PEMALANG – Kusnawati (37), seorang ibu rumah tangga asal Desa Karangtalok, Kabupaten Pemalang, mengaku sangat bersyukur atas pelayanan kesehatan yang diterima suaminya, Winarso (39), yang kini sedang menjalani perawatan penyakit Tuberkulosis (TB) Paru di Rumah Sakit Comal Baru.
Sudah tiga hari ia mendampingi sang suami sejak pertama kali tiba di rumah sakit pada Rabu (27/8) sore, dalam kondisi hujan deras dan suasana Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang cukup ramai. Namun, menurut Kusnawati, pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan cepat dan tanggap.
“Saya bersyukur, dari awal datang sampai dirawat, saya merasa nyaman. Perawat di sini tanggap, dokternya juga ramah. Walaupun datang dalam kondisi hujan dan IGD ramai, suami saya tetap segera ditangani dengan baik,” ungkapnya pada Jumat (29/8).
Kusnawati menuturkan, hal yang membuatnya semakin lega adalah kepesertaan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berkat JKN, ia tidak perlu mengeluarkan biaya sedikit pun selama suaminya menjalani perawatan.
“Dengan adanya JKN, saya tidak keluar biaya sama sekali. Bahkan saya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Makanannya juga enak, bahkan ada snack untuk pasien. Semua ini sangat membantu sekali,” tambahnya.
Selama tiga hari mendampingi suami, Kusnawati menilai keramahan dokter dan kesigapan perawat sangat mendukung proses penyembuhan. Bahkan ketika Winarso menjalani operasi paru, dirinya merasa lega karena seluruh prosedur berjalan lancar di bawah pengawasan tenaga medis yang profesional.
Pengalaman positif tersebut bukan kali pertama dirasakan Kusnawati. Sebelumnya, ia juga pernah membawa anaknya berobat di RS Comal Baru untuk menjalani operasi usus buntu. Menurutnya, seluruh proses medis maupun kontrol berkala berjalan lancar dan konsisten berkat dukungan JKN.
“Saya sudah beberapa kali ke sini. Dulu anak saya juga pernah operasi usus buntu. Saya merasa tenang karena setiap kali datang, pelayanannya tidak pernah berubah, selalu cepat dan ramah. Kami sebagai pasien merasa sangat dihargai, tidak dibedakan meskipun memakai JKN,” jelasnya.
Bahkan, ketika anaknya dinyatakan boleh pulang, Kusnawati sempat meminta tambahan waktu perawatan agar benar-benar pulih. Permintaan itu pun dikabulkan pihak rumah sakit tanpa kendala, yang menurutnya menjadi bukti kepedulian dan pengertian terhadap kondisi pasien.
Bagi Kusnawati, keberadaan Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan benar-benar meringankan beban masyarakat. Ia yakin, jika semua fasilitas kesehatan memberikan pelayanan serupa, masyarakat akan lebih tenang dan percaya untuk berobat kapan pun dibutuhkan.
“Saya bersyukur sekali ada JKN. Sangat membantu keluarga saya, baik ketika anak saya sakit maupun saat mendampingi suami saya dirawat. Harapan saya, semua orang bisa mendapat jaminan kesehatan yang sama sehingga merasa aman dan nyaman ketika butuh perawatan di rumah sakit,” pungkasnya.