Advertise

KABAR RASIKA

KPU Mengajar di SMAN 1 Sragi, Siswa Kelas XI Disiapkan Jadi Pemilih Cerdas 2029

KPU Mengajar di SMAN 1 Sragi, Siswa Kelas XI Disiapkan Jadi Pemilih Cerdas 2029

KPU Mengajar di SMAN 1 Sragi, Siswa Kelas XI Disiapkan Jadi Pemilih Cerdas 2029

FOTO BERSAMA: Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Pekalongan, Fatkhuddin, S.Pd.I., M.Pd. (depan, kiri), berfoto bersama para siswa SMAN 1 Sragi usai mengisi kegiatan KPU Mengajar di aula sekolah, Jumat (21/8/2026).

KAJEN – KAB. PEKALONGAN — Ratusan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sragi mulai dikenalkan dengan dunia kepemiluan. Bukan sekadar soal mencoblos di TPS, mereka diajak memahami bahwa hak suara membawa tanggung jawab untuk menentukan arah masa depan bangsa.

Pesan itu disampaikan dalam kegiatan KPU Mengajar yang digelar di SMA Negeri 1 Sragi, Jumat Kliwon, 21 Agustus 2026, pukul 08.00–10.00 WIB.

Kegiatan dibuka Kepala SMA Negeri 1 Sragi, Novi Paryanti, S.Pd., M.Pd. Ia menegaskan, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk peserta didik menjadi warga negara yang berkarakter sekaligus memiliki kesadaran demokrasi sejak dini.

Sementara itu, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Pekalongan, Fatkhuddin, S.Pd.I., M.Pd., memilih pendekatan dialogis agar materi kepemiluan tidak berhenti sebagai teori.

Pertanyaan sederhana langsung dilemparkan kepada para siswa.

“Siapa di sini yang pada tahun 2029 usianya sudah 17 tahun?”

Tangan para siswa pun terangkat. Momen tersebut menjadi penanda bahwa sebagian dari mereka tidak lama lagi akan memasuki fase baru sebagai pemilih.

Fatkhuddin kemudian mengenalkan tiga lembaga yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemilu, yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP.

KPU bertugas menyelenggarakan tahapan Pemilu dan Pemilihan. Bawaslu mengawasi agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan dan prinsip pemilu yang jujur serta adil. Sedangkan DKPP berperan menjaga kehormatan dan kode etik penyelenggara pemilu.

Menurut Fatkhuddin, KPU juga tidak bekerja sendirian. Di lapangan terdapat jajaran badan adhoc, mulai dari PPK di tingkat kecamatan, PPS di desa atau kelurahan, hingga KPPS yang berhadapan langsung dengan pemilih di TPS.

“Ketika nanti kalian datang ke TPS, orang pertama yang kalian temui adalah KPPS. Mereka adalah bagian dari keluarga besar penyelenggara pemilu yang bekerja agar setiap suara masyarakat dihitung dengan benar,” jelasnya.

Jangan Cuma Tahu Cara Mencoblos

Materi KPU Mengajar kemudian masuk pada persoalan yang lebih dekat dengan calon pemilih, termasuk syarat menggunakan hak suara dan pentingnya identitas kependudukan.

Para siswa mendapat pemahaman mengenai ketentuan pemilih, termasuk batas usia 17 tahun atau sudah/pernah menikah serta pentingnya kepemilikan KTP elektronik dalam administrasi kependudukan dan pendataan pemilih.

Namun, pesan yang ditekankan tidak berhenti pada persoalan administratif.

Hak memilih, kata Fatkhuddin, harus dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab warga negara.

Diskusi kemudian melebar ke persoalan hoaks, politik uang, rekam jejak calon, integritas, dan gagasan calon pemimpin.

Para siswa diberi ruang untuk bertanya mengenai proses pemilu sekaligus bagaimana menjadi pemilih yang tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Dibidik untuk Pemilu 2029

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KPU Kabupaten Pekalongan memberikan pendidikan pemilih sejak usia sekolah.

Para siswa kelas XI SMAN 1 Sragi diproyeksikan menjadi bagian dari generasi pemilih pada Pemilu 2029. Karena itu, mereka tidak hanya perlu mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan hak pilih, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menilai calon secara kritis.

Targetnya jelas: ketika tiba di TPS, mereka tidak memilih karena ikut-ikutan, tekanan, atau sekadar karena informasi yang beredar di media sosial.

Mereka diharapkan mampu melihat rekam jejak, integritas dan gagasan calon sebelum menentukan pilihan.

Sebab, demokrasi tidak berhenti di bilik suara. Kesadaran demokrasi justru dibangun jauh sebelum seseorang mencoblos—dimulai dari kemauan belajar, keberanian bertanya, menghargai perbedaan, dan memahami bahwa satu suara memiliki konsekuensi bagi masa depan. (GUS)

Tag :

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-10-08 at 12.46
Pelunasan Haji 2027 Segera Dibuka, Jamaah Kabupaten Pekalongan Siapkan Dana Rp23 Jutaan
BKPSDM
48 Jabatan Kosong, 10 Camat Masih Plt! BKPSDM Kejar Pengisian 2026
Muslimat 4
Hj. Sumarwati Kembali Pimpin Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031
Muslimat 1
Siapa Penerus Ketua Muslimat NU Pekalongan? Konfercab IX Mulai Buka Jalan

TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-08 at 12.46
Pelunasan Haji 2027 Segera Dibuka, Jamaah Kabupaten Pekalongan Siapkan Dana Rp23 Jutaan
KAJEN – Calon jamaah haji Kabupaten Pekalongan yang masuk daftar berhak lunas diminta mulai menyiapkan dana. Namun, proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi belum dimulai...
BKPSDM
48 Jabatan Kosong, 10 Camat Masih Plt! BKPSDM Kejar Pengisian 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah menata kembali personel aparatur sipil negara (ASN) menyusul masih banyaknya jabatan struktural yang kosong. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber...
Muslimat 4
Hj. Sumarwati Kembali Pimpin Muslimat NU Kabupaten Pekalongan, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031
KAJEN — Hj. Sumarwati kembali dipercaya memimpin Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan untuk masa khidmat 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IX PC Muslimat...
Muslimat 1
Siapa Penerus Ketua Muslimat NU Pekalongan? Konfercab IX Mulai Buka Jalan
KAJEN — Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) IX di UIN Gus Dur Pekalongan, Minggu (4/10/2026). Konfercab kali ini mengangkat tema “Merawat Tradisi, Menguatkan...
IMG-20261002-WA0008
Laboratorium Digital Marketing ITSNU Mulai Gerakkan UMKM Pekalongan dari UMKM Center
KEDUNGWUNI – Upaya mendorong pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan masuk lebih jauh ke pasar digital mulai dilakukan melalui Laboratorium Digital Marketing Program Studi S1 Bisnis Digital ITSNU Pekalongan. Laboratorium...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-04-13 at 10.52
Menyusuri Jejak Sejarah Pekalongan: Dari Batik hingga Kisah Taipan Bah Zing Zong
Foto 2
TEI 2026 Jaring Buyer dari 113 Negara, 1.533 Pelaku Usaha Indonesia Siap Tembus Pasar Global
IMG-20261002-WA0008
Laboratorium Digital Marketing ITSNU Mulai Gerakkan UMKM Pekalongan dari UMKM Center