Advertise

KABAR RASIKA

Bupati Fadia Arafiq Buka Festival Budaya Djayengrono

Bupati Fadia Arafiq Buka Festival Budaya Djayengrono

Bupati Fadia Arafiq Buka Festival Budaya Djayengrono

KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, MM membuka secara resmi Festival Budaya Djayengrono di Desa Kauman, Wiradesa, Jum’at (19/8) pagi.

Bupati menyatakan senang dan bangga dengan penyelenggaraan featival tersebut. “Saya kagum kepada anak-anak muda dan maayarakat. Ini sederhana namun menarik. Saya senang sekali, saya bahagia sekali. UMKMnya juga antusias sekali,” ungkap bupati.

Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilestarikan. “Ini yang memang harus dilestarikan. Dua tahun kemarin, karena pandemi Covid-19, kegiatan masih dibatasi. Insya allah mulai tahun ini kegiatan sudah boleh berjalan semuanya, yang penting prokesnya dijaga,” ujar bupati.

Bupati Berharap UMKM di desa Kauman dan sekitarnya bisa maju dan berkembang dengan adanya festival tersebut, sehingga ekonomi bisa pulih setelah sempat terpuruk akibat Pandemi Covid-19.

Menurutnya, festival bisa dijadikan sebagai sarana bagi desa atau kecamatan untuk menampilkan potensinya dan keunggulan daerahnya. Festival, kata dia, juga bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke desa tersebut.

“Sehingga warga dari daerah lain akan berbondong-bondong ke sini. Dan juga wiradesa terkenal dengan batiknya, jika ikut dalam pameran dan dipopulerkan, orang dari daerah lain akan datang ke sini. Tinggal dikemas dengan cantik.” ucap Fadia.

Bupati juga menyampaikan agar desa bisa mengangkat potensi wisata ziarah di desa tersebut. “Makam tokoh masyarakat, alm Bapak Djayengrono dan lainnya dapat membuat wisata religinya bisa terkenal,” ujar Fadia.

Bupati dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan dukungannya terkait usulan Desa Kauman sebagai Desa Wisata. “Mudah-mudahan Desa Kauman bisa menjadi desa wisata. Saya sangat mendukung sekali.

Ketua Panitia, Eka Kustiana melaporkan rangkaian Festival Budaya Djayengrono. “Yaitu napak tilas Djayengrono, pembukaan atau opening ceremony, bazaar produk unggulan dan jajan jadul Desa Kauman, sarasehan budaya, lomba mewarnai tingkat TK se-Kabupaten Pekalongan, pentas budaya warga Desa Kauman, serta jalan sehat dan khitanan masal. Festival digelar selama 3 hari,” terang Eka.

Hadir dalam pembukaan festival tersebut, Kepala.OPD terkait, Forkopimcam Wiradesa, Lurah dan Kades se-Kecamatan Woradesa, Ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, para alim ulama, para kiai serta masyarakat Desa Kauman dan sekitarnya.

Tag :

BACA JUGA :

BKK
Kredit Jumbo BKK Pekalongan Diobok-obok Kejati! Dugaan Korupsi Menguat
RAPAT 1
DPRD Pekalongan Warning OPD Tak Jalan Sendiri, Abdul Munir Serukan “Super Team”, Bukan Superhero
SUMAR
DPRD Bongkar Batas Kewenangan Plt Bupati Pekalongan: Jangan Sampai Off Side
MUNIR 1
Pasca OTT, Ketua DPRD Kab. Pekalongan Warning Keras

TERKINI

BKK
Kredit Jumbo BKK Pekalongan Diobok-obok Kejati! Dugaan Korupsi Menguat
KAJEN – Skandal dugaan kredit bermasalah di PT BPR BKK Kabupaten Pekalongan (Perseroda) kian menggelinding. Kasus yang sempat terkesan jalan di tempat itu kini resmi masuk radar Kejaksaan Tinggi...
RAPAT 1
DPRD Pekalongan Warning OPD Tak Jalan Sendiri, Abdul Munir Serukan “Super Team”, Bukan Superhero
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak bisa lagi dijalankan dengan pola tambal sulam atau program seremonial yang berjalan sendiri-sendiri. Ketua DPRD Kabupaten...
SUMAR
DPRD Bongkar Batas Kewenangan Plt Bupati Pekalongan: Jangan Sampai Off Side
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menegaskan bahwa Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati tidak dapat menjalankan seluruh kewenangan kepala daerah secara bebas layaknya bupati definitif. Sejumlah kewenangan strategis...
MUNIR 1
Pasca OTT, Ketua DPRD Kab. Pekalongan Warning Keras
KAJEN – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mengguncang lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai memantik sikap politik dari legislatif. DPRD Kabupaten Pekalongan menegaskan akan menghormati proses...
CALO
ASN Diduga Jadi Broker Outsourcing, Puluhan Juta Menguap — Janji Tinggal Janji
KAJEN — Dugaan praktik percaloan tenaga kerja (outsourcing) kembali mencuat di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial T diduga menjadi “broker” outsourcing...
Muat Lebih

POPULER

RAPAT 1
DPRD Pekalongan Warning OPD Tak Jalan Sendiri, Abdul Munir Serukan “Super Team”, Bukan Superhero
SUMAR
DPRD Bongkar Batas Kewenangan Plt Bupati Pekalongan: Jangan Sampai Off Side
MUNIR 1
Pasca OTT, Ketua DPRD Kab. Pekalongan Warning Keras