[adinserter name="Block 1"]

Advertise

[adinserter name="Block 10"]

KABAR RASIKA

DPRD Pekalongan Geram: Eks Pendopo Mangkrak, Sewa Aset Abaikan Fungsi Kontrol

DPRD Pekalongan Geram: Eks Pendopo Mangkrak, Sewa Aset Abaikan Fungsi Kontrol

DPRD Pekalongan Geram: Eks Pendopo Mangkrak, Sewa Aset Abaikan Fungsi Kontrol

Sidak Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H. Abdul Munir dan Wakil Ketua Sumar Rosul di komplek eks Pendopo Nusantara. DPRD menyoroti pengelolaan aset yang dinilai tanpa koordinasi dan kondisi bangunan cagar budaya yang memprihatinkan (dok. Bagus – Rasika FM Pekalongan)

KOTA PEKALONGAN – Pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir dan Sumar Rosul melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke komplek eks Pendopo Nusantara di Kota Pekalongan, Kamis (19/9). Sidak ini memunculkan sorotan tajam terkait pengelolaan aset daerah yang dinilai tidak transparan dan minim koordinasi.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menyatakan keprihatinannya atas kondisi bangunan bersejarah yang kini dibiarkan mangkrak dan rusak. Padahal, eks pendopo bupati tersebut merupakan cagar budaya yang menjadi saksi perjalanan Kabupaten Pekalongan sebelum pemindahan pusat pemerintahan ke Kajen pada 2001.

“Saya prihatin. Bangunan yang masih kami usahakan untuk menjadi cagar budaya dan peninggalan para pendahulu tidak terurus. Nanti akan kita evaluasi agar bangunan ini, yang merupakan sejarah awal membangun Kabupaten Pekalongan, bisa menjadi lebih baik,” ujar Abdul Munir kepada reporter Rasika FM.

Munir juga mengkritisi minimnya koordinasi pemerintah kabupaten terkait pengelolaan aset, termasuk kerja sama sewa dengan pihak ketiga.

“Yang namanya pengelolaan aset itu kan harusnya dikaji dengan cermat dari sisi budaya, sejarah dan ekonomi. Apalagi kalau ada perubahan bentuk, kerja sama, atau sewa, DPRD ya seharusnya tahu karena sebagai fungsi kontrol,” tegasnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan eks pendopo memprihatinkan. Beberapa bagian atap rusak, cat dinding mengelupas, dan halaman kompleks dipenuhi rumput liar. Situasi ini, menurut Munir, mencerminkan lemahnya perhatian terhadap pelestarian sejarah.

Seorang warga setempat, Slamet Riyanto (47), yang tinggal di sekitar komplek eks pendopo, juga menyuarakan keprihatinannya.

“Sayang sekali tempat bersejarah seperti ini dibiarkan begitu saja. Kami yang tinggal di sini melihat setiap hari kondisinya makin parah. Padahal ini kan warisan penting, mestinya bisa dimanfaatkan jadi museum atau tempat edukasi, bukan malah terbengkalai,” ujar Slamet.

Selain itu, Munir menyinggung wacana pembangunan museum daerah yang hingga kini belum terealisasi. Menurutnya, penanganan eks pendopo tidak bisa dilakukan sepihak karena lokasinya berada di wilayah administrasi Kota Pekalongan.

“Memang ini permasalahannya. Bagaimana penanganan masalah itu ada aglomerasi. Kalau ini mau dijadikan museum tapi letaknya di Kota Pekalongan, yang dapat ya kota. Ini pernah dibicarakan dengan Pak Wali Kota, antara bupati dan wali kota juga sudah ketemu waktu itu. Jangan hanya kepentingan ekonomi yang dipikirkan, sementara peninggalan cagar budaya dibiarkan,” tambahnya.

Munir menegaskan DPRD akan mendorong evaluasi menyeluruh serta pembahasan anggaran untuk pemeliharaan eks pendopo agar warisan sejarah tidak semakin terabaikan. (GUS)

Tag :

[adinserter name="Block 11"]

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.28
DPRD Kabupaten Pekalongan Tetapkan Perda Pendidikan, Targetnya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
MUS FMPB
Mustofa Amin Tantang Usut Kasus Mobil Dinas Bupati Pekalongan: “Akan Kami Lawan!”
WhatsApp Image 2026-10-13 at 15.26
40 Ribu Kendaraan Nunggak Pajak Berdalih Jalan Rusak, Samsat Kajen Obral Diskon demi Target Rp82,5 Miliar
WhatsApp Image 2026-10-13 at 11.16
TMMD Sengkuyung IV 2026 di Jrebengkembang, Rp300 Juta untuk Pengaspalan Jalan Sepanjang 822,8 Meter

TERKINI

KONI
Porprov Jateng 2026, Kabupaten Pekalongan Bidik 5 Emas, KONI Keluhkan Anggaran Minim
KAJEN – Kontingen Kabupaten Pekalongan membidik minimal lima medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Namun, target tersebut dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Ketua...
WhatsApp Image 2026-10-15 at 11.28
DPRD Kabupaten Pekalongan Tetapkan Perda Pendidikan, Targetnya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna di Kajen, Kamis (15/10/2026). Ketua...
MUS FMPB
Mustofa Amin Tantang Usut Kasus Mobil Dinas Bupati Pekalongan: “Akan Kami Lawan!”
KAJEN – Ketua LSM Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB), Mustofa Amin, melancarkan gerakan moral untuk mendesak pengusutan tuntas kasus dugaan pengrusakan mobil dinas Bupati Pekalongan. Ia bahkan...
WhatsApp Image 2026-10-13 at 15.26
40 Ribu Kendaraan Nunggak Pajak Berdalih Jalan Rusak, Samsat Kajen Obral Diskon demi Target Rp82,5 Miliar
​KAJEN – Tingginya angka penunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kabupaten Pekalongan memaksa Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) / Samsat Kajen putar otak. Berdasarkan data terakhir, tercatat...
WhatsApp Image 2026-10-13 at 11.16
TMMD Sengkuyung IV 2026 di Jrebengkembang, Rp300 Juta untuk Pengaspalan Jalan Sepanjang 822,8 Meter
KARANGDADAP – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, mulai dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026)....
Muat Lebih

POPULER

Muslimat 4
Hj. Sumarwati Kembali Pimpin Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031
WhatsApp Image 2026-04-13 at 10.52
Menyusuri Jejak Sejarah Pekalongan: Dari Batik hingga Kisah Taipan Bah Zing Zong
BKPSDM
48 Jabatan Kosong, 10 Camat Masih Plt! BKPSDM Kejar Pengisian 2026