KAJEN – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota dan Kabupaten Pekalongan sejak dini hari Sabtu (17/1/2026) memicu banjir di sejumlah wilayah. Genangan air merendam permukiman warga, akses jalan, dan fasilitas publik di beberapa kecamatan, sehingga memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Pekalongan, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, serta relawan setempat bergerak melakukan evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. Salah satu titik pengungsian sementara ditempatkan di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat.
Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, menyatakan bahwa penanganan darurat telah dimulai sejak malam hari saat intensitas hujan meningkat.
“Sejak dini hari tim gabungan sudah turun ke lapangan untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat,” ujarnya saat ditemui Sabtu (17/01/2026).
Selain evakuasi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Sosial bersama Dinas Kesehatan menyiapkan layanan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, termasuk pendirian dapur umum, distribusi makanan siap saji, serta pemeriksaan kesehatan sederhana di lokasi pengungsian.
Sebagai langkah antisipasi, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pekerjaan Umum terkait kondisi drainase dan tanggul di titik-titik rawan. Hal ini penting mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Untuk mendukung kebutuhan pengungsi, dapur umum telah beroperasi dua kali sehari dengan kapasitas sekitar 400 porsi makanan per hari (200 porsi siang dan 200 porsi malam).
Berdasarkan data sementara, wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan meliputi Kecamatan Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto. Namun, jumlah desa dan rumah yang terendam masih dalam proses pendataan lebih detail oleh petugas di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan pemantauan ketinggian air dan kondisi warga terdampak. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengamankan barang berharga, serta segera melapor ke aparat setempat jika kondisi air semakin meningkat. (GUS)