Advertise

KABAR RASIKA

Tekan Angka Kematian Ibu, Pekalongan Gelar Mentoring Klinis Didukung BPJS Kesehatan

Tekan Angka Kematian Ibu, Pekalongan Gelar Mentoring Klinis Didukung BPJS Kesehatan

Tekan Angka Kematian Ibu, Pekalongan Gelar Mentoring Klinis Didukung BPJS Kesehatan

(Dok. Istimewa)

Pekalongan – Upaya menekan angka kematian ibu kembali mendapat perhatian serius di Kota Pekalongan. Melalui dukungan BPJS Kesehatan, kegiatan mentoring klinis untuk dokter dan tenaga kesehatan digelar di aula UPT Puskesmas Jenggot, Kamis (18/9). Agenda ini menjadi bagian penting dari program Speling yang dipadukan dengan Jaminan Kesehatan Gratis (JKG).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menegaskan bahwa langkah ini diambil agar tenaga kesehatan di lini depan lebih sigap menghadapi risiko kematian ibu, khususnya saat persalinan.

“Hari ini, atas support dari BPJS Kesehatan, kita melaksanakan Speling yang dikombinasikan dengan JKG, sekaligus kegiatan mentoring klinis. Tujuannya agar para dokter dan perawat lebih siap mencegah kematian ibu,” jelas Yunita.

Data Dinas Kesehatan mencatat, hingga Agustus 2025, Kota Pekalongan telah mengalami enam kasus kematian ibu, sementara Kabupaten Pekalongan mencapai sembilan kasus. Pendarahan menjadi penyebab paling banyak, yang kerap diperparah keterlambatan pelaporan dari keluarga pasien.

“Yang sering terjadi adalah telat lapor. Kadang Hb pasien sudah sangat rendah baru dilaporkan, sehingga terlambat ditangani. Padahal pendarahan sebenarnya bisa dicegah jika diantisipasi sejak awal,” tambahnya.

Sebagai perbandingan, Yunita menyebutkan Kabupaten Brebes yang tahun lalu mencatat 42 kasus kematian ibu pada Juli, dan meski menurun, tahun ini tetap ada 21 kasus pada bulan yang sama.

Meski tantangan besar masih ada, ia optimistis angka kematian ibu bisa ditekan melalui konsistensi pencegahan. Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini di Puskesmas agar lebih banyak nyawa ibu bisa diselamatkan. Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menyampaikan komitmen pihaknya dalam memperkuat deteksi dini melalui kerja sama dengan rumah sakit.

“Kami bergilir mendatangkan dokter spesialis ke Puskesmas. Dengan begitu, pasien berisiko bisa diperiksa lebih awal. Kalau memang perlu rujukan, barulah dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Slamet, skema ini efektif karena mempermudah ibu hamil untuk mendapatkan pemeriksaan tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Deteksi dini menjadi kunci agar kasus risiko tinggi bisa tertangani lebih cepat. Dari sisi pembiayaan, BPJS Kesehatan menunjukkan dukungan penuh. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu, mengungkapkan bahwa porsi klaim persalinan cukup besar dari total pembiayaan kesehatan di wilayah ini.

“Total biaya pelayanan kesehatan di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan mencapai Rp1,6 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp100 miliar digunakan khusus untuk kasus persalinan. Jadi, angkanya memang signifikan,” terang Sri Mugirahayu, yang akrab disapa Cici.

Ia menambahkan, akses masyarakat ke rumah sakit meningkat 2–3 persen setiap tahun. Namun, rasio klaim terhadap pendapatan iuran juga terus menanjak: 107 persen pada 2023, 117 persen pada 2024, dan hingga 2025 sudah mencapai 170 persen.

“Pembiayaan sudah cukup baik, akses layanan juga semakin mudah. Namun, jangan sampai indikator kematian ibu justru memburuk. Program mentoring spesialis ini menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap ibu mendapatkan hak atas persalinan yang aman, nyaman, dan bermutu, sehingga angka kematian ibu dapat ditekan seminimal mungkin,” tandasnya.

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-25 at 17.02
DPRD Pekalongan Tegas: MBG Jalan, Izin dan UMKM Jangan Ditinggal
KAJEN – Rapat kerja gabungan pimpinan dan Komisi A, B, C, D DPRD Kabupaten Pekalongan bersama perangkat daerah serta instansi terkait digelar di ruang rapat paripurna, Rabu (25/2/2026). Agenda utama membahas...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 13.18
Diduga Tersengat Listrik Saat Menyetrika, Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di Rumahnya
KARANGANYAR – Seorang perempuan bernama Kunjaenah (45), warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (23/2/2026) pagi. Korban diduga tersengat...
WhatsApp Image 2026-02-23 at 11.26
Tawuran di Sragi, Pelajar 15 Tahun Terluka Sabetan Senjata Tajam
SRAGI – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali memakan korban di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berusia 15 tahun mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dalam peristiwa yang...
WhatsApp Image 2026-02-21 at 12.16
Sedang Menunggu Pembeli, Penjual Obat Mercon Diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan
Polres Pekalongan – Polda Jateng – Seorang pemuda asal Kecamatan Kandangserang diamankan polisi. Pasalnya, pria berinisial S (30) tersebut hendak menjual obat mercon. S diamankan Satreskrim...
WhatsApp Image 2026-02-18 at 11.50
Ketua DPRD Abdul Munir Dorong Rp37 Miliar untuk Atasi Banjir
KAJEN – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan bahwa banjir yang berulang di wilayahnya tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga dipicu oleh ulah manusia, terutama alih...
Muat Lebih

POPULER

Tradisi Memandikan Pusaka Keris ( Penjamas Pusaka ): Menjaga Keawetan Warisan Budaya Jawa. Setiap bulan Sura, tradisi memandikan benda pusaka seperti keris atau tombak menjadi momen istimewa bagi para kolektor. Mas Edi Riyanto, seorang pemerhati benda pusaka dan penjamas keris dari Legok Kalong Karangnyar, telah menekuni bidang pusaka ini sejak puluhan tahun lalu.
Penjamas Pusaka, Kemampuan Spesifik Yang Makin Langka
Tipiwan
Don't Miss It..!! "Festival Pilihan Nikmat" di Alun-Alun Kajen
WhatsApp Image 2025-06-13 at 11.35
Kades Kesesi Tersandung Korupsi, Ruben : Jadi Pembelajaran bagi Seluruh Kades