Advertise

KABAR RASIKA

BOCOR! Kontrak Pendopo Nusantara Rp2,9 Miliar – Tagihan Mandek, Siapa yang Bikin “Kebal Tagihan”?

BOCOR! Kontrak Pendopo Nusantara Rp2,9 Miliar – Tagihan Mandek, Siapa yang Bikin “Kebal Tagihan”?

BOCOR! Kontrak Pendopo Nusantara Rp2,9 Miliar – Tagihan Mandek, Siapa yang Bikin “Kebal Tagihan”?

Pendopo Nusantara kini bukan sekadar bangunan bersejarah. Di balik lampu yang tetap menyala, ada kontrak miliaran rupiah yang belum ditunaikan (Ilustrasi Pendopo Nusantara).

Sudah tiga kali ditagih dan dipanggil, penyewa tak merespons. BPK beri catatan dan bagian pengawasan mengaku belum terima laporan.

PEKALONGAN – Tabir persoalan sewa Pendopo Nusantara (Pendopo Lawas) di Kota Pekalongan mulai terbuka. Dokumen perjanjian resmi yang diperoleh mengungkap detail kontrak bernilai miliaran rupiah—namun realisasi pembayarannya jauh dari harapan.

Dalam dokumen bertajuk Perjanjian Sewa-Menyewa Tanah dan Bangunan Milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan di Jalan Nusantara Nomor 1 Kota Pekalongan dengan nomor 000.X.X.X/0XXXX, tertanggal 1 Juli 2024, tercatat jelas kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan pihak penyewa.

 

Apa yang Disewa?

Objek sewa bukanlah aset kecil, melainkan:

  • Tanah seluas ±1.650 meter persegi
  • Sejumlah bangunan eks pemerintahan
  • Fasilitas pendukung seperti pendopo, mushola, taman, parkir, hingga pedestrian

Total kawasan ini kemudian dimanfaatkan sebagai area kuliner dan fashion (pasar kreatif).

 

Skema Pembayaran Jelas, Angka Juga Jelas

Dalam Pasal 7 perjanjian disebutkan:

  • Nilai total sewa: Rp2,9 miliar
  • Jangka waktu: 5 tahun (1 Juli 2024 – 30 Juni 2029)
  • Pembayaran: Rp290 juta setiap 6 bulan
  • Disetorkan ke Kas Umum Daerah melalui Bank Jateng

Bahkan dalam Pasal 3 ditegaskan, pembayaran harus dilakukan sebelum penandatanganan perjanjian.

 

Fakta di Lapangan: Setor Baru Sekali

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga kini:

Penyewa baru melakukan satu kali pembayaran sebesar Rp290 juta.

Artinya, kewajiban pembayaran berikutnya tidak dipenuhi sesuai jadwal.

 

Sudah Ditagih, Sudah Dipanggil, Tapi Tak Datang

Sumber dari OPD yang menangani keuangan daerah mengungkapkan bahwa upaya penagihan sudah dilakukan berulang kali.

“Kami sudah melayangkan surat penagihan tiga kali, dan juga mengundang penyewa untuk membahas persoalan ini bersama-sama, tetapi tidak ada tanggapan. Bahkan saat diundang, yang bersangkutan tidak hadir,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, masih membuka ruang penyelesaian.

“Harapannya semua pihak bisa duduk bersama mencari solusi, supaya tidak menimbulkan polemik lebih besar dan upaya penagihan melalui surat masih terus dilakukan,” tambahnya pada Senin (04/05/2026).

 

Padahal, Kontrak Bisa Diputus

Dalam dokumen perjanjian, tepatnya Pasal 9, disebutkan:

Perjanjian dapat diakhiri secara sepihak oleh pengelola barang jika pihak penyewa melanggar ketentuan perjanjian, setelah diberikan peringatan tertulis.

Pertanyaannya kini mengemuka: apakah ketentuan ini sudah dijalankan sepenuhnya?

 

BPK Sudah Memberi Catatan

Persoalan ini juga telah masuk dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

BPK merekomendasikan agar pemerintah daerah segera menindaklanjuti permasalahan ini, guna mencegah potensi kerugian keuangan daerah dan persoalan hukum di kemudian hari.

 

Pengawasan: “Belum Ada Laporan”

Di sisi lain, sumber di bagian pengawasan daerah mengaku belum bisa banyak berkomentar.

“Kami belum menerima laporan resmi dari dinas atau OPD terkait,” ujarnya singkat.

Pernyataan ini menimbulkan tanda tanya terkait alur koordinasi internal pemerintah daerah.

Pendopo Lawas bukan sekadar bangunan. Ia adalah cagar budaya dan simbol sejarah yang kini dialihfungsikan menjadi pusat ekonomi.

Dalam perjanjian, penyewa bahkan diberi hak untuk:

  • Menambah bangunan
  • Memodifikasi bangunan
  • Bahkan meneruskan sewa ke pihak lain

Namun di sisi lain, kewajiban utama—membayar sewa secara berkala—justru tersendat.

 

Pertanyaan yang Belum Terjawab

  • Mengapa aktivitas usaha tetap berjalan di atas kewajiban yang belum dipenuhi?
  • Mengapa penyewa tidak merespons panggilan resmi pemerintah?
  • Sejauh mana langkah tegas akan diambil?

Hingga kini, jawabannya belum terang. Yang pasti, angka dalam kontrak dan realisasi di lapangan menunjukkan jurang yang lebar.

Dan publik kini menunggu: apakah ini akan diselesaikan, atau terus menjadi skandal sunyi?

Tim Redaksi Rasika Radionetwork

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-05-26 at 09.23
 Truk Muatan Hebel Hantam Pohon di Kajen, Evakuasi Cepat Polisi Bikin Arus Lalu Lintas Kembali Normal
RUMDIN DPRD
Tunjangan DPRD Kab. Pekalongan : Kajian Universitas Diduga Jadi "Tameng" Gelembungkan Anggaran?
WhatsApp Image 2026-05-20 at 13.19
Diciduk di Teras Ruma, Pria di Bojong Pekalongan Simpan Sabu dalam Bungkus Rokok
WhatsApp Image 2026-05-20 at 10.38
Kejar Target Generasi Emas 2045, LPPM Undip dan Dinkes Kab. Pekalongan Bersinergi Perangi Hoaks Imunisasi dan Anak ‘Zero Dose’

TERKINI

WhatsApp Image 2026-05-26 at 09.23
 Truk Muatan Hebel Hantam Pohon di Kajen, Evakuasi Cepat Polisi Bikin Arus Lalu Lintas Kembali Normal
Pekalongan – Sebuah truk bermuatan hebel mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak pohon di Jalan Mandurorejo, tepatnya di depan SMA Negeri 1 Kajen, Senin (25/5/2026) malam. Akibat kejadian tersebut,...
RUMDIN DPRD
Tunjangan DPRD Kab. Pekalongan : Kajian Universitas Diduga Jadi "Tameng" Gelembungkan Anggaran?
KAJEN – Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan kini tengah mengincar dugaan penyimpangan dalam penetapan Tunjangan Perumahan (TP) dan Biaya Perjalanan Dinas dengan mekanisme at cost anggota...
WhatsApp Image 2026-05-20 at 13.19
Diciduk di Teras Ruma, Pria di Bojong Pekalongan Simpan Sabu dalam Bungkus Rokok
KAJEN – Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan kembali mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pria berinisial BAI alias Ciblek (30) diringkus petugas...
WhatsApp Image 2026-05-20 at 10.38
Kejar Target Generasi Emas 2045, LPPM Undip dan Dinkes Kab. Pekalongan Bersinergi Perangi Hoaks Imunisasi dan Anak ‘Zero Dose’
​PEKALONGAN – Pusat Penelitian Kesehatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro (Undip) menggandeng Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menggenjot capaian target...
KPU
Target 80 Sekolah, KPU Pekalongan Sasar Pemilih Pemula Lewat Program 'KPU Mengajar'
PEKALONGAN – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pekalongan menggelar program “KPU Mengajar” di MTs YMI Wonopringgo, Selasa (19/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Wonopringgo itu diikuti...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-04-15 at 13.03
RSUD Kraton “Move On” ke Wiradesa, Tinggalkan Keterbatasan, Siap Jadi Rumah Sakit Modern
PEMBANGUNAN PENDOPO
Heboh! Rekanan Eks Pendopo Nusantara Ngaku Rp 890 Juta Belum Dibayar
KPU
Target 80 Sekolah, KPU Pekalongan Sasar Pemilih Pemula Lewat Program 'KPU Mengajar'