KAJEN – Hari pertama Operasi Keselamatan Candi 2026 di Kabupaten Pekalongan diwarnai langkah tak biasa. Selain membagikan selebaran keselamatan, petugas Satlantas Polres Pekalongan ikut turun langsung menambal jalan berlubang di Jalan Raya Bojong, Senin (2/2/2026).
Aksi ini dipimpin Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Rony Hidayat. Sejumlah personel terlihat menyapa pengendara sambil membagikan leaflet berisi sasaran operasi yang akan berlangsung selama 14 hari ke depan.
Menurut AKP Rony, penyuluhan dilakukan agar pengguna jalan memahami fokus penertiban dan potensi pelanggaran yang kerap memicu kecelakaan. Namun, kegiatan itu berubah arah saat rombongan menemukan titik jalan rusak yang sedang diperbaiki oleh petugas.
Melihat kondisi lubang yang masih membahayakan, polisi langsung ikut membantu proses penambalan agar bisa segera dilalui dengan aman.

“Lubang di jalan adalah pemicu kecelakaan, apalagi saat hujan. Banyak pengendara refleks menghindar dan itu berisiko menabrak kendaraan lain,” kata AKP Rony.
Ia menjelaskan, kerusakan jalan menjadi salah satu keluhan utama warga selama musim hujan. Curah hujan tinggi mempercepat keroposnya aspal dan memperbesar risiko kecelakaan, terutama di jalur ramai seperti Jalan Raya Bojong.
Satlantas Polres Pekalongan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mempercepat perbaikan titik-titik rawan. Upaya ini, kata Rony, bukan sekadar simbolis, tetapi langkah darurat untuk menekan potensi korban di jalan.
Operasi Keselamatan Candi 2026 sendiri menyasar pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, seperti tidak memakai helm, melawan arus, hingga penggunaan ponsel saat berkendara.
Di tengah cuaca ekstrem dan kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat diimbau lebih waspada, mengurangi kecepatan, serta tidak memaksakan manuver berbahaya saat menemui jalan rusak.
Sumber: Humas Polres Pekalongan