PEKALONGAN – Pusat Penelitian Kesehatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro (Undip) menggandeng Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menggenjot capaian target imunisasi nasional. Langkah ini berfokus pada strategi demand creation untuk mengedukasi masyarakat sekaligus menangkal maraknya informasi hoaks terkait imunisasi.
Ketua Pusat Penelitian Kesehatan LPPM Undip, Ibu Martini, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam program imunisasi saat ini bukan hanya masalah pengetahuan masyarakat yang minim, melainkan juga adanya disinformasi yang beredar di tengah warga.
”Ada beberapa permasalahan imunisasi ini tidak saja terkait dengan pengetahuan masyarakat yang kurang, kemudian juga ada beberapa informasi yang berupa hoaks seperti itu yang harus di-counter dengan baik,” ujar Martini saat ditemui di sela-sela kegiatan lintas sektor di Pekalongan, Rabu (20/5/2026).
Melalui program yang didukung oleh UNICEF selaku penyedia dana (funding), LPPM Undip menaruh perhatian khusus pada fenomena zero dose kondisi di mana anak-anak sama sekali belum pernah mendapatkan imunisasi dasar.
Menurut Martini, pelibatan penggerak masyarakat, lintas program, hingga media massa menjadi kunci penting untuk menyisir anak-anak yang belum tersentuh imunisasi tersebut.
”Kita mengetahui bahwa imunisasi itu tidak hanya untuk diri sendiri, untuk lingkungan dan seperti pencegahan penyakit yang bersifat wabah, tetapi juga untuk masyarakat luas. Menyiapkan generasi kita pada generasi yang berkualitas, terutama generasi penerus untuk target 2045, Generasi Emas,” jelasnya.
Dipilihnya Kabupaten Pekalongan sebagai lokus pendampingan kesehatan bukan tanpa alasan. Martini menegaskan bahwa wilayah ini dipilih karena melihat komitmen yang sangat kuat dari pemerintah daerahnya.
”Kami mendampingi di lokus-lokus kesehatan seperti di salah satunya adalah di Kabupaten Pekalongan, mengingat dari Kabupaten Pekalongan komitmen—terutama komitmen dari pemerintah daerah—yang cukup tinggi untuk mencapai target capaian imunisasi,” tambahnya.
Melalui sinergi lintas sektor ini, LPPM Undip berharap program imunisasi tidak hanya sekadar mengejar angka capaian di atas kertas, melainkan juga menyentuh aspek pemerataan hak kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
”Harapan kami, cakupan imunisasi bisa tercapai melalui edukasi pada masyarakat, kemudian juga komunikasi, dan pelibatan dari banyak unsur. Dan kita di dalam program imunisasi tidak saja pada capaian, tetapi juga pemerataan. Jadi tidak hanya pada golongan yang menengah ke atas, tapi pada golongan-golongan dari masyarakat yang dari bawah, yang kemungkinan akses kepada layanan imunisasi ini tidak tercapai,” pungkas Martini. (Gus)