Pemalang – Puskesmas Rowosari Kabupaten Pemalang kembali mencetak prestasi membanggakan melalui inovasi layanannya yang dinamakan “Petis Pemalang” atau Pelayanan Terpadu Peserta JKN-KIS. Inovasi ini berhasil menembus Top 20 Kompetisi Inovasi Daerah Jawa Tengah (IDEA Jateng) 2025 dan kini tengah bersiap melaju ke tahap penilaian berikutnya untuk memperebutkan posisi Top 10 besar, yang akan digelar pada Jumat (29/8).
“Petis Pemalang” merupakan pengembangan dari inovasi sebelumnya yang dikenal dengan nama “Si Cendol” (Simplifikasi Cek Data Kepesertaan Online), yang dulunya hanya aktif saat ada kegiatan BPJS Keliling. Kini, Puskesmas Rowosari menghadirkan layanan terpadu yang buka setiap hari Senin hingga Sabtu, menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan JKN-KIS karena jauhnya jarak ke kantor BPJS Kesehatan.
Dengan dukungan dari BPJS Kesehatan, serta koordinasi bersama Dinas Sosial PPKBPPPA Kabupaten Pemalang, inovasi ini mampu menghadirkan pelayanan administrasi JKN secara lengkap di Puskesmas. Masyarakat kini dapat melakukan pendaftaran, perubahan data, hingga pengecekan kepesertaan JKN langsung di Puskesmas Rowosari tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Kepala Puskesmas Rowosari, Hendratno, menyampaikan bahwa kehadiran “Petis Pemalang” merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Petis Pemalang hadir untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke kantor BPJS Kesehatan. Dengan layanan ini, masyarakat cukup datang ke Puskesmas, semua urusan kepesertaan JKN bisa diselesaikan di satu tempat,” ujarnya.
Hendratno juga menyebutkan bahwa Kabupaten Pemalang mengirimkan empat delegasi dalam IDEA Jateng 2025, yaitu dari Puskesmas Rowosari, DPMPTSP, Disdukcapil, dan SMP Negeri 4 Pemalang.
“Kami bersyukur Petis Pemalang bisa masuk Top 20 IDEA Jateng 2025. Harapan kami tentu bisa lolos ke Top 10 bahkan lebih tinggi, agar manfaatnya semakin dikenal luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan tim pengembang inovasi, Retno Setyowati, menegaskan bahwa “Petis Pemalang” lahir dari kebutuhan nyata warga desa yang kesulitan mengurus administrasi JKN akibat lokasi BPJS Kesehatan yang jauh.
“Dengan Petis Pemalang, semua bisa lebih sederhana, lebih hemat biaya, dan lebih cepat. Kami ingin layanan kesehatan benar-benar hadir dekat dengan masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Yulies Nuraya, menilai inovasi ini bisa menjadi model layanan yang direplikasi di daerah lain, terutama yang jauh dari kantor BPJS.
“Kalau ada inovasi dari Puskesmas yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung program JKN, maka kami berharap inovasi ini bisa diimplementasikan juga di Puskesmas lain, bukan hanya di Pemalang tapi juga di Jawa Tengah bahkan seluruh Indonesia,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga datang dari Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu atau yang akrab disapa Cici.
“Petis Pemalang merupakan inovasi luar biasa dari Puskesmas Rowosari yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. Ini tidak hanya mempermudah peserta JKN, tapi juga mengurangi antrean di kantor BPJS. Harapan kami, inovasi ini tidak berhenti sebagai finalis kompetisi, tapi bisa menjadi inspirasi dan model layanan di tingkat nasional,” pungkasnya.
Dengan inovasi yang berorientasi pada kemudahan dan kedekatan layanan, “Petis Pemalang” menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien bisa diwujudkan melalui sinergi dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.