KAJEN – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Pekalongan. Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang permukiman warga di Desa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, Rabu (21/1/2026) sore. Sedikitnya tujuh rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata, pusaran angin terlihat datang dari arah barat atau area lapangan desa menuju permukiman di Dukuh Kembon dan Dukuh Luwuk. Angin kencang berlangsung sekitar 10 menit dan menyebabkan genteng serta asbes rumah beterbangan.
Kapolsek Kajen Iptu Teguh Subiyantoro mewakili Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yususf membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, personel langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga dan ketua RT setempat.
“Kami telah mendatangi TKP bersama personel untuk melakukan pendataan dan memastikan kondisi warga. Benar telah terjadi terjangan angin puting beliung yang mengakibatkan atap genteng maupun asbes milik tujuh rumah warga di Dukuh Kembon dan Dukuh Luwuk berterbangan,” kata Iptu Teguh.

Saat angin mulai mendekati permukiman, warga langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Warga sigap keluar rumah saat melihat ada angin kencang. Kerugian hanya bersifat materiil, dengan taksiran per rumah berkisar Rp400 ribu hingga Rp800 ribu,” jelasnya.
Hingga Rabu sore, kondisi di lokasi dilaporkan sudah kondusif. Material bangunan yang rusak masih berserakan dan akan dibersihkan secara bersama-sama.
“Hasil koordinasi dengan pemerintah desa dan warga, pembersihan material serta perbaikan atap akan dilakukan serentak pada Kamis (22/1) pagi melalui kerja bakti,” tambah Iptu Teguh.
Masyarakat di wilayah Kajen diimbau tetap waspada, mengingat potensi hujan deras dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan di Kabupaten Pekalongan.