Advertise

KABAR RASIKA

Ketua KPU Pekalongan Ingatkan Pemilih Pemula: Jangan Mudah Terprovokasi Informasi di Media Sosial

Ketua KPU Pekalongan Ingatkan Pemilih Pemula: Jangan Mudah Terprovokasi Informasi di Media Sosial

Ketua KPU Pekalongan Ingatkan Pemilih Pemula: Jangan Mudah Terprovokasi Informasi di Media Sosial

Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Laelatul Izah menyampaikan materi demokrasi kepada siswa dalam program KPU Mengajar di SMA Negeri 1 Talun, Jumat (14/8/2026 – dok. Istimewa)

PEKALONGAN — Pemilih pemula tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan hak pilih. Mereka juga dituntut mampu memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.

Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Laelatul Izah menyampaikan hal tersebut saat memberikan materi dalam program KPU Mengajar di SMA Negeri 1 Talun, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang menyasar siswa kelas XII itu menjadi bagian dari upaya KPU Kabupaten Pekalongan memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda, khususnya mereka yang mulai masuk kategori pemilih pemula.

Izah mengatakan, kedekatan generasi muda dengan media sosial membuat mereka memiliki tantangan sekaligus peluang dalam memperoleh informasi kepemiluan.

“Pemilih pemula merupakan kelompok yang sangat dekat dengan media sosial sehingga memiliki tantangan sekaligus peluang dalam mendapatkan informasi kepemiluan,” kata Izah.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kemampuan menyaring informasi menjadi hal penting. Pemilih pemula perlu memiliki sikap kritis agar tidak begitu saja menerima maupun menyebarkan informasi yang belum dipahami kebenarannya.

Izah menegaskan, pendidikan demokrasi perlu dikenalkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya datang ke TPS untuk memberikan suara.

“Melalui KPU Mengajar, pendidikan demokrasi dapat dikenalkan sejak dini, sehingga generasi muda tidak hanya menjadi pemilih yang datang ke TPS, tetapi juga memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara,” ujarnya.

KPU Kabupaten Pekalongan, lanjut Izah, akan terus memperluas pendidikan pemilih kepada pemilih pemula, termasuk melalui lingkungan sekolah.

Langkah tersebut diarahkan untuk membangun generasi muda yang melek politik, kritis terhadap informasi, tidak mudah terprovokasi, serta mampu menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab.

“KPU Mengajar: mengenal demokrasi hari ini, mempersiapkan pemilih cerdas untuk masa depan,” tegas Izah.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan pemilih tidak hanya berkaitan dengan teknis pelaksanaan pemilu. Bagi pemilih muda, kemampuan memahami demokrasi dan menyaring informasi menjadi bekal penting sebelum menentukan pilihan politik. (gus)

Tag :

BACA JUGA :

SOccer 1
Plt Bupati Pekalongan Ikut Main, Setda Menang Dramatis Lewat Adu Penalti
Pramuka 1
Pramuka Pekalongan Didorong Tak Sekadar Berkegiatan, Tapi Ikut Menjawab Persoalan Nyata
Kades 1
Pilkades Serentak 2026 Pekalongan Masuk Tahap Krusial, Sukirman Tekankan Netralitas dan Tolak Politik Uang
KPU 1
Bukan Sekadar Pilih Ketua OSIS, KPU Pekalongan Tanamkan Antipolitik Uang Sejak Sekolah

TERKINI

SOccer 1
Plt Bupati Pekalongan Ikut Main, Setda Menang Dramatis Lewat Adu Penalti
KAJEN — Turnamen Sepak Bola Mini U40+ antar-ASN OPD, instansi vertikal, TNI/Polri, dan BUMD Kabupaten Pekalongan 2026 langsung menyajikan pertandingan ketat. Tim Sekretariat Daerah (Setda) harus melewati...
Pramuka 1
Pramuka Pekalongan Didorong Tak Sekadar Berkegiatan, Tapi Ikut Menjawab Persoalan Nyata
KAJEN – Gerakan Pramuka di Kabupaten Pekalongan didorong tidak berhenti pada kegiatan perkemahan dan pembentukan karakter. Organisasi kepanduan itu diharapkan mampu membekali generasi muda dengan keterampilan,...
Kades 1
Pilkades Serentak 2026 Pekalongan Masuk Tahap Krusial, Sukirman Tekankan Netralitas dan Tolak Politik Uang
KAJEN – Persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Pekalongan memasuki tahap penting. Pemerintah daerah meminta seluruh unsur yang terlibat memastikan tahapan berjalan profesional,...
KPU 1
Bukan Sekadar Pilih Ketua OSIS, KPU Pekalongan Tanamkan Antipolitik Uang Sejak Sekolah
KESESI – Demokrasi tidak cukup diajarkan lewat teori. Cara memilih calon, menilai visi dan program, hingga menolak politik uang justru perlu dikenalkan sejak seseorang pertama kali belajar menentukan pilihan. Pesan...
DPRD 2
45 Kursi, Cuma 15 Terisi! Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan Kembali "Bolong"
KAJEN – Pemandangan yang memantik tanda tanya publik kembali terjadi di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Perubahan...
Muat Lebih

POPULER

DPRD 2
45 Kursi, Cuma 15 Terisi! Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan Kembali "Bolong"
Pramuka 1
Pramuka Pekalongan Didorong Tak Sekadar Berkegiatan, Tapi Ikut Menjawab Persoalan Nyata