Advertise

KABAR RASIKA

Kecelakaan Mobil MBG Ungkap “Kecolongan” Rekrutmen Sopir SPPG Pakisputih

Kecelakaan Mobil MBG Ungkap “Kecolongan” Rekrutmen Sopir SPPG Pakisputih

Kecelakaan Mobil MBG Ungkap “Kecolongan” Rekrutmen Sopir SPPG Pakisputih

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPPG Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni, Rabu (17/12/2025), menyusul insiden kecelakaan mobil MBG dan temuan evaluasi pada proses rekrutmen sopir serta pengelolaan operasional (dok. Bagus – Rasika FM Pekalongan)

KEDUNGWUNI – Dugaan kelalaian dalam proses rekrutmen tenaga sopir di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, mencuat ke permukaan menyusul insiden kecelakaan mobil Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Persoalan ini mendorong Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG setempat pada Rabu (17/12/2025).

Sidak dilakukan untuk memastikan kepatuhan pengelolaan SPPG terhadap ketentuan yang berlaku, khususnya terkait aspek keselamatan operasional. Sebelumnya, dari pemberitaan kecelakaan mobil MBG yang terjadi di wilayah Pakisputih, terungkap bahwa kendaraan operasional tersebut dikemudikan oleh sopir yang diduga tidak memenuhi syarat administrasi dan usia.

Dalam laporan awal kecelakaan yang sempat diberitakan, disebutkan bahwa mobil MBG mengalami insiden saat menjalankan distribusi, beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Namun peristiwa tersebut memicu pertanyaan publik terkait standar keselamatan dan proses rekrutmen sopir di SPPG.

Dari hasil wawancara reporter Rasika FM Pekalongan dengan Kepala SPPG Pakisputih Kedungwuni, Moch. Rifqi Aula Arifian, terungkap adanya “kecolongan” dalam proses rekrutmen sopir. Data di lapangan menunjukkan sopir yang terlibat kecelakaan tidak memiliki SIM A yang sah dan berusia 63 tahun saat kejadian, melebihi ketentuan usia yang berlaku.

Menanggapi temuan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil monitoring, operasional SPPG secara normatif telah memenuhi ketentuan dan persyaratan, baik dari sisi struktur maupun kelengkapan pendukung lainnya.

“Namun ada catatan penting di tahap awal rekrutmen. Pihak yayasan ternyata tidak melibatkan Kepala SPPG dalam proses tersebut, sehingga Kepala SPPG tidak mengetahui secara detail profil sopir, termasuk usia yang bersangkutan,” ujar Abdul Munir saat ditemui di lokasi sidak.

Ia menegaskan, setelah diketahui bahwa usia sopir melebihi ketentuan, DPRD langsung meminta agar dilakukan pergantian sopir sesuai aturan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Selain persoalan sopir, Ketua DPRD juga memberikan catatan strategis terkait pengelolaan SPPG ke depan. Ia mendorong agar pemenuhan bahan pangan lebih memprioritaskan pedagang lokal.

“Kami berharap pedagang di Kabupaten Pekalongan, khususnya di sekitar Pakisputih, bisa dilibatkan. Program MBG jangan hanya berdampak pada peningkatan gizi, tetapi juga memberi efek ekonomi bagi masyarakat setempat,” katanya.

Terkait sarana dan prasarana, khususnya area pencucian, Ketua DPRD menilai ketersediaan air mengalir sudah memadai. Namun luas dan kapasitas ruang cuci dinilai belum ideal untuk melayani kebutuhan hingga 3.000 porsi makanan.

“Kondisi ini kami pahami karena gedung yang digunakan merupakan bangunan lama yang dipetak-petak, bukan bangunan baru, sehingga masih banyak penyesuaian,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Pakisputih Kedungwuni, Moch. Rifqi Aula Arifian, menegaskan bahwa seluruh temuan dan masukan hasil sidak akan dievaluasi dan dikoordinasikan bersama pihak yayasan.

“Terkait sopir berusia 63 tahun tersebut, kami sudah berkoordinasi dengan yayasan sejak awal temuan dan diputuskan untuk menonaktifkan sopir yang bersangkutan. Ini kami akui sebagai evaluasi bersama karena memang ada kekurangan atau kecolongan di rekrutmen awal,” ungkap Rifqi.

Ia menjelaskan bahwa saat SPPG mulai beroperasi, sistem sudah berjalan, termasuk bangunan, komunitas, dan relawan yang telah disiapkan oleh yayasan. Kondisi tersebut membuat ruang koreksi di tahap awal masih terbatas.

Meski demikian, Rifqi memastikan setiap temuan ke depan akan terus dikomunikasikan agar pengelolaan SPPG berjalan sesuai ketentuan, terutama menyangkut aspek keselamatan.

Menanggapi isu pemotongan gaji pegawai, Rifqi dengan tegas membantah adanya praktik tersebut di SPPG yang dikelolanya. Ia memastikan seluruh hak pekerja dibayarkan sesuai juknis, termasuk kepesertaan BPJS dan pelatihan tenaga kerja.

Terkait penggunaan bahan baku, pihaknya menyatakan terbuka untuk melakukan evaluasi agar ke depan lebih memberdayakan pedagang lokal, meskipun saat ini pengadaan masih dilakukan sesuai juknis dan sebagian berasal dari luar daerah.

Ketua DPRD berharap, ke depan pengelolaan SPPG dapat terus dibenahi, lebih tertib secara manajerial, patuh regulasi, serta mampu memberikan manfaat gizi sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-11 at 15.32
Wabup Sukirman: Pengawasan Dapur MBG Harus Ketat, Dilarang Ada Monopoli Bahan Baku
MA 1
TPA Bojonglarang Hampir Penuh, Pemkab Siapkan Opsi “Bakar Sampah Jadi Listrik”
BAZnas
BAZNAS Jadi “Jalur Cepat” Penanganan Sosial
WhatsApp Image 2026-02-08 at 14.53
Sosialisasi Empat Pilar di Pekalongan, Ashraff Abu Soroti Pentingnya Perlindungan Nilai Pancasila

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-11 at 15.32
Wabup Sukirman: Pengawasan Dapur MBG Harus Ketat, Dilarang Ada Monopoli Bahan Baku
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pada dapur-dapur penyedia makanan yang melayani peserta...
MA 1
TPA Bojonglarang Hampir Penuh, Pemkab Siapkan Opsi “Bakar Sampah Jadi Listrik”
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai membuka opsi teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai jalan keluar atas kondisi TPA Bojonglarang yang...
BAZnas
BAZNAS Jadi “Jalur Cepat” Penanganan Sosial
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan peran strategis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai mitra utama dalam menangani persoalan sosial yang membutuhkan respons cepat, di luar mekanisme...
WhatsApp Image 2026-02-08 at 14.53
Sosialisasi Empat Pilar di Pekalongan, Ashraff Abu Soroti Pentingnya Perlindungan Nilai Pancasila
KAJEN – Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar, Ashraff Abu, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini menitikberatkan pada...
WhatsApp Image 2026-02-04 at 18.58
Terseret Arus Kaligenteng, Warga Banjarnegara Ditemukan Meninggal di Kandangserang
KAJEN – Upaya pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Kaligenteng akhirnya berakhir. Memasuki hari kedua, tim gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (4/2/2026) siang. Korban...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2025-10-04 at 09.23
Pelaku Pencurian di Kajen Tinggalkan Motor Dekat TKP, Polisi Dalami Identitas
RAGA 1
Kejuaraan Binaraga Digelar di Kajen, Ashraff Abu: Anak Kampung Pun Bisa Jadi Juara
WhatsApp Image 2023-11-26 at 15.31
Pemilu 2024, Kabel Ties Menggantikan Gembok Kotak Suara