Pekalongan – Warga Dukuh Sinangoh, Desa Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penemuan seorang pria bernama Husin (62) yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tidurnya, Senin (20/4/2026) pagi.
Kapolsek Kajen, Teguh Subiyantoro, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya penemuan orang meninggal dunia di dalam rumah.
“Hari Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 09.15 WIB, kami menerima laporan adanya orang meninggal dunia di dalam kamar tidur rumah di Dukuh Sinangoh, Desa Sinangohprendeng. Laporan tersebut langsung kami tindak lanjuti dengan olah TKP bersama Unit Reskrim, Unit Identifikasi, Unit Intelkam, serta SPKT Polres Pekalongan,” ujar Teguh, Selasa (21/04/2026).
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 09.00 WIB oleh istri korban, Sundiarti (58). Ia mencoba memanggil suaminya dari luar kamar karena sudah beberapa hari tidak bertemu. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat respons.

Merasa curiga, Sundiarti kemudian mengintip melalui jendela kaca kamar dan mendapati korban sudah dalam kondisi terbujur kaku dengan tubuh membengkak. Ia pun panik dan segera memanggil anaknya serta tetangga sekitar.
Setelah jendela berhasil dibuka dari luar, pintu kamar yang sebelumnya terkunci dari dalam akhirnya dapat dibuka. Korban ditemukan dalam posisi telentang di atas kasur lantai, masih mengenakan pakaian lengkap.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan sering mengurung diri di dalam kamar. Anak korban terakhir kali melihat ayahnya pada Jumat (17/4/2026) malam saat sedang menonton televisi.
Hasil pemeriksaan medis luar oleh dokter di RSUD Kajen menunjukkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia antara satu hingga tiga hari sebelum ditemukan. Pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda pembusukan, namun tidak ditemukan adanya luka atau tanda kekerasan.
“Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena gagal napas, namun untuk memastikan diperlukan pemeriksaan lanjutan,” jelas Teguh.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Editor:Humas Polres Pekalongan