawasan kuliner tersebut dapat didukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Untuk itu diperlukan regulasi yang dapat menjadi dasar pelaksanaannya.

“CSR bisa diarahkan untuk pembangunan kawasan kuliner atau food court yang lebih higienis, tertib, bersih, dan menarik. Ini bisa menjadi salah satu ikon Kabupaten Pekalongan. Daerah lain sudah menerapkan konsep seperti itu dan tidak ada salahnya kita mempelajari penataan kawasan kuliner yang sesuai dengan kondisi Kabupaten Pekalongan. Harapannya, Alun-alun Kajen tidak hanya tertata pada ruang terbukanya, tetapi juga kawasan kulinernya sehingga pada siang hari tetap bersih dan pada malam hari menjadi pusat aktivitas ekonomi yang tertib dan nyaman,” pungkasnya. (Gus)

Tag :

BACA JUGA :

HARLAH KPU
Sambut Harlah KPU ke-73, KPU Kabupaten Pekalongan Gelar Aksi Sosial
WhatsApp Image 2026-11-03 at 11.37
Kodim 0710/Pekalongan Turun Langsung Bantu Padamkan Kebakaran TPA Degayu
WhatsApp Image 2026-11-02 at 11.21
Progres Positif, RSUD Kraton Targetkan Layani Pasien di Kampil Mulai Mei 2027
MBG
Terpilih Aklamasi, Andung Supriagi Pimpin Paguyuban Mitra MBG Kabupaten Pekalongan

TERKINI

HARLAH KPU
Sambut Harlah KPU ke-73, KPU Kabupaten Pekalongan Gelar Aksi Sosial
PEKALONGAN – Menjelang peringatan Hari Lahir Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke-73 pada Sabtu, 7 November 2026, KPU Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan sosial berupa santunan anak yatim di Panti Asuhan...
KASATREMI
Dugaan Penculikan Anak di Sragi Mengarah pada Kasus Pencabulan
SRAGI – Kasus dugaan penculikan anak perempuan berusia 12-13 tahun di wilayah Sragi, Kabupaten Pekalongan, masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Pekalongan. Polisi mendalami dugaan tindak pidana pencabulan...
TMMD
TMMD di Jrebengkembang, Pengaspalan Jalan 1.685 Meter Sudah 70 Persen
PEKALONGAN – Pembangunan jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, terus dikebut. Memasuki...
WhatsApp Image 2026-11-03 at 11.37
Kodim 0710/Pekalongan Turun Langsung Bantu Padamkan Kebakaran TPA Degayu
PEKALONGAN – Kodim 0710/Pekalongan mengerahkan personel dan satu unit tangki air untuk membantu pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan,...
WhatsApp Image 2026-11-02 at 11.21
Progres Positif, RSUD Kraton Targetkan Layani Pasien di Kampil Mulai Mei 2027
PEKALONGAN – Proses pembangunan RSUD Kraton Pekalongan di Kampil, Kecamatan Wiradesa, terus menunjukkan progres positif. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan tersebut ditargetkan mulai memberikan...
Muat Lebih

POPULER

Ilustrasi MBG
Belasan Siswa SD di Kedungwuni Diduga Keracunan MBG
HARLAH KPU
Sambut Harlah KPU ke-73, KPU Kabupaten Pekalongan Gelar Aksi Sosial
bpjs 2
Beban Finansial Berakhir, Tri Nikmati Jaminan Kesehatan Gratis Berkat Program UHC Pemalang