KAJEN — Sebuah mobil SPPG mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling di Jalan Raya Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden terjadi secara tiba-tiba saat kendaraan dalam perjalanan pulang.
Pengemudi kendaraan, Ahmad Ridwan (51), mengaku saat kejadian dirinya tidak melaju dalam kecepatan tinggi. Ia bahkan memastikan dalam kondisi sadar dan tidak mengantuk karena sedang berbincang dengan rekannya di dalam mobil.
“Saya tidak ngebut, kecepatan di bawah 50 kilometer per jam. Tiba-tiba ban depan seperti menghantam sesuatu, terdengar bunyi keras, lalu mobil langsung terbalik,” ujarnya.
Ridwan menambahkan, kondisi jalan saat itu relatif lengang menjelang siang hari. Namun tanpa tanda-tanda sebelumnya, kendaraan yang dikemudikannya mendadak kehilangan kendali dan terguling.
Akibat kejadian tersebut, Ridwan sempat terjepit di dalam kendaraan. Sementara rekannya terlempar dan berada di atas tubuhnya setelah mobil terbalik. Meski demikian, keduanya dipastikan selamat tanpa mengalami luka serius.
“Tidak ada korban. Kami hanya berdua di dalam mobil,” tambahnya.

Diketahui, mobil tersebut sebelumnya digunakan untuk mengambil ompreng dari wilayah Desa Watupayung dan hendak kembali ke SPPG Watupayung.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Pekalongan, Iptu Ambar, membenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut. Ia menjelaskan, kendaraan bernomor polisi G-9474-NA melaju dari arah timur ke barat sebelum akhirnya oleng dan terguling.
“Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi diduga hilang kendali. Kendaraan oleng ke kiri dan akhirnya terguling,” jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp20 juta.
“Saat ini kasus kecelakaan telah ditangani untuk proses lebih lanjut,” imbuhnya.
Berdasarkan data lapangan, kecelakaan yang melibatkan mobil SPPG di Kabupaten Pekalongan tercatat telah terjadi sebanyak tiga kali. Selain itu, pengemudi kendaraan dalam kasus-kasus tersebut diketahui rata-rata berusia di atas 50 tahun. (Gus)