Advertise

KABAR RASIKA

Pabrik Beton Curah Diduga Biang Debu di Bojong

Pabrik Beton Curah Diduga Biang Debu di Bojong

Pabrik Beton Curah Diduga Biang Debu di Bojong

POLUSI – Keluhan warga karena polusi udara yang diduga akibat dari aktifitas pabrik beton curah (ready mix) di jalan raya Bojong – Sragi Desa Sembung Jambu Kecamatan Bojong

KAJEN – Warga jalan raya Bojong dan pengguna jalan keluhkan adanya polusi udara yang diduga diakibatkan debu akibat aktifitas dari pabrik beton curah (ready mix) yang ada di jalan Bojong – Sragi Desa Sembung Jambu Kecamatan Bojong. Masalah ini juga sudah viral di media sosial.

Dalam video yang di upload, memperlihatkan ruangan dalam sebuah ruko yang dipenuhi debu. Banyak warga sekitar dan pengguna jalan yang melintasi jalan itu yang mengeluh akibat dari kualitas udara yang tercemar. Terlebih warga yang mempunyai usaha di sekitar pabrik beton curah merasa tidak nyaman akibat polusi udara. Belum lagi dampak kesehatan karens menghirup udara kotor. Beberapa sumber mengatakan pemilik pabrik beton curah tersebut merupakan seorang anggota DPRD terpilih.

Warga sekitar menyebut setiap kali pabrik ready mix beroperasi mengeluarkan debu yang berterbangan ke rumah warga sekitar dan pemilik usaha di sekitar pabrik. Selain itu bagi pengguna jalan sangat berbahaya karena menganggu penglihatan. Dan yang paling akhir tentu saja dampak kesehatan akibat debu yang terhirup.

Kepala Desa Sembung Jambu Kecamatan Bojong, Carimun saat dikonfirmasi melalui telefon pada Kamis (05/09/2024) mengatakan bahwa kegiatan pabrik beton curah di desanya sudah berjalan kurang lebih selama tiga tahun dan menurutnya di daerah tersebut bukan termasuk wilayah pemukiman penduduk. Namun kenyataannya di sekitar pabrik beton curah tersebut terdapat ruko dan rumah warga yang jaraknya tidak terlalu jauh.

“Waduh, (rumah) saya jauh dari situ mas. Saya juga belum liat dan belum baca (media sosial) sih. Soal perijinan juga sudah lengkap”, jelas Carimun.

Sementara itu Camat Bojong, Farid Abdul Khakim mengungkapkan debu yang muncul di sekitar pabrik beton curah karena memang sudah memasuki musim kemarau.

“Yaa itu harusnya pihak perusahaan juga ada inisiasi untuk bisa (dilakukan) penyemprotan lah. Untuk mengurangi residu atapun sisa-sisa debu yang berterbangan itu. Sehingga masyarakat tidak terganggu karena ini efeknya kan nanti kesehatan juga”, terang Farid.

Pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pihak desa agar memberikan informasi kepada pabrik ready mix guna melakukan tindakan prefentif. Selain itu juga akan meminta Kasi Trantib untuk melakukan pengecekan lokasi.

“Ya siapapun itulah. Perusahaan dimanapun yang sifatnya berpengaruh terhadap lingkungan itu untuk bisa mengantisipasi lebih awal. Kalau dampaknya adalah debu ya (dilakukan) penyiraman dan sebagainya. Kan gitu”, tambahnya.

Harapanya antara pihak pabrik dan masyarakat yang terdampak dapat dilakukan komunikasi agar mendapatkan solusi yang baik. Sehingga ekonomi dapat berjalan dan kesehatan tidak terganggu.

Polusi udara yang diduga disebabkan oleh pabrik beton curah (ready mix) dua hari terakhir ramai di media sosial karena masyarakat sekitar dan pengguna jalan merasa terganggu akibat debu disekitar lokasi pabrik. Bahkan salah satu komentar netizen menyebutkan pabrik tersebut milik anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, “Kayane sing due DPR anyar nemen kepilih yaa”. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

MUNIR 1
Ketua DPRD Pekalongan Abdul Munir Buka Suara Soal OTT Bupati Fadia
WhatsApp Image 2026-03-09 at 15.56
Polemik Pelarangan Wartawan di Setda Pekalongan Berlanjut, Plt Bupati Sukirman Akui Ada Miskomunikasi
WhatsApp Image 2026-03-09 at 15.47
Wartawan Dicegah Meliput Acara Gubernur Jateng di Pekalongan, Klarifikasi Baru Muncul Setelah Protes
WhatsApp Image 2026-03-09 at 15.22
Wartawan Dilarang Masuk Saat Gubernur Jateng Serahkan SK Plt Bupati Pekalongan

TERKINI

MUNIR 1
Ketua DPRD Pekalongan Abdul Munir Buka Suara Soal OTT Bupati Fadia
KAJEN — Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Pekalongan. Meski demikian, DPRD menegaskan roda pemerintahan tidak boleh...
WhatsApp Image 2026-03-09 at 15.56
Polemik Pelarangan Wartawan di Setda Pekalongan Berlanjut, Plt Bupati Sukirman Akui Ada Miskomunikasi
KAJEN = Polemik pelarangan awak media saat agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (9/3/2026), terus bergulir....
WhatsApp Image 2026-03-09 at 15.47
Wartawan Dicegah Meliput Acara Gubernur Jateng di Pekalongan, Klarifikasi Baru Muncul Setelah Protes
KAJEN – Polemik pelarangan awak media dalam agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan akhirnya mendapat tanggapan...
WhatsApp Image 2026-03-09 at 15.22
Wartawan Dilarang Masuk Saat Gubernur Jateng Serahkan SK Plt Bupati Pekalongan
KAJEN – Puluhan wartawan yang hendak meliput agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan justru dilarang masuk oleh petugas saat kegiatan berlangsung di Aula Lantai...
WhatsApp Image 2026-03-09 at 09.04
PDIP Jateng Turun ke Pekalongan, Dolfie Tekankan Fraksi Harus Buktikan Kerja ke Rakyat
KAJEN – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Dolfie O.F.P. menekankan pentingnya peran fraksi partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat saat melakukan kunjungan konsolidasi ke DPC PDI Perjuangan...
Muat Lebih

POPULER

RSUD KESESI utm
Pusaran Utang Rp. 1.8 Milyar di RSUD Kesesi
WhatsApp Image 2026-03-04 at 11.28
Usai OTT KPK, Sukirman: Pemerintahan Tetap Jalan, Kita Hormati Proses Hukum
WhatsApp Image 2026-03-09 at 15.56
Polemik Pelarangan Wartawan di Setda Pekalongan Berlanjut, Plt Bupati Sukirman Akui Ada Miskomunikasi