Advertise

KABAR RASIKA

Si Balita Adi Selamat dari Luka Bakar Berkat Program Universal Health Coverage Pemalang

Si Balita Adi Selamat dari Luka Bakar Berkat Program Universal Health Coverage Pemalang

Si Balita Adi Selamat dari Luka Bakar Berkat Program Universal Health Coverage Pemalang

(Dok.istimewa)

Pemalang, Jamkesnews – Hidup Padilatul Kamilah (29) dan Sopidin (35) warga Bantarbolang Pemalang seketika berubah drastis ketika putra mereka, Adi Hidayat yang baru berusia satu tahun, mengalami musibah yang tak pernah mereka bayangkan. Dalam sekejap, kebahagiaan keluarga kecil mereka terusik oleh insiden yang hampir merenggut nyawa buah hati tercinta.

Pada saat insiden itu, Adi Hidayat seorang balita yang lincah dan penuh rasa ingin tahu, sedang bermain di rumah ketika tiba-tiba sebuah kejadian mengerikan terjadi. Kopi panas yang diletakkan di meja tersenggol olehnya dan tumpah, mengenai sebagian tubuh mungilnya. Jeritan tangis Adi yang memekakkan telinga langsung memicu kepanikan di hati kedua orang tuanya.

Padilatul Kamilah yang sedang berada di dapur, segera berlari ke arah suara anaknya yang menangis. Dia terkejut melihat putranya menggeliat kesakitan dengan sebagian tubuhnya terkena air panas. Sopidin, yang baru saja pulang kerja, langsung menggendong Adi dan bersama-sama mereka bergegas menuju Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Di Puskesmas Bantarbolang, perawat yang menangani langsung memberikan pertolongan dengan membalut bagian tubuh Adi yang terkena kopi panas. Namun, setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, tenaga medis disana menyarankan agar Balita Adi dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Padilatul dan Sopidin sempat ragu untuk membawa anak mereka ke rumah sakit. Mereka khawatir dengan biaya yang akan dikeluarkan, mengingat suami Padilatul hanya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Kami sempat khawatir, takut tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Suami saya pekerja serabutan, penghasilannya kadang cukup kadang tidak. Tapi kami tidak punya pilihan, anak kami membutuhkan pertolongan segera,” ujar Padilatul dengan mata berkaca-kaca.

Namun, demi keselamatan putra tercinta, Padilatul dan Sopidin akhirnya memutuskan untuk membawa Adi ke RSUD dr. M. Ashari Pemalang. Disana, mereka bertemu dengan petugas administrasi yang memberikan informasi penting terkait Program Universal Health Coverage (UHC). Program ini memungkinkan masyarakat yang belum terdaftar dalam BPJS Kesehatan untuk segera mendaftar dan langsung mendapatkan kepesertaan aktif.

“Saat kami tiba di rumah sakit, kami diberi tahu bahwa Adi bisa langsung didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan berkat Program UHC. Saya sangat bersyukur, ini benar-benar seperti keajaiban bagi kami,” cerita Padilatul dengan rasa syukur.

Tanpa harus mengurus banyak dokumen atau menunggu waktu lama, Adi langsung didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan oleh petugas rumah sakit. Proses pendaftaran yang cepat dan efisien ini membuat Padilatul dan Sopidin bisa fokus menemani anak mereka yang sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Adi, yang sebelumnya kesakitan, kini telah mendapatkan perawatan yang dibutuhkan di ruang perawatan anak. Para dokter dan perawat di RSUD dr. Ashari Pemalang bekerja keras memberikan yang terbaik untuk Adi. Dengan dukungan medis yang lengkap dan perhatian penuh dari orang tuanya, kondisi Adi perlahan mulai membaik.

“Kami sangat berterima kasih kepada rumah sakit, dokter, perawat, dan semua yang membantu kami. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah yang telah menyediakan Program UHC ini. Tanpa program ini, mungkin kami tidak tahu bagaimana nasib anak kami,” ungkap Sopidin dengan penuh haru.

Adi Hidayat kini masih dalam proses pemulihan, namun senyumnya sudah mulai kembali merekah. Padilatul dan Sopidin berharap, kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir yang menimpa anak mereka. Mereka juga bertekad untuk lebih berhati-hati dan waspada ke depannya, sambil terus bersyukur atas kesempatan kedua yang diberikan kepada putra mereka melalui Program UHC dan BPJS Kesehatan.

“Kami sangat bersyukur atas pertolongan yang cepat ini. Tidak terbayang jika tidak ada program UHC. Ke depannya, kami akan lebih berhati-hati dan selalu menjaga Adi dengan lebih waspada,”ujar Padilatul menutup ceritanya dengan harapan besar di hatinya. (ns)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-05-13 at 14.50
Komisi C DPRD Tekankan Pengawasan Melekat pada Pembangunan RSUD Kraton Tahap Akhir
WhatsApp Image 2026-05-13 at 14.43
RSUD Kraton Baru Masuki Tahap Penentuan, Akhir 2026 Ditarget Jadi Pusat Layanan Kesehatan Baru
PEMBANGUNAN PENDOPO
Heboh! Rekanan Eks Pendopo Nusantara Ngaku Rp 890 Juta Belum Dibayar
PENDOPO TRADE
Polemik Sewa Eks Pendopo : FORMASI Desak APH Turun Tangan, Pengelola Pendopo Nusantara Buka Suara

TERKINI

WhatsApp Image 2026-05-13 at 14.50
Komisi C DPRD Tekankan Pengawasan Melekat pada Pembangunan RSUD Kraton Tahap Akhir
KAJEN – Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan memberi perhatian serius terhadap progres pembangunan RSUD Kraton Baru di Kampil, Wiradesa. Dalam kunjungan kerjanya, DPRD menegaskan proyek tersebut tidak...
WhatsApp Image 2026-05-13 at 14.43
RSUD Kraton Baru Masuki Tahap Penentuan, Akhir 2026 Ditarget Jadi Pusat Layanan Kesehatan Baru
KAJEN – Proyek pembangunan tahap tiga RSUD Kraton Baru di Kampil, Wiradesa, kembali mendapat sorotan. Di tengah target relokasi yang harus tuntas sebelum akhir 2026, proses lelang kini menjadi titik...
PEMBANGUNAN PENDOPO
Heboh! Rekanan Eks Pendopo Nusantara Ngaku Rp 890 Juta Belum Dibayar
KAJEN – Persoalan proyek pembangunan kawasan eks Pendopo Nusantara kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, seorang rekanan mengaku belum menerima pelunasan pembayaran proyek senilai ratusan juta rupiah...
PENDOPO TRADE
Polemik Sewa Eks Pendopo : FORMASI Desak APH Turun Tangan, Pengelola Pendopo Nusantara Buka Suara
Polemik tunggakan sewa Pendopo Nusantara terus memanas. Ketua FORMASI Kabupaten Pekalongan mendesak tindakan tegas, sementara pihak pengelola mengaku hanya menjalankan operasional lapangan. PEKALONGAN...
WhatsApp Image 2026-05-11 at 19.58
Investasi PMDN Kabupaten Pekalongan Melonjak 601 Persen, Tertinggi di Jawa Tengah
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mencatat lonjakan signifikan dalam realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal...
Muat Lebih

POPULER

FATIROH
Bupati Fadia Diisukan Berangkat Haji Melalui TPHD, Ini Penjelasannya
BKK
Kredit Jumbo BKK Pekalongan Diobok-obok Kejati! Dugaan Korupsi Menguat
WhatsApp Image 2026-04-13 at 10.52
Menyusuri Jejak Sejarah Pekalongan: Dari Batik hingga Kisah Taipan Bah Zing Zong