KAJEN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pekalongan berkolaborasi dengan Alfamart menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Mulyorejo dan Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, di Posko Dapur Umum Desa Mulyorejo.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026 sekaligus HUT PWI ke-80. Paket bantuan yang disalurkan berupa mie instan dan air mineral untuk warga yang masih bertahan di lokasi terdampak maupun yang mengungsi.
Ketua PWI Kabupaten Pekalongan, Triyono, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Terima kasih, kami dari PWI Kabupaten Pekalongan dalam memperingati Hari Pers Nasional sekaligus HUT PWI ke-80, kami bersama teman-teman dari Alfamart menggelar bakti sosial membantu warga korban banjir di Kecamatan Tirto, terutama Desa Mulyorejo dan Tegaldowo. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan meringankan warga terdampak banjir. Bantuan ini berupa mie instan dan air mineral,” ujar Triyono.
Perwakilan Alfamart melalui Corporate Communication, Yudi Suranto, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kolaborasi kemanusiaan bersama PWI Kabupaten Pekalongan.
“Kami dari Alfamart berkolaborasi dengan PWI Kabupaten Pekalongan yang hari ini dapat mendistribusikan bantuan sembako untuk warga terdampak bencana di Pekalongan. Semoga atas bantuan yang diberikan ini bisa bermanfaat untuk warga terdampak bencana dan ke depannya pemulihan penanganan bencana segera terselesaikan dan warga Pekalongan kembali hidup normal kembali. Terima kasih,” kata Yudi.
Kepala Desa Mulyorejo, Zamroni, mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada warganya yang telah terdampak banjir selama hampir satu bulan.
“Terima kasih kami ucapkan kepada PWI dan Alfamart yang telah datang ke Mulyorejo memberikan bantuan, terutama masyarakat Desa Mulyorejo yang terdampak banjir. Semoga bantuan ini bermanfaat, terutama warga-warga yang terdampak banjir, semoga meringankan beban masyarakat Desa Mulyorejo,” tuturnya.
Berdasarkan data di lapangan, banjir telah menggenangi wilayah tersebut selama hampir 27 hari. Ketinggian air saat ini masih berkisar antara 60 hingga 70 sentimeter, meski sudah mulai surut. Akibat kondisi tersebut, aktivitas ekonomi warga lumpuh dan banyak warga tidak dapat bekerja.
Warga lansia dan anak-anak telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara di Kopindo. Saat ini tercatat sebanyak 237 jiwa masih mengungsi, meskipun sebelumnya jumlah pengungsi sempat mencapai lebih dari 400 jiwa ketika banjir berada pada puncaknya.
Masyarakat setempat menyampaikan kebutuhan mendesak berupa sembako serta berharap pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir yang rutin terjadi setiap tahun.
Warga berharap persoalan banjir di wilayah Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo dapat segera ditangani secara menyeluruh agar mereka dapat kembali hidup dengan aman dan tentram.