Advertise

KABAR RASIKA

DPRD Pekalongan Warning OPD Tak Jalan Sendiri, Abdul Munir Serukan “Super Team”, Bukan Superhero

DPRD Pekalongan Warning OPD Tak Jalan Sendiri, Abdul Munir Serukan “Super Team”, Bukan Superhero

DPRD Pekalongan Warning OPD Tak Jalan Sendiri, Abdul Munir Serukan “Super Team”, Bukan Superhero

Suasana rapat DPRD Kabupaten Pekalongan dengan agenda Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (dok, Istimewa)

KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak bisa lagi dijalankan dengan pola tambal sulam atau program seremonial yang berjalan sendiri-sendiri. Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, membeberkan lima strategi utama yang akan didorong lembaganya untuk menekan angka kemiskinan secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Menurut Munir, langkah pertama yang menjadi perhatian serius adalah pembenahan basis data kemiskinan, agar intervensi pemerintah tepat sasaran dan tidak lagi meleset dalam pelaksanaan di lapangan.

“Hal-hal strategis yang akan dilakukan adalah perbaikan basis data kemiskinan,” tegas Munir saat diwawancarai reporter rasikapekalongan.com pada Rabu (08/04/2026).

Tak berhenti di sana, DPRD juga mendorong penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM, petani milenial, hingga pelatihan keterampilan kerja berbasis kebutuhan industri.

Langkah berikutnya menyasar pemenuhan infrastruktur dasar, seperti akses air bersih, jalan yang layak, serta program rehabilitasi rumah tidak layak huni yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan.

Namun dari seluruh agenda tersebut, Munir menekankan satu fokus yang dianggap paling menentukan masa depan daerah: peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Ini krusial. Kami mendorong program pendidikan vokasi, pemberian beasiswa bagi keluarga miskin, dan optimalisasi pelatihan tenaga kerja,” ujarnya.

Menurutnya, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat masih menjadi faktor penghambat utama dalam upaya memutus rantai kemiskinan.

“Kita harus akui, rata-rata tingkat pendidikan masyarakat kita masih relatif rendah. Karena itu solusinya pendidikan vokasi dan kursus keterampilan. Beasiswa bagi keluarga miskin juga dipastikan agar tidak ada lagi alasan anak-anak kita tidak sekolah,” katanya.

Dalam wawancara tersebut, Munir juga menyoroti persoalan klasik birokrasi: banyak program pengentasan kemiskinan yang berjalan sektoral tanpa koordinasi antarlembaga.

Karena itu, DPRD mendorong integrasi program antar-OPD agar seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu irama.

“Penanganan kemiskinan itu tidak boleh dikerjakan sendirian, harus terintegrasi dan kolaboratif,” tegasnya.

Ia mencontohkan bahwa pengembangan UMKM tak bisa hanya dibebankan pada satu dinas, melainkan harus melibatkan lintas sektor mulai dari dinas sosial hingga dinas pendidikan.

Dalam pernyataannya, Munir bahkan melontarkan kritik halus terhadap pola kerja birokrasi yang terlalu bergantung pada figur tertentu.

“Di Kabupaten ini tidak butuh superhero, yang kita butuhkan adalah Super Team. Tim Kabupaten harus menjadi satu kekuatan besar,” tandasnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Munir, angka kemiskinan Kabupaten Pekalongan kini berada di 8,05 persen, turun dari sebelumnya 8,95 persen.

Penurunan hampir 1 persen itu menempatkan Kabupaten Pekalongan dalam posisi lebih baik dibanding sejumlah daerah sekitar.

Meski demikian, DPRD menilai capaian tersebut belum cukup untuk berpuas diri. Sebab, data menunjukkan masih terdapat 528.365 keluarga dalam kategori Desil 1–5, dengan sekitar 5.100 warga masuk kategori miskin ekstrem.

Munir menegaskan, capaian daerah lain harus dijadikan pemicu agar Kabupaten Pekalongan bisa bergerak lebih cepat.

“Angka-angka ini menjadi acuan kami untuk terus memacu kinerja di Kabupaten,” pungkasnya. (Gus)

Tag :

BACA JUGA :

DURIAN 1
Musim Durian Dimulai, Doro Punya Durian Lokal Langka Bernama Mingsri
WhatsApp Image 2026-08-23 at 11.03
Kajen Bangkit Lewat Olahraga, Sukirman Soroti Prestasi dan Infrastruktur Pekalongan
KPU MENGAJAR SRAGI
KPU Mengajar di SMAN 1 Sragi, Siswa Kelas XI Disiapkan Jadi Pemilih Cerdas 2029
RSUD 1
Lahir Normal di Hari Kemerdekaan, Bayi Pertama Pasangan Muda Hadir di RSUD Kraton Pekalongan

TERKINI

DURIAN 1
Musim Durian Dimulai, Doro Punya Durian Lokal Langka Bernama Mingsri
DORO — Musim panen durian mulai berlangsung di wilayah Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Tak hanya mengandalkan durian yang sudah dikenal masyarakat, kawasan ini juga menyimpan potensi durian lokal...
WhatsApp Image 2026-08-23 at 11.03
Kajen Bangkit Lewat Olahraga, Sukirman Soroti Prestasi dan Infrastruktur Pekalongan
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadikan olahraga bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ajang Kajen Half...
KPU MENGAJAR SRAGI
KPU Mengajar di SMAN 1 Sragi, Siswa Kelas XI Disiapkan Jadi Pemilih Cerdas 2029
KAJEN – KAB. PEKALONGAN — Ratusan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sragi mulai dikenalkan dengan dunia kepemiluan. Bukan sekadar soal mencoblos di TPS, mereka diajak memahami bahwa hak suara membawa tanggung...
RSUD 1
Lahir Normal di Hari Kemerdekaan, Bayi Pertama Pasangan Muda Hadir di RSUD Kraton Pekalongan
PEKALONGAN — Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini menjadi kenangan yang tak akan terlupakan bagi pasangan muda asal Desa Krasak Ageng, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Pada Senin, 17 Agustus...
SOCCER 1
Mini Soccer Alun-Alun Kajen Resmi Dibuka, OPD Tahan DPRD 2-2
KAJEN — Lapangan mini soccer di kompleks Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, resmi digunakan, Selasa (18/8/2026). Uji coba lapangan langsung panas. Bukan cuma rumput yang diuji, gengsi antarinstansi...
Muat Lebih

POPULER

WhatsApp Image 2026-08-23 at 11.03
Kajen Bangkit Lewat Olahraga, Sukirman Soroti Prestasi dan Infrastruktur Pekalongan
SOCCER 1
Mini Soccer Alun-Alun Kajen Resmi Dibuka, OPD Tahan DPRD 2-2
WhatsApp Image 2026-07-29 at 11.57
Kritik Pemkab di Depan, Borong Proyek di Belakang? Ketua KTP Disorot Usai Muncul Proyek Ketujuh