Advertise

KABAR RASIKA

Beda Pilihan, Langsung Dibuang: Dugaan ‘Pembersihan Politik’ Hantam Bidan BLUD Pekalongan

Beda Pilihan, Langsung Dibuang: Dugaan ‘Pembersihan Politik’ Hantam Bidan BLUD Pekalongan

Beda Pilihan, Langsung Dibuang: Dugaan ‘Pembersihan Politik’ Hantam Bidan BLUD Pekalongan

Dua bidan berstatus karyawan BLUD (inisial Y dan D.S.) saat mendatangi Sekretariat PWI Kabupaten Pekalongan di Kajen, Senin (13/4/2026 – Dok. Bagus – Rasika FM Pekalongan)

KAJEN — Dugaan tekanan politik pasca Pilkada 2024 di Kabupaten Pekalongan mulai mencuat ke publik. Dua bidan berstatus karyawan BLUD di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama mengaku kehilangan pekerjaan mereka dalam situasi yang dinilai tidak wajar. Keduanya menduga, hal itu berkaitan dengan pilihan politik keluarga yang tidak sejalan dengan pihak tertentu.

Pengakuan tersebut disampaikan saat keduanya mendatangi kantor Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pekalongan di Kajen, Senin (13/4/2026).

Tekanan Sejak Masa Kampanye

Salah satu bidan, sebut saja Y (inisial), yang telah bekerja sejak 2019, mengaku mulai merasakan tekanan sejak masa kampanye Pilkada 2024.

Ia menuturkan, aktivitas kerjanya kerap dipantau. Bahkan, setiap kali masuk jadwal dinas, selalu ada laporan yang berujung pada pembatasan tugas.

“Setiap saya masuk dinas, selalu ada yang melaporkan. Akhirnya saya tidak dijadwalkan lagi,” ungkapnya.

Situasi memuncak setelah salah satu anggota keluarganya diketahui memiliki perbedaan pilihan politik. Tak lama berselang, Y dipanggil dan diminta tidak lagi menjalankan tugas seperti biasa.

Menurut pengakuannya, pimpinan di tempatnya bekerja sempat tidak setuju dengan rencana pemberhentian tersebut karena tidak ada masalah dalam kinerjanya.

“Secara kinerja tidak ada masalah, tapi tetap ada tekanan untuk dibuatkan surat pemberhentian,” jelasnya.

Beberapa waktu kemudian, Y menerima surat yang dikirim ke rumah melalui pos. Dalam surat tersebut, ia dinyatakan tidak lagi diperpanjang kontraknya mulai 1 Desember 2024, tanpa penjelasan rinci.

 

Tuduhan dan Tekanan Berlapis

Pengakuan lain datang dari bidan berinisial D, yang mengaku namanya sempat muncul dalam daftar di internal dinas dengan tuduhan yang tidak pernah ia lakukan.

“Saya dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah saya lakukan. Itu membuat saya kaget,” ujarnya.

D menegaskan dirinya tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis. Namun, persoalan yang melibatkan lingkungan keluarga disebut menjadi pemicu tekanan yang ia alami.

Masalah semakin kompleks ketika muncul permintaan yang disebut sebagai “registrasi ulang” untuk tetap bisa bekerja sebagai tenaga BLUD. Permintaan tersebut disertai nominal tertentu.

“Ada permintaan sejumlah uang dengan alasan administrasi. Tapi itu membuat kami bertanya-tanya karena selama ini tidak ada mekanisme seperti itu,” katanya.

Dalam kondisi tertekan, D mengaku sempat mengikuti permintaan tersebut. Namun situasi tidak berubah. Ia justru diminta menandatangani surat yang berisi pernyataan pengunduran diri.

“Suratnya bukan seperti keputusan resmi, tapi lebih seperti pernyataan bahwa saya mengundurkan diri,” ungkapnya.

Tak lama setelah itu, ia benar-benar berhenti bekerja.

Indikasi Tekanan Non-Teknis

Dari dua pengakuan tersebut, terlihat adanya pola yang serupa, yakni tekanan yang tidak berkaitan langsung dengan kinerja, melainkan faktor di luar aspek profesional.

Keduanya juga menyebut bahwa pimpinan tempat mereka bekerja sebenarnya tidak memiliki keberatan terhadap kinerja mereka. Namun situasi yang berkembang membuat posisi mereka menjadi sulit dipertahankan. Selain itu, terdapat dugaan keterlibatan oknum yang memiliki pengaruh dalam proses tersebut.

Menunggu Klarifikasi Resmi

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Tohid Margono, S, melalui pesan singkat menyampaikan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. “Maaf saya masih ada pembinaan di salah satu puskesmas,” ujarnya singkat. Hingga berita ini diturunkan, pihaknya belum memberikan penjelasan resmi terkait pengakuan kedua bidan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut profesionalitas tenaga kesehatan serta dugaan adanya intervensi non-teknis dalam sistem kerja layanan publik. Jika dugaan tersebut terbukti, maka hal ini berpotensi melanggar prinsip netralitas serta tata kelola tenaga BLUD yang seharusnya berbasis kinerja dan kebutuhan layanan. (gus)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-09-15 at 09.44
Pilkades Kabupaten Pekalongan 2026 Masuk Tahap Verifikasi
WhatsApp Image 2026-09-15 at 09.07
Kejurkab 404 Pekalongan Digelar, Puluhan SMP Adu Kekuatan: Bibit Atlet Muda Mulai Diburu
WhatsApp Image 2026-09-11 at 12.14
Skandal CCTV SDN 02 Langkap: Warga Tolak Kepsek Mesum Cuma Pindah Sekolah, PTDH Harga Mati!
KRATON AKREDIT 1
Akreditasi Bukan Sekadar Predikat, RSUD Kraton Pekalongan Didorong Perkuat Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien

TERKINI

WhatsApp Image 2026-09-15 at 16.00
Jalan Bukur - Ponolawen Kesesi Rampung, Sukirman Cek Ketebalan Langsung Pakai Meteran
KAJEN — Pembangunan ruas jalan Bukur–Ponolawen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, telah rampung. Namun, jalan tersebut belum bisa langsung digunakan karena masih menunggu masa waktu teknis sebelum...
WhatsApp Image 2026-09-15 at 09.44
Pilkades Kabupaten Pekalongan 2026 Masuk Tahap Verifikasi
KAJEN — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Pekalongan 2026 mulai memasuki proses verifikasi berkas pendaftaran bakal calon kepala desa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)...
WhatsApp Image 2026-09-15 at 09.07
Kejurkab 404 Pekalongan Digelar, Puluhan SMP Adu Kekuatan: Bibit Atlet Muda Mulai Diburu
KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai membidik bibit atlet muda melalui Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) 404 Pekalongan. Ajang olahraga tingkat SMP/MTs/sederajat ini mempertandingkan bola voli dan...
WhatsApp Image 2026-09-11 at 12.14
Skandal CCTV SDN 02 Langkap: Warga Tolak Kepsek Mesum Cuma Pindah Sekolah, PTDH Harga Mati!
KAJEN – Kesabaran warga Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan sudah habis. Skandal dugaan asusila yang melibatkan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) dan Guru di SDN 02 Langkap sukses membuat...
KRATON AKREDIT 1
Akreditasi Bukan Sekadar Predikat, RSUD Kraton Pekalongan Didorong Perkuat Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien
PEKALONGAN – RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan kembali menjalani survei akreditasi. Namun, proses ini tidak diarahkan sekadar mengejar predikat, melainkan menjadi momentum rumah sakit untuk membenahi mutu...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-09-07 at 10.55
Video Guru SD Langkap Bikin Geger, Dindikbud Pekalongan Siapkan Sanksi hingga Pencabutan Jabatan
WhatsApp Image 2026-09-15 at 16.00
Jalan Bukur - Ponolawen Kesesi Rampung, Sukirman Cek Ketebalan Langsung Pakai Meteran
cardinal
TOK..!! Vonis 2 Tahun 4 Bulan Untuk Pemalsu Celana Cardinal