KEDUNGWUNI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pekalongan secara resmi membantah informasi di media sosial yang menyebut kediaman Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan, KH. Muhtarom, didatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Informasi tersebut ditegaskan tidak benar dan termasuk berita bohong atau hoaks.
Klarifikasi resmi itu disampaikan melalui unggahan akun Instagram @baznas_kajen bertajuk Klarifikasi Resmi BAZNAS Kabupaten Pekalongan. Dalam flyer tersebut, BAZNAS menegaskan bahwa informasi mengenai “kediaman Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan disambangi KPK” tidak benar.
“Bersama ini kami sampaikan bahwa informasi mengenai ‘kediaman Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan disambangi KPK’ tidak benar dan termasuk berita bohong (hoax),” demikian pernyataan dalam klarifikasi resmi BAZNAS.
BAZNAS juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat diminta bijak dalam menerima informasi serta selalu memeriksa kebenarannya melalui sumber resmi.
KH. Muhtarom Tegaskan Tidak Ada KPK yang Datang
Sebelumnya, KH. Muhtarom juga membantah kabar tersebut saat dikonfirmasi reporter Radio Rasika FM, Jumat (23/10/2026) malam.
Saat ditanya mengenai informasi kedatangan KPK ke rumahnya, KH. Muhtarom secara tegas menyatakan tidak ada kejadian seperti yang diberitakan.
“Tidak, wong saya di rumah, enggak ada apa-apa kok,” tegasnya.
Ia juga menegaskan tidak memiliki masalah dengan KPK.
“Tidak ada masalah, yang masalah apa toh?” ujarnya.
KH. Muhtarom mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang menyebarkan informasi tersebut. Ia juga mengingatkan agar siapa pun tidak membuat informasi yang dapat merugikan orang lain tanpa dasar yang jelas.
Kunjungan KPK ke Ponpes Lain di Salakbrojo Jangan Disalahartikan
Informasi mengenai kunjungan KPK ke sebuah pondok pesantren lain di Desa Salakbrojo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, perlu dibedakan dari kabar yang menyebut kediaman KH. Muhtarom didatangi lembaga antirasuah tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kunjungan KPK tersebut berlangsung di pondok pesantren yang berbeda dengan Pondok Pesantren Al Falah Salakbrojo yang dikaitkan dengan KH. Muhtarom. Perbedaan lokasi dan pengasuh menjadi hal penting agar masyarakat tidak mencampuradukkan kedua informasi tersebut.
Adanya kunjungan KPK ke pondok pesantren lain di desa yang sama tidak serta-merta membenarkan narasi bahwa kediaman Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan didatangi KPK. Klarifikasi resmi BAZNAS dan bantahan langsung KH. Muhtarom secara khusus menyatakan bahwa informasi mengenai kediamannya tersebut tidak benar.
Masyarakat Diminta Tidak Menyebarkan Informasi yang Belum Terverifikasi
Sebelum mendapatkan konfirmasi langsung dari KH. Muhtarom, reporter Radio Rasika FM juga menerima keterangan dari seseorang berinisial S pada Jumat (23/10/2026) yang mengaku mengenal baik Ketua BAZNAS tersebut.
S mengaku telah mencari tahu kebenaran kabar itu dengan menanyakan kepada tetangga yang tinggal dekat rumah KH. Muhtarom. Menurut S, tetangga tersebut menyampaikan tidak terjadi apa-apa di rumah KH. Muhtarom. S juga mengaku telah menanyakan hal serupa kepada teman KH. Muhtarom lainnya dan memperoleh jawaban yang sama.
S menyayangkan beredarnya informasi yang dinilainya jauh dari fakta dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. (gus)