Advertise

KABAR RASIKA

60 Ribu Jiwa Terdampak Banjir, DPRD Pekalongan: Jangan Biarkan Pengungsi Kelaparan!

60 Ribu Jiwa Terdampak Banjir, DPRD Pekalongan: Jangan Biarkan Pengungsi Kelaparan!

60 Ribu Jiwa Terdampak Banjir, DPRD Pekalongan: Jangan Biarkan Pengungsi Kelaparan!

Rapat kerja Banggar DPRD Kabupaten Pekalongan mengunci arah anggaran penanganan bencana. Logistik, kesehatan, dan sanitasi pengungsi ditegaskan jadi prioritas utama (dok. Istimewa)

Kajen – Bencana banjir berdampak pada sekitar 60.000 warga di Kabupaten Pekalongan. Dari jumlah tersebut, 1.900 jiwa sempat mengungsi, dengan data terakhir tercatat 1.600 jiwa masih berada di lokasi pengungsian. Kondisi ini menjadi perhatian serius Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rapat kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan perangkat daerah terkait, Jumat, 30 Januari 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto menyampaikan bahwa meski jumlah pengungsi mulai menurun, kebutuhan mendesak masih harus dipenuhi. Obat-obatan ringan, terutama obat gatal, perlengkapan balita seperti pampers, serta fasilitas sanitasi di sejumlah titik pengungsian masih menjadi persoalan. Beberapa lokasi pengungsian dilaporkan mengalami overload hingga menimbulkan bau tidak sedap.

Agus juga menyoroti kondisi tanggul sungai yang kritis, luas wilayah terdampak banjir, curah hujan yang masih tinggi, keterbatasan anggaran kebencanaan, serta minimnya armada distribusi logistik. Personel BPBD saat ini bekerja penuh selama 24 jam di lapangan.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas utama. “Tidak boleh ada pengungsi yang kurang makan, sakit tidak tertangani, tidak punya pakaian, sulit tidur, atau kesulitan buang hajat. Itu yang pertama dan utama,” tegasnya.

Ia memastikan anggaran logistik untuk makan dan minum pengungsi akan diamankan, termasuk kebutuhan kesehatan, obat-obatan, dan perlengkapan balita. Penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) selama masa tanggap darurat diminta dilakukan tepat sasaran dan sesuai ketentuan.

Selain logistik, DPRD juga menyoroti kerusakan infrastruktur akibat banjir. Abdul Munir menyatakan perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum akan segera dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang masih hujan.

Wakil Ketua DPRD Ruben R. Prabu Faza mengusulkan pembentukan tim rescue cepat di BPBD agar penanganan di wilayah rawan bisa lebih sigap. Sementara Wakil Ketua DPRD H. Sumar Rosul menekankan langkah teknis darurat, mulai dari normalisasi tanggul Sungai Sengkarang, peninggian tanggul TNI di pintu air Mulyorejo, hingga penanganan tanggul dan pintu air Meduri.

Ia juga mengingatkan agar pasokan solar dan listrik genset untuk pompa air tidak terlambat. Kebutuhan mendesak pengungsi seperti toilet, obat-obatan kulit, pampers, dan pakaian dalam diminta segera dipenuhi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar menjelaskan anggaran Belanja Tidak Terduga akan difokuskan untuk bantuan logistik selama 14 hari masa tanggap darurat. Pemerintah daerah juga membuka opsi pergeseran anggaran melalui APBD karena keterbatasan stok logistik reguler.

Menutup rapat, DPRD dan pemerintah daerah sepakat melakukan penanganan bencana secara cepat sesuai kemampuan keuangan daerah, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta penanganan wilayah terdampak banjir. (gus)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-10-08 at 12.46
Pelunasan Haji 2027 Segera Dibuka, Jamaah Kabupaten Pekalongan Siapkan Dana Rp23 Jutaan
BKPSDM
48 Jabatan Kosong, 10 Camat Masih Plt! BKPSDM Kejar Pengisian 2026
Muslimat 4
Hj. Sumarwati Kembali Pimpin Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031
Muslimat 1
Siapa Penerus Ketua Muslimat NU Pekalongan? Konfercab IX Mulai Buka Jalan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-08 at 12.46
Pelunasan Haji 2027 Segera Dibuka, Jamaah Kabupaten Pekalongan Siapkan Dana Rp23 Jutaan
KAJEN – Calon jamaah haji Kabupaten Pekalongan yang masuk daftar berhak lunas diminta mulai menyiapkan dana. Namun, proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi belum dimulai...
BKPSDM
48 Jabatan Kosong, 10 Camat Masih Plt! BKPSDM Kejar Pengisian 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah menata kembali personel aparatur sipil negara (ASN) menyusul masih banyaknya jabatan struktural yang kosong. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber...
Muslimat 4
Hj. Sumarwati Kembali Pimpin Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031
KAJEN — Hj. Sumarwati kembali dipercaya memimpin Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan untuk masa khidmat 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IX PC Muslimat...
Muslimat 1
Siapa Penerus Ketua Muslimat NU Pekalongan? Konfercab IX Mulai Buka Jalan
KAJEN — Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) IX di UIN Gus Dur Pekalongan, Minggu (4/10/2026). Konfercab kali ini mengangkat tema “Merawat Tradisi, Menguatkan...
IMG-20261002-WA0008
Laboratorium Digital Marketing ITSNU Mulai Gerakkan UMKM Pekalongan dari UMKM Center
KEDUNGWUNI – Upaya mendorong pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan masuk lebih jauh ke pasar digital mulai dilakukan melalui Laboratorium Digital Marketing Program Studi S1 Bisnis Digital ITSNU Pekalongan. Laboratorium...
Muat Lebih

POPULER

Foto 2
TEI 2026 Jaring Buyer dari 113 Negara, 1.533 Pelaku Usaha Indonesia Siap Tembus Pasar Global
DURIAN 1
Musim Durian Dimulai, Doro Punya Durian Lokal Langka Bernama Mingsri
Muslimat 1
Siapa Penerus Ketua Muslimat NU Pekalongan? Konfercab IX Mulai Buka Jalan