[adinserter name="Block 1"]

Advertise

[adinserter name="Block 10"]

KABAR RASIKA

BPJS Kesehatan Pekalongan Tekankan Komitmen Faskes, Optimalkan Transformasi Mutu Layanan

BPJS Kesehatan Pekalongan Tekankan Komitmen Faskes, Optimalkan Transformasi Mutu Layanan

BPJS Kesehatan Pekalongan Tekankan Komitmen Faskes, Optimalkan Transformasi Mutu Layanan

Dalam rangka melakukan optimalisasi transformasi mutu pelayanan di wilayah Karesidenan Pekalongan, BPJS Kesehatan menggelar pertemuan dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), Selasa (21/03). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu mengatakan, kolaborasi dan sinergi antara BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan ini menjadi langkah penting agar pelaksanaan transformasi mutu layanan berjalan lebih optimal.
“Transformasi mutu layanan mutlak harus dilakukan. Termasuk juga untuk peserta dan fasilitas kesehatan. Beragam kemudahan sudah kami sediakan untuk dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Sri.

Dia menjelaskan, transformasi mutu layanan merupakan jawaban atas tantangan dan kendala yang sering dijumpai peserta dalam pemanfaatan layanan JKN. Misalnya, adanya diskriminasi layanan, antrean lama, respon pengaduan yang belum tuntas, iur biaya, diskriminasi dan lainnya. Menurutnya, hal tersebut dapat terselesaikan dengan digitalisasi layanan sehingga dibutuhkan komitmen dari seluruh pihak agar layanan Program JKN berjalan lebih baik dan memberikan manfaat luas bagi peserta.

“Kita semua adalah peserta sekaligus pelaku dalam Program JKN ini. Namun terkadang masih ada yang memiliki pemahanan yang berbeda terhadap regulasi, apalagi bagi peserta. Inilah kenapa kita harus lakukan gerakan transfomasi mutu layanan dengan harapan pelayanan yang ada di fasilitas kesehatan itu akan menjadi lebih mudah, cepat dan tidak diskriminatif,” jelasnya.

Dia pun menekankan kembali kepada seluruh fasilitas kesehatan untuk selalu menepati dan melaksanakan komitmen dan maklumat pelayanan demi kemudahan peserta. Di antaranya, tidak ada fotokopi berkas, penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK), tidak ada batas hari rawat, tidak ada diskriminasi, tidak ada iur biaya dan lainnya. Sehingga, pelayanan kesehatan bagi peserta di fasilitas kesehatan menjadi lebih cepat, mudah dan praktis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto menyampaikan, pihaknya akan mengadvokasi seluruh fasilitas kesehatan agar berkomitmen dalam melaksanakan transformasi mutu layanan JKN. Pihaknya akan mengarahkan bagaimana mutu layanan kesehatan khususnya di Kota Pekalongan menjadi lebih baik. Salah satunya dengan mengikuti perkembangan zaman dan mulai dengan digitalisasi.

“Antrean panjang masih terjadi di sebagian besar fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan mendorong digitalisasi dengan pendaftaran antrean online. Tidak dipungkiri masih banyak masyarakat yang gagap dengan digitalisasi, meskipun pihak BPJS Kesehatan sudah menyosialisasikan caranya mengakses rumah sakit melalui gawai masing-masing. Namun kiranya, meskipun sudah disediakan media edukasi, tapi yang lebih penting adalah pendampingan, karena tidak semua orang bisa memanfaatkan aplikasi yang sudah disediakan. Dengan demikian, harapannya rumah sakit bisa membantu melakukan pendampingan kepada peserta untuk melakukan pendaftaran antrean online secara langsung yang diimplementasikan di rumah sakit,” kata Slamet.

Dia menjelaskan, digitalisasi layanan ini merupakan salah satu indikator dalam survey kepuasan pasien. Pemanfaatan layanan secara digital ini diyakini mampu mendongkrak angka kepuasan peserta. Untuk itu, fasilitas kesehatan harus mampu mengambil peluang dan kesempatan ini agar memberikan pelayanan yang lebih berkualitas.

“Pelayanan kesehatan saat ini tuntutannya bukan lagi pada kebutuhan. Dalam survey kepuasan pasien, sudah ada standar dan prosedur yang diterapkan, tetapi di dalam survey nilai masih kurang karena yang dipersepsikan oleh pelanggan adalah tuntutan bukan lagi pada kebutuhan. Oleh karenanya, mutu layanan di fasilitas kesehatan harus selalu dioptimalkan dalam rangka melindungi. Apabila fasilitas kesehatan sudah melaksanakan layanan sesuai standar dan prosedur, tentunya keamanan maupun kepuasan peserta akan terjamin,” tutup Slamet.

Tag :

[adinserter name="Block 11"]

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-10-22 at 13.46
Perda Pesantren Kabupaten Pekalongan Mandek Hampir 3 Tahun, Abdul Munir Desak Perbup Segera Terbit
WhatsApp Image 2026-10-21 at 16.09
Pernah Jadi Santri, Hj. Hindun Tegaskan: Jangan Minder, Santri Bisa Jadi Pemimpin!
KPK
Sukirman Tegaskan Tak Ada Toleransi Korupsi dan Gratifikasi, Pemkab Pekalongan Perkuat Integritas ASN
WhatsApp Image 2026-10-20 at 09.58
CCTV Viral! 8–10 Barang Inventaris Hilang, Kepala Puskesmas Sragi 2 Ditarik ke Dinkes

TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-22 at 13.46
Perda Pesantren Kabupaten Pekalongan Mandek Hampir 3 Tahun, Abdul Munir Desak Perbup Segera Terbit
KEDUNGWUNI – Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, mendesak pemerintah daerah segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2023 tentang...
WhatsApp Image 2026-10-21 at 16.09
Pernah Jadi Santri, Hj. Hindun Tegaskan: Jangan Minder, Santri Bisa Jadi Pemimpin!
KAJEN – Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PKB, Hj. Hindun, mengajak generasi muda agar tidak minder menjadi santri. Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter,...
KPK
Sukirman Tegaskan Tak Ada Toleransi Korupsi dan Gratifikasi, Pemkab Pekalongan Perkuat Integritas ASN
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat komitmen pencegahan korupsi dan gratifikasi di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan, tidak ada toleransi...
WhatsApp Image 2026-10-20 at 09.58
CCTV Viral! 8–10 Barang Inventaris Hilang, Kepala Puskesmas Sragi 2 Ditarik ke Dinkes
SRAGI – Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menemukan sejumlah barang inventaris yang tidak berada di tempatnya saat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Sragi 2, Senin (19/10/2026). Pemeriksaan ini dilakukan...
TJG_4664
TEI 2026 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar, Lampaui Target 31,1 Persen
KABUPATEN TANGERANG — Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencatat potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar atau 31,1 persen di atas target USD 17,5 miliar. Menteri Perdagangan Budi Santoso menutup pameran...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-10-19 at 09.34
Pilkades Serentak Pekalongan 2026, 350 Polisi Disiagakan, Politik Uang Jadi Sorotan
TJG_4664
TEI 2026 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar, Lampaui Target 31,1 Persen
WhatsApp Image 2026-10-22 at 13.46
Perda Pesantren Kabupaten Pekalongan Mandek Hampir 3 Tahun, Abdul Munir Desak Perbup Segera Terbit