KABUPATEN TANGERANG — Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencatat potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar atau 31,1 persen di atas target USD 17,5 miliar. Menteri Perdagangan Budi Santoso menutup pameran dagang tersebut di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/10/2026), setelah berlangsung selama lima hari sejak 14 Oktober 2026.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, eksportir, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi itu bertujuan mempertemukan eksportir Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara.
“Selama lima hari penyelenggaraan TEI ke-41, nilai transaksi mencapai USD 22,94 miliar, melampaui target USD 17,5 miliar. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat,” ujar Budi dalam konferensi pers penutupan TEI di ICE BSD City, Minggu.
Potensi transaksi tersebut mencakup 426 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Nilai itu juga termasuk potensi transaksi sebesar USD 327,77 juta dari Pangan Nusa Expo, pameran kuliner dalam negeri yang berlangsung bersamaan dengan TEI ke-41.
Sementara itu, potensi transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai USD 510,79 juta. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi pelaku usaha skala kecil dan menengah dalam membuka peluang perdagangan di pasar internasional.
India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang menjadi lima negara dengan potensi transaksi terbesar dalam TEI 2026. Berdasarkan kategori produk, makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta kertas mencatatkan potensi transaksi terbesar.
Dari sisi partisipasi, TEI ke-41 menghadirkan 1.873 peserta pameran atau ekshibitor. Jumlah tersebut melampaui target 1.500 perusahaan yang ditetapkan penyelenggara. Pameran ini juga mencatat 9.600 pembeli atau buyer terdaftar dari 151 negara.
India, Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, dan Taiwan menjadi lima negara atau wilayah dengan jumlah pembeli terdaftar terbanyak. Adapun jumlah pengunjung pameran mencapai lebih dari 45.287 orang, meningkat 31,08 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Kemendag Kawal Kesepakatan Dagang
Kementerian Perdagangan menyiapkan tiga tahapan untuk menindaklanjuti peluang bisnis yang terbentuk selama TEI. Tahapan tersebut meliputi penjajakan kerja sama melalui business matching sebelum pameran, pertemuan bisnis selama pameran, serta pengawalan kesepakatan setelah pameran berakhir.
Budi mengatakan, kementeriannya akan bekerja sama dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk memantau dan mengawal kesepakatan yang telah terjalin. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong kesepakatan awal menjadi kontrak dagang yang berkontribusi terhadap ekspor nasional.
“Kementerian Perdagangan bersama perwakilan perdagangan di luar negeri akan terus memantau dan mengawal kesepakatan yang terjalin selama TEI. Harapannya, kesepakatan tersebut dapat berkembang menjadi kontrak dagang dan memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja ekspor nasional,” katanya.
Campuspreneur Buka Peluang Ekspor bagi Mahasiswa
TEI ke-41 juga menjadi ajang bagi wirausaha muda melalui program Campuspreneur. Program yang merupakan bagian dari strategi Kementerian Perdagangan bertajuk “Dari Lokal untuk Global” tersebut melibatkan kerja sama dengan 25 perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui program ini, mahasiswa dan sivitas akademika memperoleh pelatihan ekspor, pendampingan usaha, serta akses pasar. Sebanyak 25 peserta dari 20 perguruan tinggi terpilih menampilkan produk inovatif hasil kurasi dalam pameran tersebut.
Para peserta juga mengikuti presentasi bisnis atau pitching serta pertemuan bisnis dengan pembeli mancanegara. Program Campuspreneur mencatat potensi transaksi lebih dari USD 24,57 juta.
Budi mengatakan, program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memasarkan produk inovatif sekaligus menjajaki peluang ekspor. Menurut dia, mahasiswa berpotensi menjadi bagian dari pengembangan eksportir baru Indonesia.
TEI 2027 Dijadwalkan pada Oktober
Menjelang penutupan TEI ke-41, Budi menyampaikan apresiasi kepada kedutaan besar dan konsulat jenderal Republik Indonesia, perwakilan perdagangan di luar negeri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta pelaku usaha yang mendukung penyelenggaraan pameran.
Ia juga mengapresiasi PT Bank Mandiri (Persero) sebagai mitra perbankan resmi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Pertamina sebagai mitra strategis, PT Debindo Multi Adhiswasti sebagai penyelenggara, ICE BSD City sebagai penyedia tempat, peserta pameran, pembeli internasional, dan media.
Budi mengajak para pemangku kepentingan untuk menjaga momentum TEI melalui peningkatan kualitas produk, penguatan daya saing, perluasan kemitraan, dan tindak lanjut kesepakatan perdagangan.
Kementerian Perdagangan menjadwalkan Trade Expo Indonesia berikutnya pada 13–17 Oktober 2027. Pemerintah berharap pameran tersebut kembali membuka peluang kerja sama bisnis dan memperluas akses produk Indonesia ke pasar global.