[adinserter name="Block 1"]

Advertise

[adinserter name="Block 10"]

KABAR RASIKA

Banjir Masih Menggenang di Tirto, Bupati Fadia Janjikan Tambahan Rumah Pompa

Banjir Masih Menggenang di Tirto, Bupati Fadia Janjikan Tambahan Rumah Pompa

Banjir Masih Menggenang di Tirto, Bupati Fadia Janjikan Tambahan Rumah Pompa

Bupati Fadia Arafiq saat meninjau langsung warga terdampak banjir di Samborejo, Kecamatan Tir

TIRTO — Bupati Pekalongan meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di wilayah Samborejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan pada Senin (19/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat situasi lapangan sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan di titik-titik terdampak.

Dalam tinjauannya, Bupati mengakui bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan masih terendam banjir akibat curah hujan tinggi dan limpasan air dari daerah sekitar.

“Hari ini kita melihat memang ada beberapa daerah di Kabupaten Pekalongan ini, di beberapa kecamatan yang terkena dampak banjir. Di mana sebetulnya kami juga sudah menyiapkan rumah-rumah pompa besar yang sudah berfungsi juga, tapi karena memang kita harus mengakui bahwa Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan itu bersampingan, bersebelahan, sehingga pelimpahan air juga dari daerah lain itu masuk ke Kabupaten Pekalongan,” ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Ia menyebut kondisi tersebut membuat penanganan menjadi lebih kompleks. Meski demikian, pemerintah daerah berencana memperkuat koordinasi lintas wilayah untuk mempercepat surutnya air.

“Ini yang membuat kita akhirnya jadi ya memang kerepotan. Nanti insyaallah mungkin kami harus koordinasi dengan daerah kita di sebelah, Kota Pekalongan juga, agar bagaimana cara menyedot air ini cepat, jadi PR-nya selesai,” katanya.

Bupati juga menegaskan bahwa penanganan banjir merupakan salah satu prioritas utamanya selama menjabat. Namun, banjir kali ini disebut berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Sebenarnya ini adalah salah satu visi misi saya yang utama, karena kalau saya sudah 2 tahun ini setahu saya tidak pernah kita mengalami banjir seperti ini. Tapi begitu tadi sungai dari Bremi, Bremi-Meduri itu meluap dari kota, meluap masuk ke Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.

Meski demikian, ia menolak menyalahkan daerah lain atas bencana tersebut.

“Ya juga ini, kita nggak bisa menyalahkan daerah sebelah kita juga ya, karena ini juga bencana dari Allah kan, dan kita bersebelahan, berdampingan, bersaudara, sehingga harus sama-sama saling bantu-membantulah,” tambahnya.

Ke depan, Pemkab Pekalongan berencana menambah jumlah rumah pompa untuk mempercepat proses penyedotan air.

“Nanti insyaallah kita akan rapatkan kembali bagaimana kita untuk menambah beberapa rumah pompa lagi sehingga penyedotan ini harus cepat selesai,” ujarnya.

Status Tanggap Darurat Masih Dikaji
Terkait kemungkinan penetapan status tanggap darurat, Bupati mengatakan keputusan belum final dan akan dibahas lebih lanjut dalam rapat internal pemerintah daerah.

“Kalau Kabupaten Pekalongan nanti harus saya rapatkan dulu hari ini beserta Pak Wakil Bupati dan Pak Sekda, status tanggap darurat kita seperti apa. Kalau kami anggap perlu, kami akan keluarkan status tanggap darurat, tapi kalau kami anggap masih bisa kami tangani, ya tidak usah,” jelasnya.

Saat ditanya apakah Tirto menjadi wilayah paling parah terdampak, Bupati menyebut ada beberapa kecamatan lain yang juga terendam.

“Ada Siwalan, Tirto, terus mana ya… Sragi ada juga, Wonokerto ada juga. Banyak karena Kabupaten Pekalongan ini penduduknya kan padat. Jadi ada juga dekat lautan ya, jadi ya memang banyaklah beberapa tempat ini,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah memberikan bantuan logistik bagi warga terdampak melalui dapur umum yang tersebar di titik pengungsian.

“Untuk dapur-dapur umum kita subsidi. Pampers anak-anak, susu, ya selimut apa kita subsidi,” ujarnya.

Selain itu, layanan kesehatan juga disiagakan di lokasi-lokasi yang memiliki dapur umum.

“Iya, seluruh di tempat yang ada dapur umumnya, di situ harus ada kesehatan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, air masih menggenang di sejumlah titik di Kecamatan Tirto dan wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, sementara tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan banjir. (GUS)

Tag :

[adinserter name="Block 11"]

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-10-22 at 13.46
Perda Pesantren Kabupaten Pekalongan Mandek Hampir 3 Tahun, Abdul Munir Desak Perbup Segera Terbit
WhatsApp Image 2026-10-21 at 16.09
Pernah Jadi Santri, Hj. Hindun Tegaskan: Jangan Minder, Santri Bisa Jadi Pemimpin!
KPK
Sukirman Tegaskan Tak Ada Toleransi Korupsi dan Gratifikasi, Pemkab Pekalongan Perkuat Integritas ASN
WhatsApp Image 2026-10-20 at 09.58
CCTV Viral! 8–10 Barang Inventaris Hilang, Kepala Puskesmas Sragi 2 Ditarik ke Dinkes

TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-22 at 13.46
Perda Pesantren Kabupaten Pekalongan Mandek Hampir 3 Tahun, Abdul Munir Desak Perbup Segera Terbit
KEDUNGWUNI – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, mendesak pemerintah daerah segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2023 tentang...
WhatsApp Image 2026-10-21 at 16.09
Pernah Jadi Santri, Hj. Hindun Tegaskan: Jangan Minder, Santri Bisa Jadi Pemimpin!
KAJEN – Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PKB, Hj. Hindun, mengajak generasi muda agar tidak minder menjadi santri. Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter,...
KPK
Sukirman Tegaskan Tak Ada Toleransi Korupsi dan Gratifikasi, Pemkab Pekalongan Perkuat Integritas ASN
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat komitmen pencegahan korupsi dan gratifikasi di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan, tidak ada toleransi...
WhatsApp Image 2026-10-20 at 09.58
CCTV Viral! 8–10 Barang Inventaris Hilang, Kepala Puskesmas Sragi 2 Ditarik ke Dinkes
SRAGI – Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menemukan sejumlah barang inventaris yang tidak berada di tempatnya saat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Sragi 2, Senin (19/10/2026). Pemeriksaan ini dilakukan...
TJG_4664
TEI 2026 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar, Lampaui Target 31,1 Persen
KABUPATEN TANGERANG — Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencatat potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar atau 31,1 persen di atas target USD 17,5 miliar. Menteri Perdagangan Budi Santoso menutup pameran...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-10-19 at 09.34
Pilkades Serentak Pekalongan 2026, 350 Polisi Disiagakan, Politik Uang Jadi Sorotan
WhatsApp Image 2026-10-22 at 13.46
Perda Pesantren Kabupaten Pekalongan Mandek Hampir 3 Tahun, Abdul Munir Desak Perbup Segera Terbit
TJG_4664
TEI 2026 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar, Lampaui Target 31,1 Persen