Advertise

KABAR RASIKA

Ratusan Siswa Tingkat SD Ikuti Lomba MAPSI

Ratusan Siswa Tingkat SD Ikuti Lomba MAPSI

Ratusan Siswa Tingkat SD Ikuti Lomba MAPSI

KAJEN – Sebanyak 782 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) se Kecamatan Kajen, Rabu (05/10/2022) mengikuti lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI). Kegiatan dilaksanakan di Korwil UPT Dindikbud Kajen.

Lomba MAPSI SD Kecamatan Kajen terdiri dari 17 Cabang lomba putra-putri dikuti 782 peserta, melibatkan juri sebanyak 51 orang baik dari Guru PAI maupun dari Profesional serta Panitia. Bidang mata pelajaran dilombakan pengetahuan PAI dan BTQ,
Praktik sholat dan wudlu, azan dan Iqomah, bidang Seni Islami seni hifdzil quran, Seni tilawatil quran, seni kaligrafi, seni khitobah, ketrampilan komputer, Seni Macapat Islami. Kegiatan bertema ‘Lomba MAPSI SD Tahun 2022 Mewujudkan Karakter Muslim Pancasila Yang Kreatif Dan Inovatif’.

Lomba MAPSI dibuka secara langsung oleh Camat Kajen, Agus Purwanto dengan simbolis menyebamatkan tanda pada peserta. Dalam kesempatan itu, Camat juga memberikan pertanyaan kepada peserta dengan langsung memberikan uang tunai kepada dua siswa yang berhasil menjawab pertanyaan.

Korwil Kecamatan Kajen Bidang Pendidikan Bapak Bara Akanta mengatakan lomba bertujuan untuk menggairahkan peserta didik untuk mempelajari, menghayati dan mengamalkan ajaran islam dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia yang memiliki karakter sebagai bangsa Indonesia, beriman taqwa. Kemudian memiliki kecerdasan dan ketrampilan dalam menghadapi persaingan global, selain dengan hasil prestasi nilai dalam raport di sekolah dan penerapan di lingkungan keluarga atau masyarakat, diperlukan pula antara lain berupa lomba yang dapat meningkatkan prestasi dan prestise peserta didik.

“Tujuannya pertama adalah bagaimana guru-guru Agama Islam di Kecamatan Kajen khususnya bisa mengimplementasikan materi-materi yang ada di pembelajaran, kemudian pengembangan dan merangkum atau memberi ruang kepada pendidik yang memiliki bakat minat di bidang seni Islami. Kemudian kegiatan tentunya diharapkan bisa menjaring-jaring bibit-bibit peserta didik di MAPSI ini agar bisa berprestasi di tingkat Kabupaten maupun provinsi dan seterusnya, ” kata dia.

Sementara Camat Kajen Agus Purwanto menyampaikan kegiatan kali ini lomba MAPSI tingkat kecamatan dilaksanakan karena beberapa tahun terakhir itu ada Covid-19. Meskibegitu pelajaran agama Islam tetap dilaksanakan dengan baik.

“Harapannya kedepan ada peningkatan kualitas pembelajaran khususnya agama Islam, karena dari penelitian agama adalah mutlak sangat diperlukan khususnya untuk pembentukan karakter anak anak kita. Apalagi sekarang gempuran budaya luar yang begitu mudahnya masuk ke Indonesia begitu juga termasuk ada dampak-dampak negatif dari perkembangan teknologi, untuk itu agama bisa menjadi benteng pertahanan, ” ungkapnya.

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Iksan mengatakan bahwa peserta adalah perwakilan pilihan dari sekolah. Untuk itu saat lomba agar tidak minder, jadikan yang terbaik tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Jadikan semangat dan persaingan yang baik, sehingga kalian pulang dengan membawa trophy cabang masing masing, ” harapnya.

Ketua Penyelenggara Lomba MAPSI, Riyanto menambahkan bahwa Lomba MAPSI SD tingkat Kecamatan Kajen di dilaksanakan Lingkungan SDN 06 Kajen dan SDN 02 Pekiringanalit.

“Hasil kejuaraan Lomba MAPSI Kecamatan Kajen terbaik untuk mengikuti lomba MAPSI SD Tahun 2022 tingkat Kabupaten Pekalongan di SMP 2 Wiradesa pada tanggal, 13 Oktober 2022 mendatang,” imbuhnya.

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-03-28 at 13.57
Syawalan Pantai Wonokerto Diserbu Ribuan Pengunjung, Siang Hari Tembus 4.000 Orang
WhatsApp Image 2026-03-27 at 12.14
Jalan Ambles Bojong–Kalijambe Disidak DPRD, Diminta Masuk Prioritas Perbaikan 2026
SEMANGKA
Truk Semangka Terguling di Pantura Wiradesa, Dua Mobil Tertimpa
SYAWALAN
10 Ribu Megono Gratis Siap Dibagikan, Pemkab Pekalongan Ajak Warga Serbu Syawalan di Linggo Asri

TERKINI

WhatsApp Image 2026-03-28 at 13.57
Syawalan Pantai Wonokerto Diserbu Ribuan Pengunjung, Siang Hari Tembus 4.000 Orang
WONOKERTO — Tradisi Syawalan atau tujuh hari pasca Lebaran di Wisata Pantai Wonokerto kembali menunjukkan daya tariknya. Hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung tercatat telah mencapai sekitar 4.000...
WhatsApp Image 2026-03-27 at 12.14
Jalan Ambles Bojong–Kalijambe Disidak DPRD, Diminta Masuk Prioritas Perbaikan 2026
KAJEN – Kerusakan jalan ambles di ruas Pantianom (Kecamatan Bojong) hingga Jembatan Kalijambe (Kecamatan Sragi) mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Pekalongan. Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDI...
SEMANGKA
Truk Semangka Terguling di Pantura Wiradesa, Dua Mobil Tertimpa
KAJEN – Sebuah truk bermuatan semangka mengalami kecelakaan di jalur Pantura Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa terjadi di sebelah barat perempatan lampu...
SYAWALAN
10 Ribu Megono Gratis Siap Dibagikan, Pemkab Pekalongan Ajak Warga Serbu Syawalan di Linggo Asri
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengajak masyarakat meramaikan acara Syawalan Megono yang akan digelar di Obyek Wisata Linggo Asri, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini dijadwalkan dimulai pukul 07.00...
PARIPUR
DPRD Pekalongan Terima LKPJ 2025, Soroti Evaluasi Kinerja dan Arah Kebijakan ke Depan
KAJEN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran...
Muat Lebih

POPULER

SYAWALAN
10 Ribu Megono Gratis Siap Dibagikan, Pemkab Pekalongan Ajak Warga Serbu Syawalan di Linggo Asri
WhatsApp Image 2025-07-31 at 17.57
Dari Anak Petani hingga Puncak Parlemen Daerah: Kisah Perjalanan Politik H. Abdul Munir, Ketua DPRD Pekalongan
Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka